Detakindonesianews.com, Jakarta, 2 November 2026 — Persentase penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai 11,97% menurut hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Angka ini menandakan bahwa Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk yang semakin menegaskan pentingnya menjaga kesehatan, kemandirian, dan kualitas hidup lansia. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Physiorehab membuka cabang ke-14 yang merupakan cabang terbesarnya di Muara Karang, Jakarta Utara, menghadirkan layanan fisioterapi bagi berbagai kelompok usia, mulai dari atlet muda, pekerja aktif, hingga lansia.
Pada usia lanjut, fungsi tubuh berubah sehingga memengaruhi mobilitas dan kemampuan seseorang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Keluhan seperti nyeri dan kekakuan pada bagian lutut, keterbatasan gerak bahu, hingga melambatnya langkah menjadi beberapa kondisi yang dapat dialami lansia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat bahwa penyakit sendi yang didiagnosis oleh dokter dialami oleh 18,6% penduduk berusia 65–74 tahun dan 18,9% penduduk berusia 75 tahun ke atas.
Dalam hal ini, fisioterapi berperan dalam membantu mengurangi nyeri, menjaga kekuatan otot, serta meningkatkan fungsi gerak agar pasien dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal. Pendekatan fisioterapi juga dapat mendukung penanganan berbagai kondisi, termasuk osteoarthritis atau pengapuran sendi, frozen shoulder, serta pemulihan setelah stroke maupun operasi penggantian sendi lutut dan pinggul.
“Kami menghadirkan Physiorehab terbesar di Muara Karang agar layanan fisioterapi semakin mudah dijangkau masyarakat Jakarta Utara dan sekitarnya, baik generasi muda yang aktif berolahraga maupun lansia yang ingin tetap mandiri. Sebagai cabang ke-14, Muara Karang menjadi bagian dari komitmen kami untuk semakin memperluas akses layanan dengan standar yang konsisten di setiap lokasi,” ujar Adam Salim, CEO and Founder Physiorehab.
Dengan luas sekitar 555 meter persegi, Physiorehab Muara Karang merupakan klinik terbesar Physiorehab sekaligus salah satu fasilitas fisioterapi dengan area terluas di Jakarta. Klinik ini dilengkapi 18 bed perawatan, rehabilitation gym serta Super Inductive System (SIS), teknologi terapi berbasis medan elektromagnetik berintensitas tinggi yang untuk pertama kalinya hadir di Physiorehab Jakarta untuk membantu meredakan nyeri dan menstimulasi otot sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
Layanan Physiorehab Muara Karang mencakup fisioterapi geriatri, pemulihan pascaoperasi, rehabilitasi cedera olahraga, dan fisioterapi umum. Seluruh layanan menerapkan pendekatan evidence-based yang memadukan terapi manual, latihan terapeutik, dan teknologi pendukung sesuai kebutuhan setiap pasien.
“Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan gerak yang berbeda. Karena itu, fisioterapi dimulai dari memahami kondisi pasien, dilanjutkan dengan latihan yang sesuai dan pemantauan perkembangan secara berkala. Bagi lansia, latihan kekuatan dan keseimbangan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari,” kata Simon Tri Prasetyo, Founder and Chief Physiotherapist Physiorehab.
Rangkaian diawali dengan Grand Opening pada 31 Oktober 2026 yang mengundang komunitas lansia. Kegiatan berupa senam lansia di area rehabilitation gym Physiorehab Muara Karang, dilanjutkan sesi bincang bersama Simon Tri Prasetyo sebagai Founder and Chief Physiotherapist Physiorehab mengenai longevity dan peregangan untuk menjaga kelenturan sendi.
Hingga saat ini, Physiorehab telah melayani lebih dari 20.000 pasien melalui 100.000 sesi terapi. Dengan dibukanya cabang Muara Karang,
Physiorehab terus memperluas jangkauan layanannya dan menargetkan pengembangan hingga 16 klinik pada akhir 2026 Untuk informasi lebih lanjut mengenai Physiorehab dan layanan yang tersedia, kunjungi www.physiorehab.id dan ikuti Instagram @physiorehab.id.
