Menu

Mode Gelap
Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Sempat Dikuasai Pihak Lain, Tanah Ahli Waris Sukamdani Sahid Kembali Setelah BPN Batalkan SHM Tumpang Tindih Buru Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Tebar Bonus Menginap hingga BBQ Gratis di Wedding Showcase Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia Rayakan 33 Tahun Perjalanan, Hotel Ciputra Jakarta Sajikan “33 Years of Flavors” World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam Beautiful Pain Ungkap Luka Pengkhianatan dan Fitnah, Raihaanun Perankan Perempuan yang Bangkit Demi Anak RUMAHSAKIT HADIRKAN “ANOMALI TOUR 2026”, MEMBAWA KEMBALI LAGU-LAGU TERSEMBUNYI KE TIGA KOTA

Kuansing

Bupati Kuansing Keluhkan Minimnya Bantuan Pusat untuk Pacu Jalur 2025

Perbesar

Kuansing, Detakindonesianews – Suasana riuh rendah mulai terasa di tepian Sungai Kuantan. Pacu jalur, salah satu festival budaya terakbar di Riau, akan segera bergulir dalam hitungan hari.

Namun, di tengah gemuruh persiapan yang kian memuncak, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, mengungkapkan sebuah harapan sekaligus tantangan yang masih menggantung, minimnya bantuan nyata dari pemerintah pusat.

Suhardiman Amby menjelaskan bahwa persiapan festival yang akan dimulai pada 20 Agustus ini telah mencapai 70 persen.

“Secara teknis sudah hampir rampung. Tinggal lagi ada turap-turap lokal yang sedang kami kerjakan,” ujarnya di Tepian Narosa, Jumat (15/8/2025).

Meskipun demikian, ia tak menampik bahwa dukungan dari pemerintah pusat masih sebatas konsep dan belum menyentuh aspek finansial.

“Menteri Pariwisata masih dalam bentuk dukungan-dukungan konsep, ya. Finansial belum. Kami masih menunggulah,” tegas Suhardiman.

Pernyataan ini mencerminkan situasi yang kerap dihadapi oleh pemerintah daerah dalam menyelenggarakan acara berskala nasional. Dukungan moral dan konseptual memang penting, namun bantuan finansial seringkali menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran dan kualitas acara.

Sorotan utama tertuju pada infrastruktur. Hingga kini, tribun penonton masih dibangun secara tradisional menggunakan kayu, sebuah pemandangan yang menunjukkan betapa kuatnya tradisi lokal, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan fasilitas yang lebih permanen dan aman.

“Kita butuh stadion permanen. Kita harap ada bantuan dari APBN,” harap Suhardiman.

Harapan ini bukan tanpa alasan, sebab pacu jalur bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan ajang yang menarik ribuan wisatawan dan menjadi roda penggerak ekonomi lokal.

Pekerja terlihat sibuk merampungkan pembangunan tribun dari kayu, berpacu dengan waktu untuk menyambut ribuan pasang mata yang akan membanjiri Tepian Narosa.

Di sisi lain, penataan tepi sungai Seberang Kuantan juga terus dilakukan. Alat berat masih terlihat bekerja menormalisasi tepian sungai, mengatasi pendangkalan yang menjadi salah satu tantangan bagi para ‘jalur’ untuk berlaga.

Pacu jalur adalah perayaan atas tradisi yang telah mengakar kuat. Setiap ‘jalur’, sebutan untuk perahu panjang khas Kuansing, tidak hanya melambangkan kebersamaan dan kegigihan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi setiap desa yang diwakilinya. Setiap kayuhan adalah cerminan dari semangat kolektif yang tak pernah padam.

Kini, dengan semakin dekatnya hari H, semua mata tertuju pada Kuansing. Para peserta terus berlatih, panitia bekerja keras, dan masyarakat bersiap menyambut.

Namun, di balik semua persiapan yang gigih, ada satu hal yang masih dinantikan yakni uluran tangan dari pemerintah pusat yang dapat membantu tradisi ini melaju lebih kencang, lebih megah, dan lebih permanen.

“Mudah-mudahan kedatangan Pak Presiden atau Wapres ada bantuan dalam bentuk bantuan permanen, infrastruktur,” pungkas Suhardiman.

Suhardyman menyampaikan, ucapan ini bukan hanya sebuah harapan pribadi, tetapi juga mewakili suara ribuan masyarakat Kuansing yang mendambakan pengakuan dan dukungan penuh terhadap warisan budaya mereka.(Inf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Suhardiman Tutup PBSI Cup I, Pembinaan Olahraga Pelajar Jadi Sorotan

20 Mei 2026 - 08:40 WIB

Bupati Suhardiman Tutup PBSI Cup I, Pembinaan Olahraga Pelajar Jadi Sorotan

19 Mei 2026 - 19:53 WIB

Di Safari Ramadan Sentajo Raya, Wabup Muklisin Dengar Langsung Aspirasi Warga

13 Maret 2026 - 20:33 WIB

Pemprov dan Pemkab Kuansing Bahas Kesiapan MTQ Riau 2026 Saat Peninjauan Lokasi

12 Maret 2026 - 19:49 WIB

Kurangi Padatnya Jalur Nasional, Suhardiman Ajukan Pembangunan Jalan Gunung Sahilan–Sako

12 Maret 2026 - 19:18 WIB

Trending di Kuansing