Menu

Mode Gelap
ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya PERKOSMI Dukung Inovasi dan Masa Depan Industri Kecantikan Berkelanjutan di Indonesia United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta  Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria Nellava Perkenalkan Bullion Live Price Pertama di Indonesia, Dorong Revolusi Transparansi Investasi Emas Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB)

Berita

Germas PPA Sesalkan Sikap Kepala UPT PPA Mandau yang Dinilai Tak Profesional Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Perbesar

Mandau, Detak Indonesia News — Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Perempuan (Germas PPA), Rika Parlina, SH, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Mandau, Wati, yang dinilai tidak profesional dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan muda berinisial S (21) di Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Menurut Rika, alih-alih memberikan pendampingan sejak awal, UPT PPA Mandau justru menyalahkan pihak Germas PPA yang terlebih dahulu turun langsung memberikan bantuan kepada korban. Pendampingan tersebut dilakukan atas permintaan korban sendiri, yang melaporkan dugaan keterlibatan suaminya, RR (22), dalam mendukung aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku berinisial Z (43). Kasus ini kini telah menjadi sorotan luas di media sosial dan publik.

“Kenapa tidak dari awal mendampingi korban? Setelah pelaku ditangkap Polsek Mandau dan kasus ini viral, barulah mereka muncul, bahkan melarang korban untuk didampingi oleh kami,” tegas Rika saat diwawancarai DetakPatriaNews, Senin (1/7/2025).

Rika menambahkan bahwa Germas PPA memberikan pendampingan secara sukarela, tanpa memungut biaya sepeser pun dari korban.

“Saya menggunakan dana pribadi untuk membantu korban. Sementara mereka yang digaji negara, justru tidak hadir saat korban paling membutuhkan bantuan,” lanjutnya.

Dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap korban, Rika menyebut pihaknya telah menjalin koordinasi aktif dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) serta Bareskrim Mabes Polri. Germas PPA mendapatkan dukungan penuh dari kedua institusi tersebut dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“KemenPPA meminta kami terus membangun kerja sama dengan instansi pemerintah karena persoalan ini tidak bisa ditangani pemerintah saja. Keterlibatan lembaga masyarakat seperti Germas PPA sangat penting,” jelas Rika.

Dari Mabes Polri, Germas PPA juga mendapat dorongan untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan aparat penegak hukum di daerah.

“Kabareskrim mendukung agar kami aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian daerah, demi memastikan perlindungan hukum bagi korban berjalan maksimal,” tambahnya.

Meski demikian, Rika menyayangkan masih adanya sikap eksklusif dari sebagian pejabat daerah yang memandang kehadiran lembaga swadaya seperti Germas PPA sebagai pesaing, bukan mitra.

“Jika pola pikir seperti ini terus dipelihara, bagaimana mungkin kita bisa bersinergi? Kami hadir bukan untuk mengambil alih peran, melainkan untuk membantu dan memperkuat perlindungan bagi korban,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi kurangnya aksi nyata dari UPT PPA Mandau, terutama dalam hal sosialisasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat.

“UPT PPA seharusnya proaktif turun ke lapangan, membangun kepercayaan publik, bukan justru resisten terhadap bantuan dari pihak lain. Kami tidak hadir untuk bersaing, tapi untuk memperkuat barisan perlindungan perempuan dan anak,” pungkas Rika Parlina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

3 Mei 2026 - 11:53 WIB

IKKS Riau Didorong Aktifkan Wisma Jalur, Suhardiman Soroti Peran Ekonomi Perantau

14 Maret 2026 - 19:05 WIB

Menebar Berkah Ramadhan, PT. Golden Satya Perkasa Kolaborasi Dengan Germas PPA Riau Santuni Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Perawang

14 Maret 2026 - 16:22 WIB

Kuansing Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih, Ekonomi Desa Diharapkan Bangkit

13 Maret 2026 - 19:34 WIB

DWP Kuansing Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil

13 Maret 2026 - 12:41 WIB

Trending di Berita