Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

Berita

Wakil Ketua Umum GERMAS PPA Kecam Praktik Penahanan Ijazah: “Segera Laporkan ke Kami Jika Masih Terjadi”

Perbesar

Pekanbaru, Detak Indonesia News – 27 Juni 2025 Wakil Ketua Umum DPP GERMAS PPA, Rika Parlina, S.H., mengecam keras praktik penahanan ijazah yang masih terjadi di sejumlah lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul pendampingan yang dilakukan pihaknya terhadap beberapa mantan guru PAUD yang mengalami penahanan ijazah oleh yayasan tempat mereka pernah mengajar.

Dalam konferensi pers yang digelar di Pekanbaru, Rika Parlina S.H., menyatakan bahwa tindakan menahan ijazah, apapun alasannya, merupakan pelanggaran terhadap hak dasar individu yang dijamin oleh undang-undang.

“Saya mengecam keras praktik penahanan ijazah di manapun itu terjadi. Ini bukan hanya tindakan yang melanggar hukum, tapi juga tidak manusiawi dan tidak etis. Ke depan, saya tidak ingin lagi mendengar ada laporan penahanan ijazah,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan lulusan yang mengalami hal serupa, untuk tidak ragu mengadukan langsung kasus tersebut kepada GERMAS PPA.

“Jika masih ada pihak sekolah, yayasan, atau institusi manapun yang melakukan penahanan ijazah, silakan adukan kepada kami. GERMAS PPA siap memberikan pendampingan hukum dan membela hak-hak saudara,” tambah Rika Parlina S.H.

GERMAS PPA selama ini dikenal sebagai organisasi yang aktif dalam pendampingan kasus-kasus yang menimpa perempuan, anak, dan kelompok rentan, termasuk dalam konteks pendidikan dan ketenagakerjaan. Pernyataan Rika Parlina SH menjadi bentuk komitmen nyata dalam memperjuangkan keadilan dan melawan segala bentuk penyalahgunaan kewenangan lembaga pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OBH YHRS Terima Penghargaan Sebagai Posbakum Terbaik se-Riau

3 September 2026 - 15:04 WIB

Dugaan Gudang Penimbunan dan Pengolahan BBM Ilegal Oplosan Miliki Yuda di Siak Jadi Sorotan, Warga Minta Aparat Bertindak

29 Agustus 2026 - 07:43 WIB

TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

21 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Soroti Ribuan Kasus Kekerasan Anak, Teuku Reyza Dorong Riau Buktikan Diri sebagai Provinsi Layak Anak

14 Agustus 2026 - 17:44 WIB

TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center

25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Trending di Berita