Menu

Mode Gelap
Film ‘Nobody Loves Kay’ Rilis Trailer & Poster: Perjuangan Nekat Kay Demi Prove Them Wrong’ dan Taklukkan Dunia E-sport! Java Festival Production Sediakan Layanan Shuttle Khusus ke myBCA International Java Jazz Festival 2026 Grand Opening Grand Luxcamp Rice Terrace Pangandaran By Horison: Pengalaman Menginap Ekslusif di Tengah Sawah V+ SHORT Hadir Membawa Terobosan Dalam Mobile StoryTelling pada Peluncuran Ekslusif di Hongkong Pemerintah Siapkan Dana Rp20 Triliun untuk Hilirisasi Perunggasan, Peternak Rakyat Didorong Naik Kelas di AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan BioKids Color Day, Cara Seru Anak-anak Belajar Mencintai Satwa di Ancol Liburan Sambil Berkendara: Ducati Indonesia Promosikan Bali ke Dunia Lewat We Ride As One Perkuat Konsep Living in Style, Agung Podomoro Hadirkan Fasilitas Club House di Seluruh Proyek Hunian di Indonesia Adakan Wedding Open House Bersama Kara Brides, Hotel Ciputra Jakarta Hadirkan Berbagai Penawaran Menarik Ketua GERMAS PPA Riau Kecam Keras Leni Asmita, Diduga Lakukan Penghinaan Terhadap Guru SDN 003 Kubu Kasad Pimpin Rapat Tahunan Tutup Buku 2025 Yayasan Dhekarta

Berita

Petani Serahkan 311 Hektare Lahan Sawit di TNTN ke Negara, Satgas PKH Apresiasi Langkah Sukarela

Perbesar

PEKANBARU, Detak Indonesia News – Komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Sebanyak 311 hektare lahan kelapa sawit yang berada di dalam kawasan konservasi tersebut diserahkan secara sukarela oleh Kelompok Tani Maju, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, kepada negara.

Langkah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok Tani Maju, Suyadi, yang menyatakan kesediaan bersama para anggotanya untuk menghentikan aktivitas perkebunan sawit ilegal dan memulihkan fungsi kawasan hutan.

“Hari ini kami memusnahkan pohon sawit secara bertahap dan akan menggantinya dengan tanaman hutan. Ini bentuk komitmen kami dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan,” ujar Suyadi dalam kegiatan yang digelar Rabu (2/7/2025), di hadapan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan sejumlah pejabat daerah maupun pusat.

Lahan yang diserahkan sebelumnya ditanami sekitar 40 ribu batang sawit dengan usia tanaman bervariasi antara 1 hingga 15 tahun. Hingga saat ini, sebanyak 13 ribu batang sawittelah dimusnahkan, dan proses reforestasi akan terus berlanjut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dansatgas PKH Brigjen TNI Dody Tri Winarto, Dirjen KSDAE KLHK Satyawan Pudyatmoko, Plt Sekda Provinsi Riau M. Job Kurniawan, Kajati Riau Akmal Abbas, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Danrem 031/WB Brigjen TNI Sugiyono.

Suyadi juga menyampaikan kesediaannya untuk mengajak masyarakat lain di sekitar TNTN melakukan hal serupa.

“Kami akan terus mengajak warga di Tesso Nilo agar secara sukarela menyerahkan lahannya dan mendukung program pemulihan hutan,” tegasnya.

712 Hektare Lahan Sudah Dikembalikan Sukarela

Wakil Dansatgas PKH, Brigjen TNI Dody Tri Winarto, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kelompok Tani Maju. Ia menyebut bahwa penyerahan lahan sawit secara sukarela ini merupakan bagian dari program reforestasi yang sedang digencarkan pemerintah.

“Hari ini kita menerima 311 hektare. Sebelumnya sudah ada 401 hektare. Jadi total sudah 712 hektare lahan di dalam kawasan TNTN yang diserahkan secara sukarela dan telah terverifikasi,” jelas Brigjen Dody.

Ia menekankan bahwa Satgas PKH memprioritaskan pendekatan persuasif dan kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan alih fungsi lahan di kawasan TNTN.

“Penegakan hukum adalah upaya terakhir. Pendekatan kita tetap humanis. Kalau masyarakat mau bekerja sama dan menyerahkan lahannya, tentu ini akan jauh lebih baik bagi semua pihak,” tegasnya.

Brigjen Dody juga menjelaskan bahwa penanganan akan difokuskan pada wilayah yang benar-benar berada di dalam kawasan TNTN, untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami targetkan minimal 50 hingga 70 persen lahan sawit di dalam TNTN bisa dikembalikan secara sukarela,” lanjutnya.

Pemulihan Hutan Libatkan Warga Secara Aktif

Lahan-lahan yang telah dikembalikan kepada negara akan dipulihkan melalui penanaman pohon hutan sesuai peruntukannya. Dalam prosesnya, Satgas PKH juga akan tetap melibatkan masyarakat pemilik lahan agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap proses restorasi.

“Kami minta para pemilik lahan ikut bertanggung jawab, sejauh kemampuan mereka, dalam proses rehabilitasi ini,” ujar Dody.

Ia berharap langkah positif ini bisa menjadi teladan nasional dalam upaya penyelamatan kawasan hutan konservasi.

“Kegiatan ini harus menjadi inspirasi bagi masyarakat lain. Kita tidak punya pilihan selain terus maju dan menyelamatkan TNTN. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

3 Mei 2026 - 11:53 WIB

IKKS Riau Didorong Aktifkan Wisma Jalur, Suhardiman Soroti Peran Ekonomi Perantau

14 Maret 2026 - 19:05 WIB

Menebar Berkah Ramadhan, PT. Golden Satya Perkasa Kolaborasi Dengan Germas PPA Riau Santuni Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Perawang

14 Maret 2026 - 16:22 WIB

Kuansing Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih, Ekonomi Desa Diharapkan Bangkit

13 Maret 2026 - 19:34 WIB

DWP Kuansing Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil

13 Maret 2026 - 12:41 WIB

Trending di Berita