Menu ✖

Mode Gelap
Bukan Sekadar Tempat Menginap, Vega Hotel Gading Serpong Hadirkan Weekend Experience: Dari Little Fire Fighter hingga BBQ Buffet Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau? All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Brimob Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta ASICS Kembali Gelar Jakarta : Speed : Race 2026, Tampilkan Beauty of Sunrise dengan SONICBLAST™ 2 RISE & SHINE™ Collection Pree Screening & Gala Premiere “Lobang Buaya”: Trailer Bikin Penonton Merasa Tahu Dalangnya, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist, Tayang 1 Oktober 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kemenperin Tampilkan Kesiapan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Rokan Hulu

Dibuka Presiden Jokowi, Bupati Rohul Hadiri Musrenbangnas Tahun 2024

Perbesar

 

Tampak Hadir pada Musrenbangnas, Wakil Presiden (Wapres) RI, para Ketua serta pimpinan lembaga Tinggi Negara, para Menko, para Menteri, seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota Se Indonesia.

Dari Rohul hadir Bupati Rokan Hulu (Rohul) H Sukiman, Sekda Rohul Muhammad Zaki SSTP, M Si secara daring diikut Kepala Bappeda Rohul Drs H Yusmar, M Si.

Dalam kesempatan itu, Presiden RI Jokowi menyampaikan Indonesia dihadapkan pada situasi yang tidak mudah, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya tumbuh 3,2 persen, dampak runtutan dari Covid-19 juga masih terasa hingga saat ini.

“Kita tahu beberapa negara telah masuk pada resesi; Jepang, Inggris, dan beberapa negara Eropa berada pada posisi menuju ke sana, menuju pada resesi. Oleh sebab itu, kehati-hatian kita dalam mengelola fiskal, mengelola anggaran betul-betul harus prudent, betul-betul harus hati-hati, jangan sampai ada uang serupiah pun meleset dari rencana yang sudah kita buat, dan betul-betul memperhatikan skala prioritas,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan, saat ini semua Negara takut dan sangat ketakutan terhadap beberapa hal yang pertama harga minyak, yang kedua masalah bunga pinjaman.

“Semua pada takut masalah itu, karena begitu bunga pinjaman naik sedikit saja, beban terhadap fiskal itu akan sangat-sangat besar,” katanya.

“Oleh sebab itu, kita harus betul-betul hati-hati dalam mengelola setiap rupiah anggaran yang kita miliki,” ungkapnya.

Selain itu, Jokowi menambahkan, saat ini Pemerintah telah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dan masuk ke tahunan, dan masing-masing juga telah memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP), namun yang kurang hanyalah Sinkronisasi.

“Tetapi, yang belum adalah sinkron atau tidak dengan rencana besar yang kita miliki, ini yang belum. Oleh sebab itu, sinkronisasi itu menjadi kunci,” pungkasnya

Dirinya mengingatkan kepada kementerian, jika punya rencana agar dapat disampaikan ke daerah yang ingin kesempatan, jika daerah tersebut tidak menyanggupi bisa geser ke provinsi yang lain.

Dia menerangkan Pemerintah Pusat dalam jangka waktu 10 tahun telah membangun bendungan sebanyak 42 bendungan dan 60 bendungan lagi akan selesai pembangunan nya. Kemudian, jalan tol 2.049 km, jalan nasional 5.833 km selesai, pelabuhan baru 25, airport baru/bandara baru 25.

“Tapi, ini tidak cukup. Kalau jalan tol sudah dibangun, Bappeda mestinya melihat disambungkan ke mana, ini kan utama, poros utamanya, terus disambungkan ke mana, sambungkan ke wilayah pariwisata, sambungkan ke wilayah perkebunan wilayah produktif, sambungkan ke wilayah pertanian yang produktif, sambungkan ke sentra-sentra kerajinan, itu harusnya yang mengerjakan daerah,” ingatnya.

Lanjutnya, sinkronisasi penyusunan RKP tahun 2025 harus berdasarkan prinsip yang pertama, sekali lagi programnya harus in line, harus seirama.

“Jangan sampai pusat ke kanan, daerah ke kiri. Kehilangan kita, akan kehilangan. Semuanya harus in line, semuanya harus seirama. Misalnya, pusat ingin meningkatkan produksi pangan, daerah malah mengonversi sawah menjadi properti, enggak sinkron namanya. Jadi yang pertama tadi program harus in line,” pesan Jokowi.

Sambung, Jokowi, kedua program harus berorientasi hasil, harus ada return ekonominya.

“Oleh sebab itu, harus fokus, jangan sampai ini bolak-balik saya sampaikan, yang namanya anggaran itu di ecer-ecer kepada dinas, dinas, dinas semuanya diberi, enggak ada mana yang skala prioritas, enggak jelas. Ada kenaikan 10 persen anggaran, semua diberi 10, 10, 10, 10, 10 persen, enggak jelas skala prioritasnya yang mana,” ujarnya.

Kemudian yang ketiga, program harus tepat sasaran dan strategis. Artinya APBD, APBN itu betul-betul manfaatnya kelihatan karena tepat sasaran.

“Jangan sampai ada saya lihat anggaran untuk stunting puskesmas, diberikan ke puskesmas, jadinya pagar puskesmas. Ada, jangan bilang enggak ada loh. Ada. Enggak ada hubungannya stunting sama pagar. Ada. Oleh sebab itu, saya berharap Musrenbangnas ini bisa menjadi sekrup penyambung agenda pembangunan pusat, provinsi, kabupaten dan kota agar semuanya in line, semuanya seirama, dan semuanya tepat sasaran, dan nanti hasilnya betul-betul dirasakan oleh Rakyat,” tutupnya.(Adv/Infotorial)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dibawah Pimpinan Bupati Anton dan Syafarudin Terapkan Manajemen Talenta

16 Maret 2026 - 13:14 WIB

Safari Ramadan Berakhir, Plh Bupati Rohul Ajak Warga Bayar Zakat Lewat Baznas

13 Maret 2026 - 19:14 WIB

Safari Ramadhan Terakhir , Pemkab Rohul Kunjungi Mesjid Al- Falah Pagarantapah

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Pemkab Rohul Fokus Pembinaan Spiritual Selain Infrastruktur

9 Maret 2026 - 13:18 WIB

Ramadhan Menguatkan, HIMAROHU Riau Menyatukan: Pemkab Rohul Gelar Buka Puasa Bersama Mahasiswa di Pekanbaru

7 Maret 2026 - 22:56 WIB

Trending di Rokan Hulu