Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Polda Jateng Gandeng IPOT Transformasi AI dan Literasi Finansial Generasi Muda eSports di Kapolda Jateng Cup 2026 Polda Metro Jaya Siapkan 4.057 Personel Layani Aksi Penyampaian Pendapat di Jakarta MILKLAB Gandeng Kafe-Kafe Independen Luncurkan Program Café Hopping “Sip, Explore, and Win” Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara

Nasional

Sri Haryati Dirjen Perumahan Perkotaan: Kementerian PKP Sedang Mematangkan Regulasi FLPP Khusus Untuk Rumah Susun

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sedang mematangkan regulasi untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) khusus untuk rumah susun atau rusun subsidi.

“Saat ini kami juga sedang menggodok regulasi untuk FLPP khusus untuk rusun,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati di sela-sela pertemuan Menteri PKP dengan para Pengembang Komersial di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Sri menambahkan bahwa sebetulnya untuk rusun pun ada mekanisme FLPP, namun saat ini memang belum banyak.

“Berarti ada hal yang perlu kita sesuaikan, ini pun kita sedang godok, pada saatnya nanti sudah oke kita juga akan lakukan hal seperti ini di mana kita akan undang juga dari para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan,” katanya.

Kebijakan rumah susun menjadi perhatian dari Kementerian PKP, terlebih lagi di wilayah perkotaan itu nantinya juga akan banyak hunian yang mengusung hunian vertikal.

Kementerian PKP saat ini sedang mendorong bagaimana rusun dengan mekanisme FLPP bisa betul-betul berjalan, mengingat pada kenyataannya di wilayah perkotaan soal rusun masih sangat menantang.

“Oh mungkin harga per meter perseginya harus kita sesuaikan atau mungkin aturannya harus dibuat berbeda dengan yang rumah tapak, jadi itu juga kita kerjakan,” kata Sri.

FLPP ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu MBR dalam memiliki rumah bersubsidi yang layak huni, berkualitas serta angsuran KPR yang terjangkau. Apalagi FLPP yang merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah mampu meningkatkan perekonomian sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

FLPP diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah bersubsidi berkualitas yang dibangun pengembang dengan harga dan angsuran KPR yang terjangkau dan tetap selama masa tenor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Jateng Gandeng IPOT Transformasi AI dan Literasi Finansial Generasi Muda eSports di Kapolda Jateng Cup 2026

22 Juni 2026 - 09:48 WIB

MILKLAB Gandeng Kafe-Kafe Independen Luncurkan Program Café Hopping “Sip, Explore, and Win”

22 Juni 2026 - 05:13 WIB

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Trending di Nasional