Menu

Mode Gelap
Maxim Gandeng Yayasan Cheshire Indonesia, Buka Peluang Kerja Tanpa Komisi bagi Penyandang Disabilitas KRISTA InterFOOD 2026 Resmi Diluncurkan di NICE PIK 2, Perkuat Posisi sebagai Platform Strategis Industri F&B Indonesia Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA ‘REMEMBER FEST’ LUNCURKAN LOGO RESMI Kolaborasi dengan Visiting Jakarta di Open Space & Gambir EXPO dengan Target 50 Ribu Penonton” Nonton Bola Makin Seru! Dukung Tim Favorit dan Ramaikan Kampanye Pesta Bola di Aplikasi ShopeePay  ASICS Get The Glow Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Manfaat Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Temukan “Glow” Alami Asyik! Meet & Greet Film “Garuda di Dadaku” Jadi Momen Berkesan Bagi Pengunjung Jakarta Fair 2026

Nasional

KPU Gelar Acara Konsolidasi Kesiapan Pilkada Serentak 2024 syarat akan korupsi

Perbesar

DetakIndonesiaNews, Jakarta – Kegiatan konsolidasi kesiapan Pilkada serentak 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 20 Agustus 2024, diduga kuat menjadi ajang praktik korupsi oleh panitia acara dan beberapa pengurus kantor pusat KPU. Indikasi ini muncul dari berbagai ketidakwajaran dalam pelaksanaan acara yang seharusnya berjalan transparan dan akuntabel.

Dalam konteks pengelolaan keuangan di Komisi Pemilihan Umum (KPU), setiap kegiatan, termasuk diskusi publik dan konsolidasi persiapan Pilkada, harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Kewenangan dan tanggung jawab terkait anggaran berada di tangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta bendahara.

Namun, dalam kegiatan konsolidasi nasional yang berlangsung di JCC, muncul dugaan adanya praktik korupsi, khususnya terkait markup anggaran. Panitia penyelenggara diduga bertanggung jawab atas ketidakberesan dalam penggunaan anggaran tersebut.

Salah satu kejanggalan yang terungkap adalah daftar nama media yang hadir. Meskipun media diberikan daftar nama, tujuannya tidak jelas dan justru menimbulkan kebingungan. Apakah daftar tersebut untuk konsumsi atau apresiasi bagi media? Pertanyaan ini muncul ketika daftar nama media tiba-tiba hilang, menimbulkan kecurigaan adanya upaya untuk menyembunyikan sesuatu dalam laporan kegiatan.

Kasus ini jelas membutuhkan investigasi lebih lanjut untuk investigasi secara mendalam untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip yang seharusnya, dan untuk menindak tegas jika benar terbukti ada unsur korupsi dalam kegiatan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Maxim Gandeng Yayasan Cheshire Indonesia, Buka Peluang Kerja Tanpa Komisi bagi Penyandang Disabilitas

24 Juni 2026 - 10:01 WIB

‘REMEMBER FEST’ LUNCURKAN LOGO RESMI Kolaborasi dengan Visiting Jakarta di Open Space & Gambir EXPO dengan Target 50 Ribu Penonton”

24 Juni 2026 - 09:33 WIB

Nonton Bola Makin Seru! Dukung Tim Favorit dan Ramaikan Kampanye Pesta Bola di Aplikasi ShopeePay 

24 Juni 2026 - 03:46 WIB

ASICS Get The Glow Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Manfaat Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Temukan “Glow” Alami

24 Juni 2026 - 03:02 WIB

KRISTA InterFOOD 2026 Resmi Diluncurkan di NICE PIK 2, Perkuat Posisi sebagai Platform Strategis Industri F&B Indonesia

23 Juni 2026 - 12:37 WIB

Trending di Nasional