Detakindonesianews.com, Jakarta – Setelah lebih dari enam bulan berkeliling Pulau Jawa, proyek Bibliothèque Mobile (BiMo) atau Perpustakaan Keliling mencapai akhirnya. Upacara penutupan digelar pada 28 April di Taman Menteng, Jakarta, untuk merayakan inisiatif yang didedikasikan untuk mempromosikan kebiasaan membaca ini.
Diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia – Institut français d’Indonésie (IFI) dan Penerbit Erlangga, proyek BiMo merupakan bagian dari program “AYO BACA!”, sebuah gagasan yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan generasi muda Indonesia.
Diluncurkan dan diresmikan oleh Rachida Dati, Menteri Kebudayaan Prancis, selama kunjungannya ke Jakarta pada Mei 2025 dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, program “AYO BACA!” mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk memperkuat kerja sama kebudayaan dan mempromosikan sastra.
Program “AYO BACA!” telah diawali dengan penyelenggaraan penghargaan sastra yang menyoroti para penulis sastra Prancis kontemporer serta serangkaian acara yang mempertemukan para penulis terkemuka dari kancah sastra Indonesia kontemporer.
Bagian lain dari program ini yaitu peluncuran perpustakaan keliling BiMo pada tanggal 23 September 2025 di Taman Bungkul, Surabaya, yang dihadiri oleh peserta didik sekolah dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Di setiap perhentian di total enam kota — Yogyakarta pada Oktober 2025, dilanjutkan dengan Solo, Malang, dan Bandung pada 18 Desember 2025 — BiMo menyuguhkan program yang memadukan lokakarya membaca, permainan edukatif dalam bahasa Prancis, serta pertunjukan seni kepada ratusan peserta didik.
Untuk menandai berakhirnya bab ini, upacara penutupan pada 28 April (Taman Menteng, Jakarta) menyoroti momen-momen penting tur ini melalui pemutaran video retrospektif, dilanjutkan dengan sambutan dari mitra proyek dan perwakilan Pemerintah Daerah Jakarta.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan berbagai aktivitas seputar membaca yang diselenggarakan oleh IFI. Para peserta berkesempatan untuk menjelajahi “Wall of Impact” yang dirancang untuk mengumpulkan masukan dari para peserta, sebelum acara ditutup dengan pertunjukan yang dibawakan oleh para peserta didik.
Melalui kerja sama ini, Institut français d’Indonésie dan Penerbit Erlangga menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperluas akses terhadap buku-buku serta memperkenalkan sastra Prancis kontemporer kepada masyarakat Indonesia.
Meskipun satu babak telah ditutup, komitmen untuk mempromosikan sastra Prancis tetap berlanjut: tahun 2026 akan menandai penyelenggaraan edisi pertama penghargaan sastra berbahasa Prancis Choix Goncourt di Indonesia.
Dengan bergabung dalam inisiatif ini, Indonesia menjadi negara ke-51 dalam penghargaan bergengsi ini, sehingga turut berkontribusi pada penyebaran sastra berbahasa Prancis di luar seluruh dunia.
Temukan informasi selengkapnya di situs web: https://www.ifi-id.com/ayo-baca/
