PEKANBARU, Detakindonesianews – Bupati Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab, Murti Salma, mengecam keras dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru terhadap seorang siswi di Pekanbaru.
Peristiwa tersebut dinilai mencederai dunia pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para pelajar.

Murti Salma menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi, terlebih jika dilakukan oleh seorang tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan dan pelindung bagi para siswa di lingkungan sekolah.
“Kami mengecam keras dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru terhadap seorang siswi. Dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang, bukan justru menjadi ruang yang menimbulkan trauma bagi korban,” tegas Murti Salma.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional agar korban mendapatkan keadilan yang seharusnya.
Selain itu, Murti Salma meminta pihak terkait untuk mengambil langkah tegas terhadap oknum guru yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, termasuk menonaktifkan atau memberhentikan sementara selama proses hukum berlangsung.
“Kami berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan tidak memberikan ruang bagi pelaku kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan,” tambahnya.
HIMA Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab juga menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut serta mendorong agar korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak.

















