Menu

Mode Gelap
4 Pameran Industri Internasional Resmi Dibuka di JIExpo, 405 Perusahaan dari 14 Negara Ramaikan Jakarta ASICS Ajak Generasi Urban Eksplorasi Gaya, Gerak, dan Pengalaman Baru Lewat GEL-STRATUS MC™ Pop Up Experience Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Jadi Momentum Dorong UU Perekonomian Nasional Demi Indonesia Emas 2045 MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win” ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel Debut Manis Sound Rhythm, Sukses Gelar Laga Bersejarah Aston Villa vs Indonesia All Stars di Jakarta Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

Pekanbaru

Germas PPA Bongkar Fakta Miris! Pelajar Berseragam Nongkrong di Tempat Hiburan, Instansi Terkait Absen dari Diskusi

Perbesar

PEKANBARU, Detakindonesianews.com
Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari berbagai bentuk perilaku menyimpang di ruang publik.

Melalui Diskusi Koordinatif Lintas Instansi yang digelar pada Senin (10/11/2025) di Leng Coffee, Jalan Srikandi, Pekanbaru, Germas PPA menindak lanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah tempat hiburan dan warung internet yang kedapatan menjadi lokasi nongkrong anak berseragam sekolah pada jam belajar.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum Germas PPA, Rika Parlina, S.H., dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau serta Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaboratif untuk menyatukan langkah antarinstansi dalam mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar serta membangun strategi pembinaan dan pencegahan yang lebih sistematis.

Namun demikian, Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Provinsi Riau dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Riau) yang diundang untuk membahas aspek penindakan dan perlindungan anak, tidak tampak hadir dalam forum tersebut.

Ketidakhadiran ini menjadi catatan tersendiri bagi publik, mengingat kedua lembaga tersebut memiliki peran penting dalam pengawasan langsung terhadap anak di lapangan.

Dalam sesi diskusi, Rika Parlina, S.H., menyampaikan apresiasinya kepada instansi yang hadir, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang dinilainya cepat tanggap dan terbuka terhadap kerja sama lintas sektor. Ia juga mengumumkan adanya Nota Kesepahaman (MoU) antara Germas PPA dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk melaksanakan program sosialisasi dan edukasi di sekolahsekolah mengenai bahaya perilaku menyimpang, kekerasan berbasis gender, serta pentingnya peran guru dan orang tua dalam membentuk karakter siswa.

“Kerja sama ini akan menjadi langkah nyata. Germas PPA bersama Dinas Pendidikan akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pembekalan moral dan kesadaran hukum bagi siswa. Kita tidak boleh diam saat anak-anak mulai tersesat oleh arus pergaulan bebas dan lingkungan yang salah,” tegas Rika Parlina, S.H.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Misran, menyampaikan bahwa hasil pertemuan ini akan segera dilaporkan kepada pimpinan dinas sebagai bahan tindak lanjut.

“Setelah pertemuan ini, akan saya sampaikan kepada pimpinan bahwa Germas PPA menemukan banyak anak SMA dan SMK berada di tempat hiburan, warnet, dan warung pada jam sekolah. Kami akan mendorong Dinas Pendidikan untuk mengeluarkan surat edaran kepada pihak sekolah serta tempat usaha agar ikut mengawasi dan melarang siswa berada di luar sekolah saat jam belajar,” ujar Misran.

Diskusi ini diharapkan menjadi awal dari penguatan koordinasi lintas instansi di Provinsi Riau dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan beretika bagi anak-anak serta pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APPM RIAU LAPORKAN PERTAMINA DAN KSO TERKAIT PROYEK PENANGANAN LIMBAH B3 KE SKK MIGAS, DESAK BLACKLIST KONTRAKTOR

10 Juni 2026 - 08:56 WIB

Ada Tipu Muslihat Seorang PM Perusahaan Ingkari Janji Lowongan Pekerjaan

26 Mei 2026 - 04:03 WIB

Polsek Payung Sekaki Lakukan Peninjauan Lahan Jagung Pipil Guna Mendukung Ketahanan Pangan

19 Mei 2026 - 10:23 WIB

SKANDAL Oknum MAMI : KTP Mantan LC Diduga Ditahan, Ketua Germas PPA Riau Sebut Bentuk Intimidasi dan Pelanggaran Hukum

8 Mei 2026 - 04:08 WIB

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

14 April 2026 - 06:10 WIB

Trending di Pekanbaru