Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Berita

GERMAS PPA Dampingi Mantan Guru PAUD Terkait Penahanan Ijazah oleh Yayasan

Perbesar

Pekanbaru, Detak Indonesia News – 27 Juni 2025 Perkumpulan Gelora Kemasyarakatan Peduli Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membela hak-hak perempuan dan tenaga pendidik. Kali ini, organisasi tersebut memberikan pendampingan kepada beberapa mantan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengadukan persoalan penahanan ijazah oleh pihak yayasan tempat mereka pernah mengabdi.

Pendampingan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP GERMAS PPA, Rika Parlina, S.H., yang menegaskan bahwa penahanan dokumen penting seperti ijazah merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak dasar individu. Hal tersebut, menurutnya, tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun etika, terlebih menyasar tenaga pengajar yang telah memberikan dedikasinya dalam bidang pendidikan anak.

“Saya berharap ke depan tidak ada lagi laporan atau pengaduan terkait penahanan ijazah oleh pihak yayasan. Ini bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut keadilan, penghargaan terhadap tenaga pendidik, dan kepatuhan terhadap hukum,” ujar Rika Parlina saat memberikan keterangan pers di Pekanbaru.

Ia menambahkan bahwa GERMAS PPA akan terus aktif melakukan advokasi, terutama bagi perempuan dan anak, serta memperjuangkan hak-hak warga yang merasa dirugikan oleh tindakan lembaga atau perorangan yang tidak sesuai aturan hukum.

Menanggapi persoalan tersebut, Founder PAUD AICS, pihak yayasan yang bersangkutan, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa pihak yayasan tidak berniat menahan ijazah, namun hanya ingin memastikan ada ikatan tanggung jawab dari guru yang bersangkutan.

“Kami mohon maaf atas diskomunikasi yang terjadi. Pada dasarnya, ijazah tersebut tidak kami tahan, hanya dijadikan bentuk ikatan sementara. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rika Parlina, S.H. atas komunikasi dan penyelesaiannya yang baik,” jelasnya.

Di sisi lain, para mantan guru PAUD yang telah mendapatkan kembali ijazahnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pendampingan yang diberikan. Salah satu guru, Cindy, mengungkapkan haru dan rasa hormatnya kepada tim GERMAS PPA.

“Saya sangat senang karena hari ini akhirnya saya mendapatkan kembali ijazah saya. Terima kasih kepada Tante Rika dan seluruh tim yang sudah banyak membantu saya dan teman-teman. Maaf kalau selama ini saya kurang sopan dalam berkomunikasi. Terima kasih atas kebaikan dan perjuangan kalian semua,” ucap Cindy dengan penuh haru.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang terbuka dan perlindungan hukum yang adil bagi tenaga pendidik, khususnya perempuan. GERMAS PPA berharap peristiwa serupa tidak terulang dan semua pihak dapat lebih menghargai peran guru dalam membangun generasi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

3 Mei 2026 - 11:53 WIB

IKKS Riau Didorong Aktifkan Wisma Jalur, Suhardiman Soroti Peran Ekonomi Perantau

14 Maret 2026 - 19:05 WIB

Menebar Berkah Ramadhan, PT. Golden Satya Perkasa Kolaborasi Dengan Germas PPA Riau Santuni Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Perawang

14 Maret 2026 - 16:22 WIB

Kuansing Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih, Ekonomi Desa Diharapkan Bangkit

13 Maret 2026 - 19:34 WIB

DWP Kuansing Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil

13 Maret 2026 - 12:41 WIB

Trending di Berita