Menu

Mode Gelap
Film ‘Nobody Loves Kay’ Rilis Trailer & Poster: Perjuangan Nekat Kay Demi Prove Them Wrong’ dan Taklukkan Dunia E-sport! Java Festival Production Sediakan Layanan Shuttle Khusus ke myBCA International Java Jazz Festival 2026 Grand Opening Grand Luxcamp Rice Terrace Pangandaran By Horison: Pengalaman Menginap Ekslusif di Tengah Sawah V+ SHORT Hadir Membawa Terobosan Dalam Mobile StoryTelling pada Peluncuran Ekslusif di Hongkong Pemerintah Siapkan Dana Rp20 Triliun untuk Hilirisasi Perunggasan, Peternak Rakyat Didorong Naik Kelas di AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan Liburan Sambil Berkendara: Ducati Indonesia Promosikan Bali ke Dunia Lewat We Ride As One Perkuat Konsep Living in Style, Agung Podomoro Hadirkan Fasilitas Club House di Seluruh Proyek Hunian di Indonesia Adakan Wedding Open House Bersama Kara Brides, Hotel Ciputra Jakarta Hadirkan Berbagai Penawaran Menarik Ketua GERMAS PPA Riau Kecam Keras Leni Asmita, Diduga Lakukan Penghinaan Terhadap Guru SDN 003 Kubu Kasad Pimpin Rapat Tahunan Tutup Buku 2025 Yayasan Dhekarta PERKUAT BENTENG SPIRITUAL, KODAERAL III IKUTI KAUSERI AGAMA SERENTAK JAJARAN KOARMADA RI

Nasional

Yudianto Yosgiarso, Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN): Tolak Tegas Wacana Investor Asing Masuk ke Sektor Budidaya Ayam Petelur Nasional

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, Jumat (08/05/26) – Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso, menegaskan penolakan peternak rakyat terhadap wacana masuknya investor asing pada sektor budidaya petelur nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk Peran Serta Pemerintah dalam Mensejahterakan Petani Peternak melalui Hilirisasi Perunggasan Nasional di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.

Dalam wawancaranya, Yudianto mempertanyakan munculnya isu swasembada telur yang dinilai seolah mengabaikan perjuangan panjang peternak nasional selama bertahun-tahun.

“Pertanyaan ini kan bilang swasembada telur, tapi kenapa harus didatangkan profesor? Justru itu yang menyebabkan keresahan dan kemarahan peternak. Kami sudah bertahun-tahun mengupayakan swasembada telur ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peternak rakyat telah mampu bertahan menghadapi berbagai krisis besar, mulai dari krisis moneter, wabah avian influenza, pandemi Covid-19, hingga krisis jagung tanpa membebani pemerintah secara berlebihan.

“Bagaimanapun kami peternak tidak pernah mengganggu pemerintah. Kami terus berjuang sendiri. Yang kami perlukan sebenarnya hanya harga jagung yang wajar,” katanya.

Yudianto juga menyoroti kondisi industri petelur yang saat ini mengalami tekanan akibat oversupply telur. Menurutnya, di tengah kondisi harga telur yang turun, justru muncul wacana menggandeng investor asing untuk masuk ke sektor budidaya ayam petelur nasional.

“Kami tidak keberatan kalau investasi asing masuk untuk teknologi atau sektor pendukung industri. Tapi kalau masuk ke budidaya, peternak pasti marah. Peternak rakyat sungguh menolak semuanya ini,” tegasnya.

Ia menyebut penolakan tersebut merupakan aspirasi bersama peternak rakyat di berbagai daerah yang sebelumnya juga telah dibahas dalam pertemuan peternak di Solo pada 2 Mei 2026.

Lebih lanjut, Yudianto meminta pemerintah melibatkan asosiasi peternak dalam setiap pengambilan keputusan terkait perizinan industri peternakan. Menurutnya, peternak di lapangan lebih memahami kondisi supply dan demand di masing-masing daerah.

“Kami ingin asosiasi kami diakui, disahkan, dan dilibatkan dalam setiap keputusan, terutama soal perizinan industri peternakan.

Kami yang lebih tahu daerah mana yang sudah oversupply,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi pasca-Lebaran yang menyebabkan penumpukan telur di kandang peternak akibat lemahnya penyerapan pasar dan liburnya distribusi perdagangan.

Dalam kesempatan tersebut, Yudianto juga meminta pemerintah memperkuat penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap telur dapat menjadi menu utama yang wajib terserap secara maksimal demi mendukung program penanganan stunting nasional.

“Kami mohon kepada Kepala Badan Gizi maupun langsung kepada Presiden Prabowo agar MBG benar-benar menyerap telur peternak. Jangan sampai telur dibuang menjadi sampah karena alasan anak bosan makan telur,” katanya.

Menurutnya, telur merupakan sumber protein murah dan efektif dalam mendukung perbaikan gizi anak-anak Indonesia.

Selain itu, Yudianto optimistis keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih) nantinya dapat membantu penyerapan hasil peternakan nasional, termasuk telur dan jagung petani.

“Kami berharap seluruh koperasi peternak di Indonesia dapat dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan KopDes, MBG, maupun program pemerintah lainnya,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Yudianto mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Menteri Pertanian terkait berbagai persoalan yang dihadapi peternak rakyat dan kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah.

“Saya Yudianto Yosgiarso, Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional. Kami berharap pemerintah benar-benar mendengar suara peternak rakyat,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Liburan Sambil Berkendara: Ducati Indonesia Promosikan Bali ke Dunia Lewat We Ride As One

14 Mei 2026 - 07:56 WIB

Perkuat Konsep Living in Style, Agung Podomoro Hadirkan Fasilitas Club House di Seluruh Proyek Hunian di Indonesia

13 Mei 2026 - 13:26 WIB

Ketua GERMAS PPA Riau Kecam Keras Leni Asmita, Diduga Lakukan Penghinaan Terhadap Guru SDN 003 Kubu

13 Mei 2026 - 04:59 WIB

Ancol Perkuat Keselamatan Wisata Bahari melalui Penerimaan E-Pas Kecil

12 Mei 2026 - 04:10 WIB

Grand Opening Grand Luxcamp Rice Terrace Pangandaran By Horison: Pengalaman Menginap Ekslusif di Tengah Sawah

9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Trending di Nasional