Menu ✖

Mode Gelap
All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D PESTAPORA 2026 Hadirkan “Musik yang Bisa Dicium”, Kolaborasi ATSIRI Luncurkan Dua Aroma Spesial BUMI dan BUGAR Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Musda XI Golkar Jakbar: Ryanald Jonathan Terpilih Aklamasi, Target Tambah Kursi DPRD DKI pada Pemilu 2029 World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau? Brimob Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta ASICS Kembali Gelar Jakarta : Speed : Race 2026, Tampilkan Beauty of Sunrise dengan SONICBLAST™ 2 RISE & SHINE™ Collection Pree Screening & Gala Premiere “Lobang Buaya”: Trailer Bikin Penonton Merasa Tahu Dalangnya, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist, Tayang 1 Oktober 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kemenperin Tampilkan Kesiapan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia Kang Didi dan Mpo Citra Launching Podcast Desil 1, Guru Gembul Bongkar Realitas di Balik Kemiskinan

Berita

Petani Serahkan 311 Hektare Lahan Sawit di TNTN ke Negara, Satgas PKH Apresiasi Langkah Sukarela

Perbesar

PEKANBARU, Detak Indonesia News – Komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Sebanyak 311 hektare lahan kelapa sawit yang berada di dalam kawasan konservasi tersebut diserahkan secara sukarela oleh Kelompok Tani Maju, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, kepada negara.

Langkah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok Tani Maju, Suyadi, yang menyatakan kesediaan bersama para anggotanya untuk menghentikan aktivitas perkebunan sawit ilegal dan memulihkan fungsi kawasan hutan.

“Hari ini kami memusnahkan pohon sawit secara bertahap dan akan menggantinya dengan tanaman hutan. Ini bentuk komitmen kami dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan,” ujar Suyadi dalam kegiatan yang digelar Rabu (2/7/2025), di hadapan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan sejumlah pejabat daerah maupun pusat.

Lahan yang diserahkan sebelumnya ditanami sekitar 40 ribu batang sawit dengan usia tanaman bervariasi antara 1 hingga 15 tahun. Hingga saat ini, sebanyak 13 ribu batang sawittelah dimusnahkan, dan proses reforestasi akan terus berlanjut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dansatgas PKH Brigjen TNI Dody Tri Winarto, Dirjen KSDAE KLHK Satyawan Pudyatmoko, Plt Sekda Provinsi Riau M. Job Kurniawan, Kajati Riau Akmal Abbas, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Danrem 031/WB Brigjen TNI Sugiyono.

Suyadi juga menyampaikan kesediaannya untuk mengajak masyarakat lain di sekitar TNTN melakukan hal serupa.

“Kami akan terus mengajak warga di Tesso Nilo agar secara sukarela menyerahkan lahannya dan mendukung program pemulihan hutan,” tegasnya.

712 Hektare Lahan Sudah Dikembalikan Sukarela

Wakil Dansatgas PKH, Brigjen TNI Dody Tri Winarto, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kelompok Tani Maju. Ia menyebut bahwa penyerahan lahan sawit secara sukarela ini merupakan bagian dari program reforestasi yang sedang digencarkan pemerintah.

“Hari ini kita menerima 311 hektare. Sebelumnya sudah ada 401 hektare. Jadi total sudah 712 hektare lahan di dalam kawasan TNTN yang diserahkan secara sukarela dan telah terverifikasi,” jelas Brigjen Dody.

Ia menekankan bahwa Satgas PKH memprioritaskan pendekatan persuasif dan kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan alih fungsi lahan di kawasan TNTN.

“Penegakan hukum adalah upaya terakhir. Pendekatan kita tetap humanis. Kalau masyarakat mau bekerja sama dan menyerahkan lahannya, tentu ini akan jauh lebih baik bagi semua pihak,” tegasnya.

Brigjen Dody juga menjelaskan bahwa penanganan akan difokuskan pada wilayah yang benar-benar berada di dalam kawasan TNTN, untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami targetkan minimal 50 hingga 70 persen lahan sawit di dalam TNTN bisa dikembalikan secara sukarela,” lanjutnya.

Pemulihan Hutan Libatkan Warga Secara Aktif

Lahan-lahan yang telah dikembalikan kepada negara akan dipulihkan melalui penanaman pohon hutan sesuai peruntukannya. Dalam prosesnya, Satgas PKH juga akan tetap melibatkan masyarakat pemilik lahan agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap proses restorasi.

“Kami minta para pemilik lahan ikut bertanggung jawab, sejauh kemampuan mereka, dalam proses rehabilitasi ini,” ujar Dody.

Ia berharap langkah positif ini bisa menjadi teladan nasional dalam upaya penyelamatan kawasan hutan konservasi.

“Kegiatan ini harus menjadi inspirasi bagi masyarakat lain. Kita tidak punya pilihan selain terus maju dan menyelamatkan TNTN. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OBH YHRS Terima Penghargaan Sebagai Posbakum Terbaik se-Riau

3 September 2026 - 15:04 WIB

Dugaan Gudang Penimbunan dan Pengolahan BBM Ilegal Oplosan Miliki Yuda di Siak Jadi Sorotan, Warga Minta Aparat Bertindak

29 Agustus 2026 - 07:43 WIB

TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

21 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Soroti Ribuan Kasus Kekerasan Anak, Teuku Reyza Dorong Riau Buktikan Diri sebagai Provinsi Layak Anak

14 Agustus 2026 - 17:44 WIB

TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center

25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Trending di Berita