Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

Pelalawan

Jejak Dugaan Mafia BBM di Pangkalan Kerinci: Pengisian Berulang, Gudang Penampungan, Publik Menanti Tindakan APH

Perbesar

PELALAWAN,  RIAU — Dugaan penyalahgunaan dan pelansiran BBM bersubsidi kembali menjadi sorotan di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Informasi masyarakat yang dihimpun tim investigasi menyebut adanya dugaan aktivitas pembelian berulang dan penampungan BBM di sejumlah titik.

Salah satu lokasi yang disebut masyarakat berada di sekitar Jalan T. Sa’id Ja’afar, Pangkalan Kerinci Barat. Tim juga menerima informasi mengenai dugaan gudang yang disebut berkaitan dengan aktivitas penampungan BBM. Informasi tersebut masih dalam tahap penelusuran dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Nama Imam, yang disebut sebagai keponakan Wak Nok, serta Rahmat, yang disebut memiliki hubungan keluarga dengan Wak Nok, turut muncul dalam informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas pelansiran. Namun, belum ada kesimpulan bahwa pihak-pihak tersebut melakukan tindak pidana.

Informasi lain menyebut dugaan keributan antarsesama pelansir di SPBU 13.284.633, Pangkalan Kerinci Kota. Jika benar, peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap aktivitas pembelian BBM secara berulang.

Masyarakat juga mempertanyakan penggunaan barcode dalam transaksi BBM bersubsidi. Mereka meminta agar transaksi dengan pola pengisian berulang dapat diperiksa untuk memastikan penggunaannya sesuai ketentuan.

Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi perlu ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari pola transaksi, frekuensi dan volume pengisian, kendaraan yang digunakan, penggunaan barcode, hingga kemungkinan adanya penampungan.

Secara hukum, penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dikenakan ketentuan pidana sesuai UU Migas apabila hasil penyelidikan dan penyidikan menemukan unsur tindak pidana. Namun, penerapan pasal tetap harus berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku.

Masyarakat kini menunggu kejelasan dari aparat penegak hukum dan instansi terkait. Apabila dugaan tersebut benar, publik berharap ada tindakan tegas.

Sebaliknya, jika informasi tidak benar, pihak yang disebut memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Tim investigasi akan terus menelusuri informasi tersebut serta membuka ruang konfirmasi kepada Kapolres Pelalawan, pengelola SPBU, instansi terkait, dan pihak-pihak yang namanya disebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pelalawan Gelar Apel Peringatan Hari Jadi ke-26, Bupati Zukri: Mari Bersinergi Menuju Pelalawan Menawan

14 Oktober 2025 - 19:19 WIB

DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Pelalawan Ke 26, Bupati Zukri Beberkan Sejumlah Capaian Pemkab

12 Oktober 2025 - 19:24 WIB

Trending di Pelalawan