Menu

Mode Gelap
ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta  Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria Nellava Perkenalkan Bullion Live Price Pertama di Indonesia, Dorong Revolusi Transparansi Investasi Emas Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB) Pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi Terus Ditingkatkan, Petugas Pastikan Proses Lebih Optimal

Aceh

Germas PPA Tepati Janji: Hadir di Aceh Singkil untuk Dampingi Imelda Safitri, Waketum Kecewa pada Asisten II yang Tak Komitmen

Perbesar

ACEH SINGKIL, Detakindonesianews —
Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) kembali menunjukkan ketegasannya dalam upaya pendampingan terhadap perempuan dan anak. Tim Germas PPA turun langsung ke Aceh Singkil untuk mendampingi Imelda Safitri, meski kedatangan mereka sempat mendapat intimidasi ringan dari salah seorang warga.

Namun di balik pendampingan tersebut, muncul kekecewaan dari Wakil Ketua Umum Germas PPA, Rika Parlina Sh, terhadap Asisten II Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Rika menilai Asisten II tidak menunjukkan komitmen penuh dalam memfasilitasi pertemuan antara pihak Germas PPA dengan suami Imelda, sebagaimana sebelumnya telah dijanjikan.

“Kami datang jauh ke Aceh Singkil membawa niat baik demi memastikan hak-hak Imelda terpenuhi. Namun sangat disayangkan, pihak Asisten II yang sebelumnya berjanji membantu justru tidak hadir dan tidak memfasilitasi pertemuan dengan suami korban,” ujar Rika dengan nada kecewa.

Rika menegaskan bahwa kehadiran instansi pemerintah daerah sangat penting dalam penyelesaian kasus yang melibatkan perempuan dan anak, apalagi ketika proses mediasi atau klarifikasi membutuhkan peran pejabat terkait.

“Pendampingan seperti ini membutuhkan dukungan semua pihak. Ketika ada pihak yang tidak komitmen, prosesnya menjadi terhambat. Ini bukan tentang kepentingan Germas PPA, tetapi tentang masa depan seorang perempuan yang sedang meminta perlindungan,”tambahnya.

Meski menghadapi tantangan, termasuk sedikit intimidasi dari warga dan tidak adanya fasilitasi dari Asisten II, Germas PPA tetap melanjutkan pendampingan secara profesional. Tim memilih tetap menggunakan pendekatan humanis demi menjaga suasana kondusif dan memastikan Imelda mendapatkan perlindungan yang layak.

Masyarakat yang mengetahui kehadiran Germas PPA memberikan apresiasi atas keseriusan organisasi tersebut dalam membantu warga yang membutuhkan, sekaligus tetap menjaga etika dalam setiap langkah pendampingan.

Dengan ketegasan dan komitmen ini, Germas PPA kembali menegaskan diri sebagai organisasi yang konsisten berdiri di garis depan untuk membela hak perempuan dan anak, tanpa mundur menghadapi tekanan maupun kekecewaan terhadap pihak-pihak yang tidak menepati janji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tugas Usai, Air Mata Warga Aceh Tamiang Melepas Kepergian Prajurit TNI

22 Januari 2026 - 06:53 WIB

Uluran Tangan Penuh Cinta Lavanza Family Counseling & Hypnotherapy Cibubur untuk Warga Aceh Tamiang

28 Desember 2025 - 18:34 WIB

Trending di Aceh