Menu

Mode Gelap
4 Pameran Industri Internasional Resmi Dibuka di JIExpo, 405 Perusahaan dari 14 Negara Ramaikan Jakarta ASICS Ajak Generasi Urban Eksplorasi Gaya, Gerak, dan Pengalaman Baru Lewat GEL-STRATUS MC™ Pop Up Experience Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Jadi Momentum Dorong UU Perekonomian Nasional Demi Indonesia Emas 2045 MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win” ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel Debut Manis Sound Rhythm, Sukses Gelar Laga Bersejarah Aston Villa vs Indonesia All Stars di Jakarta Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

Aceh

Germas PPA Tepati Janji: Hadir di Aceh Singkil untuk Dampingi Imelda Safitri, Waketum Kecewa pada Asisten II yang Tak Komitmen

Perbesar

ACEH SINGKIL, Detakindonesianews —
Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) kembali menunjukkan ketegasannya dalam upaya pendampingan terhadap perempuan dan anak. Tim Germas PPA turun langsung ke Aceh Singkil untuk mendampingi Imelda Safitri, meski kedatangan mereka sempat mendapat intimidasi ringan dari salah seorang warga.

Namun di balik pendampingan tersebut, muncul kekecewaan dari Wakil Ketua Umum Germas PPA, Rika Parlina Sh, terhadap Asisten II Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Rika menilai Asisten II tidak menunjukkan komitmen penuh dalam memfasilitasi pertemuan antara pihak Germas PPA dengan suami Imelda, sebagaimana sebelumnya telah dijanjikan.

“Kami datang jauh ke Aceh Singkil membawa niat baik demi memastikan hak-hak Imelda terpenuhi. Namun sangat disayangkan, pihak Asisten II yang sebelumnya berjanji membantu justru tidak hadir dan tidak memfasilitasi pertemuan dengan suami korban,” ujar Rika dengan nada kecewa.

Rika menegaskan bahwa kehadiran instansi pemerintah daerah sangat penting dalam penyelesaian kasus yang melibatkan perempuan dan anak, apalagi ketika proses mediasi atau klarifikasi membutuhkan peran pejabat terkait.

“Pendampingan seperti ini membutuhkan dukungan semua pihak. Ketika ada pihak yang tidak komitmen, prosesnya menjadi terhambat. Ini bukan tentang kepentingan Germas PPA, tetapi tentang masa depan seorang perempuan yang sedang meminta perlindungan,”tambahnya.

Meski menghadapi tantangan, termasuk sedikit intimidasi dari warga dan tidak adanya fasilitasi dari Asisten II, Germas PPA tetap melanjutkan pendampingan secara profesional. Tim memilih tetap menggunakan pendekatan humanis demi menjaga suasana kondusif dan memastikan Imelda mendapatkan perlindungan yang layak.

Masyarakat yang mengetahui kehadiran Germas PPA memberikan apresiasi atas keseriusan organisasi tersebut dalam membantu warga yang membutuhkan, sekaligus tetap menjaga etika dalam setiap langkah pendampingan.

Dengan ketegasan dan komitmen ini, Germas PPA kembali menegaskan diri sebagai organisasi yang konsisten berdiri di garis depan untuk membela hak perempuan dan anak, tanpa mundur menghadapi tekanan maupun kekecewaan terhadap pihak-pihak yang tidak menepati janji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bangun Jembatan Perintis Garuda, TNI dan Warga Gotong Royong Buka Akses Pedalaman Aceh Tenggara

24 Mei 2026 - 15:38 WIB

Tugas Usai, Air Mata Warga Aceh Tamiang Melepas Kepergian Prajurit TNI

22 Januari 2026 - 06:53 WIB

Uluran Tangan Penuh Cinta Lavanza Family Counseling & Hypnotherapy Cibubur untuk Warga Aceh Tamiang

28 Desember 2025 - 18:34 WIB

Trending di Aceh