Menu

Mode Gelap
Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Jakarta Fair Kemayoran Kembali Digelar Mulai 11 Juni 2026, Siap Sambut Animo Masyarakat Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA OPPO Resmi Luncurkan OPPO A6c: Desain Stylish Premium, dengan Baterai Besar 7000mAh dan Performa Andal LABA BERSIH GZCO MELONJAK 72,4% PADA 2025, SIAP GELONTORKAN CAPEX Rp161 MILIAR UNTUK EKSPANSI DAN REPLANTING APPM RIAU LAPORKAN PERTAMINA DAN KSO TERKAIT PROYEK PENANGANAN LIMBAH B3 KE SKK MIGAS, DESAK BLACKLIST KONTRAKTOR BI Rate Naik ke 5,25%, Rumah123: Dampak ke Cicilan KPR Baru Terasa Akhir 2026 MD Pictures Rilis Final Poster & Trailer “402 Rumah Sakit Angker Korea”: Ketika Mistis Lokal Meneror Koridor Dunia United Tractors Pandu Engineering Raih Predikat Tertinggi pada Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026

Nasional

BI Rate Naik ke 5,25%, Rumah123: Dampak ke Cicilan KPR Baru Terasa Akhir 2026

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 8 Juni 2026 — Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026 diperkirakan belum akan langsung berdampak pada kenaikan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Portal properti Rumah123 menilai terdapat jeda transmisi kebijakan moneter ke suku bunga kredit perbankan yang dapat berlangsung hingga enam bulan.

Berdasarkan analisis historis Rumah123 terhadap Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) rata-rata lima bank dengan pertumbuhan KPR terbesar, yaitu BCA, BRI, Bank Mandiri, BTN, dan BNI, pergerakan bunga kredit perbankan tidak selalu sejalan dengan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Rumah123 mencatat adanya fenomena decoupling, yakni kondisi ketika BI Rate dan SBDK bergerak berlawanan arah. Pada akhir 2024, misalnya, saat Bank Indonesia mulai memangkas suku bunga acuan secara bertahap, SBDK perbankan justru meningkat dari 8,52 persen menjadi 9,27 persen.

VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank mempertimbangkan berbagai faktor lain dalam menentukan bunga kredit, seperti biaya dana (cost of fund), target margin, kondisi likuiditas, hingga tingkat persaingan di pasar KPR.

“Ketika suku bunga meningkat, konsumen umumnya tidak langsung membatalkan rencana membeli rumah. Yang lebih sering terjadi adalah mereka memperpanjang fase pertimbangan, melakukan lebih banyak simulasi pembiayaan, dan menjadi lebih selektif dalam menentukan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan cicilan mereka,” ujar Firman dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, perubahan suku bunga lebih banyak tercermin pada perilaku konsumen yang menjadi lebih berhati-hati dibandingkan langsung menekan transaksi secara signifikan.

Trafik Simulasi KPR Turun 30 Persen

Rumah123 menemukan dampak kenaikan bunga kredit lebih cepat terlihat pada tahap awal pencarian informasi. Saat SBDK masih stabil di kisaran 7,3 persen, trafik halaman simulasi KPR berada pada level tinggi.

Namun ketika bunga kredit mulai meningkat, rata-rata kunjungan ke laman simulasi KPR Rumah123 sempat turun hingga 30 persen pada Oktober 2024.

Meski demikian, pasar properti dinilai masih menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada 2024, ketika SBDK bergerak naik ke rentang 8,5 persen hingga 9,8 persen, permintaan properti di portal Rumah123 justru tumbuh 61,2 persen secara tahunan (year-on-year).

Data Rumah123 juga menunjukkan segmen menengah masih menjadi motor utama pasar properti nasional. Pada kuartal I 2026, hunian dengan harga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar mendominasi permintaan dengan porsi 35,5 persen dari total pencarian.

Segmen tersebut diikuti properti dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebesar 22,7 persen, serta hunian di bawah Rp500 juta sebesar 18,1 persen.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan dominasi permintaan pada rentang harga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar menunjukkan pasar masih ditopang oleh kebutuhan riil masyarakat.

“Permintaan terbesar saat ini masih berasal dari segmen rumah Rp1 miliar hingga Rp3 miliar yang umumnya merupakan keluarga baru maupun masyarakat urban dengan kebutuhan hunian riil dan profil finansial yang lebih matang,” katanya.

Dampak Diproyeksikan Terasa Akhir Tahun

Marisa memperkirakan dampak kenaikan BI Rate terhadap penyaluran KPR baru akan terlihat lebih nyata pada akhir 2026 hingga awal 2027. Berdasarkan pola historis, transmisi kebijakan moneter ke pasar pembiayaan properti membutuhkan waktu sekitar enam bulan sebelum memengaruhi keputusan kredit maupun aktivitas pasar secara lebih luas.

“Kami memproyeksikan bahwa dampak kenaikan BI Rate Mei 2026 terhadap penyaluran KPR perbankan kemungkinan baru akan terasa secara nyata di pasar sekitar kuartal IV 2026 hingga kuartal I 2027,” ujarnya.

Di tengah dinamika suku bunga tersebut, Rumah123 menyatakan akan terus menyediakan berbagai layanan pembiayaan, mulai dari kalkulator KPR, pengajuan KPR ke berbagai bank, hingga fasilitas KPR take over guna membantu masyarakat menyesuaikan kemampuan finansial dalam membeli rumah.Lead dan struktur berita ini sudah mengikuti format hard news dengan penekanan pada dampak kenaikan BI Rate terhadap pasar KPR serta proyeksi waktu dampaknya terhadap konsumen dan industri properti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LABA BERSIH GZCO MELONJAK 72,4% PADA 2025, SIAP GELONTORKAN CAPEX Rp161 MILIAR UNTUK EKSPANSI DAN REPLANTING

10 Juni 2026 - 12:07 WIB

United Tractors Pandu Engineering Raih Predikat Tertinggi pada Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026

9 Juni 2026 - 08:14 WIB

Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka

9 Juni 2026 - 04:11 WIB

65% Muslim Indonesia Belum Menabung Haji Secara Rutin, Muslim Pro dan Maybank Syariah Luncurkan Gerakan #YukHaji

8 Juni 2026 - 12:25 WIB

ASICS Global Running Day 2026 Hadir di 10 Kota Indonesia, Rayakan Semangat Lari dengan GEL-KAYANO™ 33

8 Juni 2026 - 10:53 WIB

Trending di Nasional