Menu

Mode Gelap
Kanker Paru Jadi Pembunuh Nomor Satu, PDPI Dorong 3 Pilar Diagnosis Berbasis Bukti Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan Gempa M7,7 Guncang NTT Dua Orang Tewas di Pelabuhan El Say, Warga Panik dan Berhamburan Keluar Rumah HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH Jakarta Jadi Puncak Rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Kompetisi hingga Coffee Rave Party Gudang Diduga Jadi Lokasi Penimbunan Solar Subsidi di Pekanbaru, Disebut Dikendalikan Oknum Ferdi AURI

Nasional

Jelang Testing MLFF, BPJT Terus Berkoordinasi dengan Roatex 

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan PT. Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana untuk melakukan pra uji coba  proyek Multi Lane Free Flow (MLFF) atau sistem bayar tol tanpa setop.

Koordinasi itu terkait dengan persiapan  teknis skenario-skenario untuk pra uji coba sistem pembayaran jalan tol nir sentuh itu. “Kita sedang persiapan untuk menyiapkan ke arah sana secara teknis skenario-skenario yang akan diujicobakan,” ujar Komang, Jumat 3 Juli 2026 di kantor Kementerian PU.

Meski demikian, Komang tidak memberikan target waktu pasti kapan pra uji coba ini akan dilakukan. “Ya, kalau persiapannya sudah cukup matang, baru  kita bisa menentukan targetnya kapan bisa dilakukan pra  uji-coba,” ujar dia. 

Demikian juga dengan lokasi pra uji coba yang memang belum ditentukan. Nantinya, kata dia, lokasi pra -uji coba MLFF akan ditentukan berdasarkan skenario-skenario yang sudah disusun.

Sebelumnya, Direktur PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Renaldi Utomo mengatakan perusahaan saat ini terlibat dalam penyusunan skenario teknis untuk pelaksanaan pengujian tersebut. Berbagai kemungkinan kondisi di lapangan sedang dibahas sebagai bagian dari persiapan.

Menurut Renaldi, koordinasi antara pemerintah dan investor berjalan baik. Ia juga menilai pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan proyek MLFF.

Sebagai investor dan mitra pemerintah dalam proyek tersebut, RITS masih menunggu keputusan terkait lokasi dan waktu pelaksanaan uji coba. Bali yang sejak awal direncanakan sebagai lokasi percontohan masih menjadi salah satu opsi, meski pengujian juga bisa dilakukan di ruas tol lain.

Renaldi menjelaskan kontrak kerja sama yang dimiliki RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada konsep MLFF. Namun dalam masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih dimungkinkan untuk digunakan.

“Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung,” katanya.

Menurutnya, penyusunan skenario dan pengujian menjadi tahapan penting sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait implementasi MLFF secara lebih luas. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan dan mempercepat transaksi di jalan tol.

Di sisi lain, implementasi Multi Lane Free Flow (MLFF) dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya volume lalu lintas dan kebutuhan pengelolaan transaksi jalan tol yang lebih efisien. Namun, penerapannya perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di setiap ruas tol.

Pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, mengatakan sistem MLFF merupakan keniscayaan bagi pengelolaan jalan tol di masa depan. Selain mampu mempercepat arus kendaraan, sistem berbasis transaksi elektronik tersebut juga dinilai memudahkan pengawasan dan pengelolaan data oleh pemerintah.

“Volume lalu lintas terus meningkat. Dengan pembayaran berbasis elektronik, seluruh transaksi akan tercatat secara digital sehingga pengawasan menjadi lebih mudah. Jika ke depan ada kebijakan baru seperti pajak jalan tol, perhitungannya juga akan lebih sederhana karena seluruh data sudah terekam secara elektronik,” ujar Anton.

Menurut dia, pemerintah dapat memulai implementasi MLFF di wilayah yang memiliki kesiapan infrastruktur paling baik, seperti Jakarta. Namun, uji coba sebaiknya tidak langsung diterapkan di seluruh gerbang tol, melainkan dimulai pada satu gerbang terlebih dahulu.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat merasakan manfaat sistem yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti untuk melakukan transaksi. Setelah berjalan baik, cakupan penerapan dapat diperluas secara bertahap ke gerbang-gerbang lainnya.

“Mulai dari satu gerbang dulu. Kalau masyarakat sudah merasakan kemudahannya, baru diperluas menjadi dua, tiga, hingga seluruh gerbang. Dalam jangka sekitar lima tahun, seluruh gerbang tol bisa menerapkan sistem multi lane free flow,” katanya. ( )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung

22 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan

22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

21 Agustus 2026 - 03:27 WIB

Jakarta Jadi Puncak Rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Kompetisi hingga Coffee Rave Party

21 Agustus 2026 - 03:09 WIB

President AAMECC Global Mr. Godfrey Piter Mutinda Mengukuhkan King Of Nusantara Sultan Paser 18 Sebagai President AAMECC Indonesia

20 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di Nasional