Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Infotainment

Film Gaza (Hayya 3) drama keluarga berlatar belakang isu Palestina Tayang Serentak 12 Juni 2025 di Bioskop Indonesia

Perbesar

“Berjuang untuk kemanusiaan bisa lewat banyak jalan, di antaranya lewat film.” 

Detakindonesianews.com, Jakarta – Rumah Produksi Warna Pictures memproduksi Film Gaza (Hayya 3) sebuah drama keluarga berlatar belakang isu Palestina. Isu ini menjadi perhatian khusus, mengingat Genosida yang terjadi dua tahun terakhir, di mana dunia seakan tidak bisa berbuat apa-apa.

Film Gaza (Hayya 3) hadir bukan semata hiburan, melainkan sebagai edukasi dan momen refleksi. Harapan kami, film ini bisa menginspirasi dan menggugah masyarakat Indonesia yang anti terhadap penjajahan, untuk terus membersamai perjuangan Palestina hingga Palestina merdeka. Film ini juga dapat turut memperkaya corak wama industri film tanah air.

Sinopsis “Sebuah kisah tentang rindu dan kehilangan.” 

Abdullah Gaza (8″) adalah bocah yatim piatu. Ayahnya seorang relawan kemanusiaan yang meninggal dunia sekembalinya dari Palestina. Sejak kematian Ayahnya, Gaza dititipkan di rumah panti yang dikelola Ustazah Dewi (35?) dan sahabatnya Rafa Shafira (259). Di sana Gaza bertemu dengan Hayya (13″) gadis kecil asal Palestina yang telah empat tahun tinggal dan berusaha mencari kedamaian di negeri ini. Genosida di Palestina membuat Hayya urung dipulangkan ke tanah kelahirannya. Di rumah panti, lambat laun hubungan Gaza dan Hayya pun menjadi dekat. Bagi Hayya kehadiran Gaza layaknya pengobat rindu, mengingat namanya mirip dengan tanah kelahirannya. Kehidupan mereka pun kembali ceria, saling mengisi satu sama lain, hingga suatu peristiwa buruk, kembali mengintai, dan mengancam nyawa mereka.

Film Gaza (Hayya 3) tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Juni 2025. Meski dalam judul terdapat embel-embel Hayya 3, film ini bisa ditonton tanpa terlebih dahulu menonton Film Hayya maupun Hayya 2.

Skenario ditulis oleh Asma Nadia, Hayati Ayatillah dan Jastis Arimba. Sutradara Jastis Arimba. Produser: Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia, didampingi para produser eksekutif: Erick Yusuf, Oki Setiana Dewi dan Imam T Saptono. Di jajaran Asosiasi Produser terdapat Ory Vitrio, Ady Widgyarta, Moriza Prananda. Bertindak sebagai konsultan materi kepalestinaan adalah Ustadz M. Husein Gaza dan K.H. Bachtiar Nasir.

Gaza adalah film kemanusiaan lintas agama, yang didukung oleh Majelis Ulama Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat hadir dalam exlusive screening yang diadakan 27 Mei lalu, menganggap film ini menarik, dan sangat dibutuhkan untuk melawan narasi propaganda para pelaku genosida.

Soundtrack utama film ini Surga Menanti diciptakan dan dibawakan oleh Melly Goeslaw berduet dengan penyanyi terkenal Mesir, Mostafa Atef dalam dua bahasa (Indonesia dan Arab), dengan musik Anto Hoed. Soundtrack lainnya yang tak kalah menggugah: Maafkan Kami Palestina (Desti Fitriani), Mengapa Membisu (Asma Nadia dan Gradasi), Terjadi di Depan Mataku (DOM), Beyond Fiction (Husein ‘Idol’ al Athas), dan Ode untuk Palestina (Erick Yusuf). Adapun musik scoring Film Gaza dikerjakan oleh maestro musik Indonesia: Dwiki Dharmawan.

Film Gaza di bintangi oleh Cut Syifa, Amna Shahab, Oki Setiana Dewi, Azamy Syaugi, Arafah Rianti, Adhin Abdul Hakim, Anyun Cadel, Husein Alatas, Aryani Fitriana, Mario Irwinsyah, Fauzi Baadila, Meyda Sefira, Dony Michael, Andi Boim, Keyla Arcelia, Ridwan Roull, Andi Biru Laut, Ustadz Erick Yusuf, Asma Nadia, dan lain-lain.

Sebelumnya, tahun 2019, melalui Hayya yang meraih 720 ribu penonton, Warna Pictures telah menyumbangkan sebagian keuntungan yaitu 2,7 Milyar ke Palestina. Semoga melalui Film Gaza, dengan komitmen 40 % dari keuntungan penjualan tiket untuk Palestina, Warna Pictures bersama masyarakat penonton dapat menyumbang lebih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri

20 Juni 2026 - 02:49 WIB

Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara

19 Juni 2026 - 13:48 WIB

Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah

19 Juni 2026 - 10:35 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

Trending di Nasional