Detakindonesianews.com, Jakarta — PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Paparan Publik pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 16.00 WIB di Hotel DoubleTree by Hilton Kemayoran, Jakarta. Agenda paparan publik ini menjadi sorotan investor setelah perseroan membeberkan strategi ekspansi bisnis dan target pertumbuhan kinerja sepanjang 2026.
Dalam pemaparannya, manajemen KUAS menargetkan penjualan bersih sebesar Rp192 miliar pada tahun 2026 atau meningkat sekitar 2,66% dibanding realisasi penjualan tahun 2025 sebesar Rp187,02 miliar. Perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai melalui penguatan distribusi, peningkatan pemasaran digital, serta perluasan penetrasi pasar domestik dan ekspor.
Direktur Utama PT Ace Oldfields Tbk, Josef Kandiawan menyampaikan bahwa perseroan akan fokus memperkuat brand awareness produk Ace Oldfields dan Prima di pasar nasional maupun internasional. Menurutnya, strategi pertumbuhan perusahaan tahun ini diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional dan penguatan jaringan pemasaran.
Profil Perusahaan dan Susunan Pengurus Baru
Direksi PT Ace Oldfield Tbk menyampaikan bahwa Perseroan merupakan produsen peralatan dan perlengkapan pengecatan yang telah berdiri sejak tahun 1989, sekaligus menjadi yang pertama memproduksi barang sejenis di Indonesia dengan mengadopsi teknologi asal Australia. Berkat dukungan teknologi tersebut, produk yang dihasilkan memiliki mutu yang terjamin dan telah dikenal luas di pasaran.
Mengenai susunan pemegang saham, tidak terdapat perubahan berarti dibandingkan tahun sebelumnya, hanya terjadi sedikit pergeseran pada kepemilikan oleh masyarakat luas. Sementara itu, susunan pengurus Perseroan untuk periode mendatang turut mengalami penyempurnaan, terutama dengan bergabungnya sosok baru dalam jajaran Dewan Komisaris.
“Kami dengan bangga menyambut Bapak Tumpak O.R. Panggabean untuk menduduki jabatan sebagai Komisaris Independen Perseroan. Beliau yang kini berusia 82 tahun dan berkedudukan di Jakarta memiliki rekam jejak dan pengalaman yang sangat gemilang. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisaris di PT Pos Indonesia, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi pada periode 2009–2010, hingga menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Pelindo antara tahun 2015 hingga 2019. Atas pengabdian dan jasanya, Bapak Tumpak juga pernah dianugerahi Bintang Mahaputra Utama pada tahun 2009,” jelas Direksi.
Susunan lengkap Dewan Komisaris kini terdiri dari Bapak Daniel Chandra sebagai Komisaris Utama, Bapak Janto Sutiyono sebagai Komisaris, serta Bapak Tumpak O.R. Panggabean sebagai Komisaris Independen. Adapun susunan jajaran Direksi tidak mengalami perubahan.
Ragam Produk dan Jangkauan Pasar
PT Ace Oldfield Tbk menghadirkan beragam produk perlengkapan pengecatan yang telah dikenal masyarakat luas. Di antaranya adalah rol cat bermerek Budget Biru, yang menjadi andalan, serta rangkaian produk Prima yang dirancang lebih ekonomis namun tetap memiliki mutu yang andal. Salah satu produk unggulan yang paling dikenal adalah kuas Prima 833 Putih yang harganya sangat terjangkau dan berkualitas tinggi. Perseroan juga menghadirkan rangkaian produk rol cat, seperti Rol Oke dan Rol Klasik yang sangat bersaing di pasaran.
Jangkauan pemasaran produk Perseroan telah merata ke seluruh pelosok Nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke. Di wilayah Indonesia Timur, Perseroan bekerja sama dengan PT Catur Sentosa Adiprana sebagai mitra penyalur hingga ke wilayah Papua. Produk-produknya juga telah hadir di sejumlah jaringan toko bangunan modern, seperti Mitra10, Depo Bangunan, serta sejumlah jaringan ritel lain. Perseroan bahkan tengah menjajaki peluang kerja sama dengan jaringan perangkat keras baru yang akan segera dibuka. Di tingkat daerah, produknya tersedia di berbagai toko bangunan setempat.
Untuk rangkaian produk Prima, Perseroan telah menunjuk lebih dari 40 mitra penyalur yang tersebar di seluruh Indonesia, serta bekerja sama dengan mitra penyalur utama, yakni PT Propan Raya. Tidak hanya beredar di pasar dalam negeri, produk buatan PT Ace Oldfield Tbk juga telah menembus pasar internasional dan rutin diekspor ke sejumlah negara, antara lain Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, hingga sejumlah negara di Eropa.
Kinerja Keuangan Tahun 2025 dan Target Tahun 2026
Dalam paparan kinerja keuangannya, tercatat bahwa pada tahun 2025 Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp187,02 miliar, yang menunjukkan sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, laba kotor yang diperoleh mencapai Rp58,5 miliar, sedangkan laba bersih yang berhasil dibukukan senilai Rp10,5 miliar.
Pencapaian ini dinilai sangat membanggakan, terlebih di tengah tekanan ekonomi global yang cukup berat sepanjang tahun lalu.
Dari sisi kesehatan keuangan, Perseroan mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,46, yang menandakan kondisi keuangan yang sangat sehat, serta rasio perolehan laba sebesar 9,20 kali yang masih berada pada tingkat yang sangat baik untuk industri sejenis. Dari sisi neraca keuangan, tercatat adanya kenaikan pada aset lancar maupun aset tidak lancar, disertai pula kenaikan pada liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga secara keseluruhan nilai aset Perseroan meningkat sebesar 7,63 persen. Hal ini terutama disebabkan oleh penambahan investasi untuk perbaikan dan pembaruan fasilitas di area produksi yang telah rampung mencapai 98 persen, dan pada tahun ini Perseroan telah bersiap melanjutkan ke tahap kedua.
Menatap tahun 2026, Perseroan menargetkan pendapatan dapat tumbuh dan mencapai angka Rp192 miliar. Untuk mewujudkan target tersebut, sejumlah langkah strategis telah disiapkan. Perseroan berencana memperluas jaringan pemasaran melalui kerja sama dengan para penyalur yang memiliki kredibilitas tinggi. Meski kondisi pasar masih menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan geopolitik, Perseroan tetap optimis pasar dalam negeri akan tetap kuat dan stabil, sejalan dengan upaya pemerintah menjaga kestabilan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Perseroan terus memperkuat hubungan dengan para pelanggan setia melalui berbagai program promosi yang dinilai sangat efektif. Salah satunya adalah program undian berhadiah yang telah diluncurkan, di mana para pengecer berkesempatan memenangkan hadiah berupa sepeda motor hingga kesempatan menunaikan ibadah umrah. “Bayangkan, hanya dengan membeli kuas atau rol cat senilai Rp5.000, para pelanggan kami berkesempatan berangkat ke Tanah Suci. Program ini terbukti sangat memacu semangat para pengecer dan meningkatkan volume pembelian mereka secara nyata,” ungkap Direksi. Program serupa juga telah dilaksanakan pada Desember lalu dan memberikan dampak yang sangat positif terhadap kinerja penjualan.
Perseroan juga gencar memperkuat kehadirannya di dunia maya dengan membentuk tim pemasaran khusus guna meningkatkan jangkauan di berbagai media sosial seperti Instagram, TikTok, serta sejumlah pasar dalam jaringan seperti Shopee dan Tokopedia. Perseroan juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya berkolaborasi dengan Mozailet yang telah menghadirkan produknya di 46 titik penjualan, terbukti turut mendongkrak angka penjualan. Hingga bulan April 2026 ini, di tengah kenaikan harga bahan bakar dan tantangan lain, PT Ace Oldfield Tbk tetap mampu mempertahankan bahkan terus mendorong kenaikan angka penjualannya.
“Perseroan akan memperluas penyebaran produk dan menjaga loyalitas pelanggan melalui program promosi yang berkesinambungan serta kolaborasi strategis dengan pabrik cat dan distributor,” ujar manajemen dalam materi paparan publik 2026.
Selain itu, Direktur Irwin Allen Poernomo menegaskan bahwa perseroan juga akan melakukan penambahan tim marketing, meningkatkan aktivitas promosi kepada end user, hingga renovasi dan peremajaan fasilitas produksi guna mendukung kapasitas bisnis jangka panjang.
Dalam Public Expose tersebut, KUAS juga memaparkan capaian kinerja tahun buku 2025. Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp187,02 miliar dengan laba bersih mencapai Rp10,54 miliar. Kinerja tersebut dinilai tetap solid di tengah tantangan industri manufaktur dan perlengkapan pengecatan nasional.
Manajemen menambahkan bahwa strategi ekspor tetap menjadi salah satu fokus utama perseroan pada 2026, khususnya untuk pasar Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan kawasan Asia Pasifik. Perseroan optimistis permintaan produk painting tools dan perlengkapan pengecatan masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya aktivitas konstruksi dan renovasi bangunan.
Sebelumnya pada hari yang sama, KUAS juga telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan agenda persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, penunjukan auditor independen, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026.
