Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Berita

Rapat Bersama Mendagri, Pj Sekda Siak Bahas Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Perbesar

Siak, Detakindonesianews – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Siak, didampingi Kepala Dinas Sosial Wan Idris, mengikuti rapat pengendalian inflasi nasional tahun 2025 yang dirangkaikan dengan sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Rapat berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dari Ruang Pucuk Rebung, Kantor Bupati Siak, Senin (21/4/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti oleh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah seluruh Indonesia. Dalam arahannya, Tito menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo untuk mewujudkan keadilan sosial, terutama dalam bidang pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

“Target beliau adalah agar Sekolah Rakyat memberikan kesempatan pendidikan yang inklusif, menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga kurang mampu, baik yang miskin biasa maupun miskin ekstrem,” ujar Tito.

Pendidikan adalah jalur utama dalam meningkatkan taraf hidup. Program ini diharapkan mampu membawa anak-anak dari kelompok termiskin untuk bisa menamatkan SMA/sederajat dan mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga mampu mengubah masa depan mereka dan keluarganya.

Program Sekolah Rakyat akan berbentuk sekolah berasrama dengan kurikulum formal dan pendidikan karakter. Sasarannya adalah siswa dari kelompok desil 1 dan 2 (20 persen penduduk termiskin). Proses penerimaan dilakukan melalui tes kesehatan dan verifikasi administrasi. Orang tua siswa juga diwajibkan menandatangani komitmen pendampingan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, hingga April 2025 telah masuk 356 titik usulan lokasi pembangunan dari daerah. Pada tahap awal tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 200 titik Sekolah Rakyat, diprioritaskan berdasarkan kesiapan lahan dan tingkat kemiskinan daerah. Dari jumlah itu, 53 titik sudah disurvei dan dalam proses perencanaan, dan akan mulai pembelajaran tahun 2025/2026 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan daya tampung ditargetkan minimal 1.000 siswa.

Setiap sekolah akan dibangun di atas lahan minimal 6–7 hektare, dilengkapi fasilitas seperti gedung belajar, asrama siswa, lapangan olahraga, dan perumahan guru. Lokasi sekolah tersebar di Sumatera 10 titik, Kalimantan 3 titik, Sulawesi 8 titik, Papua 1 titik, Maluku 2 titik, Bali Nusra 3 titik, termasuk 26 titik di Pulau Jawa.

Mendagri Tito mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini sesuai Inpres No. 8 Tahun 2025. Peran tersebut mencakup penyediaan lahan yang clear and clean, rekrutmen guru, serta koordinasi antar instansi terkait di daerah. Ia juga mengingatkan agar daerah tidak mengajukan usulan lokasi tanpa kesiapan riil di lapangan.

Tito juga menyoroti pentingnya penggunaan data tunggal sosial ekonomi nasional agar bantuan sosial dan bantuan program pendidikan seperti Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, data yang akurat akan memastikan bantuan dari pusat maupun daerah menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya kelompok miskin ekstrem.

“Kita termasuk negara dengan populasi besar. Maka data tunggal itu penting, khususnya terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kita ingin program ini mengurangi kemiskinan secara signifikan dan tepat sasaran,” tegas Tito.

Untuk mendorong kinerja daerah, Tito mengusulkan adanya kompetisi penurunan angka kemiskinan ekstrem antar provinsi dan kabupaten/kota. “Setiap enam bulan, bisa diberikan penghargaan kepada daerah terbaik dalam menurunkan kemiskinan ekstrem. Ini menjadi pemicu semangat bagi yang lain,” sebutnya.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Siak Fauzi Asni menyambut baik program tersebut, upaya mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat miskin di daerah.

“Tentu kita sangat mendukung program yang baik ini, dengan Sekolah Rakyat (SR) ini masyarakat kurang mampu bisa memperoleh akses pendidikan yang layak dan gratis,” ringkasnya.

(MC Kabupaten Siak/Rahma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

3 Mei 2026 - 11:53 WIB

IKKS Riau Didorong Aktifkan Wisma Jalur, Suhardiman Soroti Peran Ekonomi Perantau

14 Maret 2026 - 19:05 WIB

Menebar Berkah Ramadhan, PT. Golden Satya Perkasa Kolaborasi Dengan Germas PPA Riau Santuni Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Perawang

14 Maret 2026 - 16:22 WIB

Kuansing Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih, Ekonomi Desa Diharapkan Bangkit

13 Maret 2026 - 19:34 WIB

DWP Kuansing Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil

13 Maret 2026 - 12:41 WIB

Trending di Berita