Detakindonesianews.com,Jakarta, 24 September 2026 — Indonesia menjadi negara pertama di luar Australia yang secara resmi menghadirkan DrRest, kasur yang dikembangkan oleh empat dokter Australia dengan keahlian di bidang bedah tulang belakang, pernapasan dan tidur, osteopati, serta urologi. Merek asal Australia tersebut resmi diperkenalkan di Indonesia oleh Massindo Group melalui pembukaan showroom pertamanya di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Jakarta.
Grand opening yang digelar Kamis (24/9/2026) turut dihadiri Presiden Direktur Massindo Group Jeffri Massie dan empat dokter di balik pengembangan DrRest, yakni Dr. Gerald Guan, ahli bedah ortopedi tulang belakang; Dr. Nick Antoniades, spesialis pernapasan dan tidur; Dr. George Michael, osteopath; serta Dr. Peter Liodakis, urolog.
Menurut Jeffri Massie, kehadiran showroom di PIK 2 menjadi langkah awal untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk tersebut. Massindo Group juga menyiapkan ekspansi ke sejumlah wilayah lain agar DrRest dapat dijangkau konsumen dari berbagai penjuru Jabodetabek. “Kami hadir di Jakarta Utara karena sangat mudah dijangkau masyarakat Jabodetabek, termasuk dari luar kota melalui Bandara Soekarno-Hatta. Berikutnya kami berharap dapat hadir di BSD dan Jakarta Pusat. Jika Jakarta sudah ter-cover, kami juga berharap bisa hadir di kota-kota besar lain di Indonesia,” ujar Jeffri. Ia menambahkan, kebutuhan terhadap kualitas tidur yang sehat menjadi alasan utama perluasan tersebut.
Dikembangkan dari pengalaman klinis, bukan sekadar konsep pabrik, DrRest dirancang berdasarkan pengalaman empat dokter tersebut dalam menangani pasien dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan tidur. Pengembangan dilakukan melalui observasi dan pengujian terhadap lebih dari 550 pasien secara kumulatif, dengan sejumlah parameter seperti keselarasan tulang belakang, distribusi tekanan tubuh, kualitas tidur berdasarkan siklus tidur, serta frekuensi terbangun pada malam hari. Pengujian juga mencakup berbagai posisi tidur, termasuk posisi menyamping yang dapat memberikan tekanan lebih besar pada bahu dan pinggul. Hasil pengembangan tersebut kemudian diterapkan dalam satu konfigurasi kasur, tanpa pilihan tingkat kekerasan seperti soft, medium, atau firm.
Salah satu teknologi utama yang digunakan adalah Technogel, material berbasis gel yang dikembangkan di Italia dan memiliki sejarah penggunaan dalam aplikasi medis, termasuk untuk membantu mengelola tekanan pada tubuh pasien. Dalam DrRest, material tersebut dirancang untuk membantu distribusi tekanan, mengelola panas, sekaligus mendukung posisi tubuh saat tidur. “Sebagai ahli bedah yang telah bekerja lebih dari 20 tahun, saya terbiasa menggunakan Technogel di ruang operasi untuk menopang dan menstabilkan pasien selama prosedur bedah yang berlangsung beberapa jam. Saya kemudian berpikir bahwa material ini dapat digunakan pada kasur untuk membantu menjaga keselarasan dan kestabilan tubuh sekaligus mendukung distribusi tekanan,” kata Dr. Gerald Guan, FRACS, ahli bedah ortopedi tulang belakang.
Konsep satu konfigurasi untuk berbagai posisi tidur menjadi salah satu pembeda DrRest dari kasur konvensional yang umumnya menawarkan pilihan soft, medium, atau firm. Dr. George Michael, BSc MHSc Dip Acu, osteopath sekaligus pemimpin uji riset DrRest, menjelaskan bahwa tubuh seharusnya tidak terus-menerus menyesuaikan diri dengan kasur, melainkan kasur yang beradaptasi dengan tubuh. “Kasur yang terlalu keras mungkin menjaga keselarasan tulang belakang, tetapi meningkatkan tekanan pada titik tertentu. Sementara kasur yang lebih empuk dapat mengurangi tekanan, tetapi tidak selalu menjaga keselarasan tulang belakang,” jelasnya. Menurutnya, keseimbangan kedua aspek tersebut memungkinkan permukaan kasur beradaptasi dengan berat, ukuran, bentuk, dan tinggi tubuh yang berbeda.
Indonesia dipilih sebagai pasar internasional pertama DrRest setelah Australia, sekaligus menjadi momentum untuk mengangkat isu kualitas tidur di Tanah Air. Dalam rangkaian peluncuran, DrRest menghadirkan Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, praktisi kedokteran tidur Indonesia, melalui forum Health Talk “Are You Sleeping Right?”. Andreas menyoroti kebiasaan mendengkur yang kerap dianggap sepele. “Selama dua dekade, saya melihat pasien Indonesia datang dengan gejala yang sudah berlangsung bertahun-tahun, seperti mendengkur keras, lelah di pagi hari, dan sulit berkonsentrasi, tetapi baru mencari pertolongan ketika kondisinya sudah serius. Kalau sesekali mendengkur karena kelelahan mungkin tidak masalah. Tetapi kalau setiap tidur mendengkur, ini perlu diwaspadai dan tidak boleh diabaikan karena bisa berkaitan dengan risiko kesehatan,” ujar Andreas.
Bagi Massindo Group, kehadiran DrRest menjadi bagian dari pengembangan portofolio produk tidur yang mengedepankan pendekatan berbasis riset dan aspek kesehatan. Produk tersebut saat ini dihadirkan secara eksklusif melalui showroom di Indonesia Design District, PIK 2. Jeffri menilai salah satu fitur penting DrRest terdapat pada desain area bahu yang dibuat agar dapat beradaptasi ketika pengguna tidur menyamping. “Kasur yang baik adalah yang sesuai dengan body profile. Pada DrRest, bagian bahu dibuat khusus dan terpisah dari bagian tubuh lainnya sehingga dapat mengikuti posisi bahu ketika tidur menyamping. Dengan begitu, bahu bisa masuk sedikit dan membantu menjaga posisi tulang belakang tetap lurus,” kata Jeffri.
Kehadiran DrRest di Indonesia sekaligus menjadi langkah awal ekspansi internasional merek tersebut setelah dikembangkan dan dipasarkan di Australia.
