Menu ✖

Mode Gelap
KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun

TNI/Polri

10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Dibawa ke RS Bhayangkara, Proses Identifikasi Berjalan

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta — Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri menyampaikan bahwa proses identifikasi terhadap korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi masih terus berjalan. Hingga saat ini, rumah sakit telah menerima 10 kantong jenazah sejak pukul 03.00 WIB.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah tersebut

“Kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang tertimpa musibah kecelakaan kereta api di Bekasi,” ujarnya pada Selasa (28/04/2026) di RS Polri.

Ia menjelaskan, 10 jenazah yang diterima di RS Bhayangkara seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 keluarga telah melapor ke Posko Antemortem untuk menyampaikan laporan kehilangan anggota keluarga.

“Saat ini proses identifikasi masih terus berjalan. Kami bekerja sama dengan tim dari Pusident Polri, Polda Metro Jaya, Polres, dan Mabes Polri untuk mempercepat proses identifikasi terhadap para korban,” jelasnya.

Brigjen Pol Prima menerangkan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga korban dengan data postmortem dari jenazah. Setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan rekonsiliasi untuk memastikan kecocokan data dan menetapkan identitas korban secara resmi.

Ia juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan belum melapor agar segera datang ke Posko Antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri. Keluarga diminta membawa dokumen atau data pendukung, seperti foto korban yang memperlihatkan kondisi gigi, dokumen identitas, ijazah, atau dokumen lain yang memuat data sidik jari.

“Terkait kendala, ada beberapa jenazah yang saat pemeriksaan awal belum langsung keluar identitasnya. Hal ini masih kami dalami melalui pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Menurutnya, secara umum kondisi jenazah masih memungkinkan untuk dilakukan identifikasi. Namun, terdapat beberapa jenazah yang mengalami kerusakan pada bagian tubuh tertentu sehingga memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.

“Apabila proses pencocokan data antemortem dan postmortem telah selesai, kami akan segera merilis hasilnya secara resmi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan

22 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Sinergi Umaro dan Ulama Dinilai Perkuat Citra Humanis Polri di Tengah Masyarakat

22 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Hadapi Ancaman Hukum Modern, Kasad Dorong Penguatan Kompetensi Prajurit Hukum

21 Oktober 2026 - 09:23 WIB

TEGAS BERANTAS NARKOTIKA, DANKODAERAL III HADIRI PEMUSNAHAN BARANG BUKTI VAPE SENILAI RP 34,9 MILIAR

19 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Dugaan Jaringan Curanmor Jakarta-Lampung, Sita Revolver Rakitan dan 8 Butir Amunisi

13 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Trending di TNI/Polri