Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Jakarta

Ketua Umum FABEM Zainuddin Arsyad: Candaan Gus Miftah Tak Searah Dengan Misi Presiden Prabowo yang Cinta Terhadap Rakyat Kecil

Perbesar

JAKARTA, (DIN) – Kita yang berlatar belakang sarjana dan aktivis pergerakan seharusnya mengapresiasi Presiden RI ke 8, Bapak Prabowo Subianto, yang menulis buku, mengkaji, dan berpidato senantiasa membelah kaum lemah. Ada beberapa contoh sederhana bisa kita lihat dan dengarkan.

Beliau Presiden Prabowo mengungkapkan lebih hormat kepada pedagang asongan dari pada kelompok intelektual dan elit. Kata Presiden Pabowo saat berpidato di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) 29 Maret 2024 lalu.

” Saudara boleh bangga menjadi sarjana tapi dalam hati saya saya sangat hormat sama pedagang kaki lima, sama tukang ojol, sama tukang bakso, sama petani, sama buruh tani, sama perkerja harian, sama buruh di pelabuhan, sama nelayannelayan yang nyawanya dipertaruhkan untuk mencari makan untuk istri dan anaknya.  Si pedagang kaki lima tiap hati keluar mendorong grobak keringat dan fisik mencari makan untuk anak dan istrinya.  Itu yang kita hormati, mereka mulia, mereka jujur,  mereka halal,” ungkap Presiden Prabowo.

Kebijakan menghapus utang pedangang UMKM
Presiden Prabowo Subianto menerbitkan aturan yang menghapus utang macet usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta UMKM lainnya.

Adapun UMKM lainnya tersebut, di antaranya UMKM mode/busana, kuliner, industri kreatif. Penghapusan utang macet ini ditandai dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 pada tanggal 5 November 2024 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024) malam.

Didalam buku Pradoks Indonesia yang tulisan Bapak Prabowo ingin pemerataan ekonomi yang berkeadilan sampai sampai tingkat UMKM. Ia harapkan ekonomi tidak didominasi elite. Negara harus hadir mengintervensi agar nasib ekonomi rakyat supaya terjamin dan berkeadilan. “Kita tidak boleh punya pendapat: Yang kuat, tambah kuat. Yang tidak kuat, terserah. Pendapat seperti itu bukan Pancasila, bukan cita-cita pendiri bangsa,” ungkap Prabowo (h.147).

Dari tiga hal yang kita dengar, baca dan amati tersebut pidato beliau  berpihak pada pedagang asongan, ditindaklanjuti dengan kebijakan menghapus utang UMKM didasari tulisan yang beliau tulis dalam buku pradoks Indonesia untuk pemerataan ekonomi keseluruhan rakyat Indonesia. Maka kesimpulan kita beliau seorang Pancasilis sejati yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

Berbeda dengan pembantu beliau Gus Miftah yang bercanda dan beberapa elit disamping Pak Prabowo yang masih terlihat belum searah dengan rencana strategis pembangunan ekonomi beliu baik dalam pidato, tulisan buku maupun kebijakan yang sedang dibuat dan akan segera berlaku di tahun 2025.

Tugas kita saat ini adalah bersatu mendukung arah kebijakan Pak Prabowo dengan mengawasi semua kinerja pembantu beliau, dan perangkat pemerintah dari pusat hingga tingkat daerah bahkan sampai ke desa. Kaum intelektual harus berani bersuara dan mengkritik sepanjang itu tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan memiliki data yang cukup.

Penulis : Zainuddin Arsyad S.Ip
(Ketua Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional