Menu

Mode Gelap
TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center PRO AVL Indonesia 2026 Hadirkan 60 Brand Global dari 12 Negara, Perkuat Peluang Bisnis dan Inovasi Industri Audio Visual Indonesia DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa OPPO Resmi Hadirkan Enco Air5s dan Enco Air5 di Indonesia, Dua Pilihan TWS Premium untuk Berbagai Kebutuhan GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  Seru Bermain di Dufan, Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Penuh Keceriaan 30 Tahun Berkarya di Televisi, Liza Maria Dorong Anak Indonesia Tembus Panggung Kreatif ASEAN

Berita

TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 25 Juli 2026 –TAZA IMPACT inisiatif sosial dari TAZA sebagai brand modest Indonesia, menghadirkan “Becoming Muslim in Borderless World”, sebuah forum yang mempertemukan akademisi, praktisi, komunitas, dan masyarakat untuk mendiskusikan dinamika kehidupan Muslim di era global. Dalam kesempatan tersebut, TAZA Impact mewadahi Fitya Center Indonesia secara resmi meluncurkan buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas karya Ustadz Abdurrahman Zahier, sebuah panduan fikih dan spiritualitas bagi Muslim Indonesia yang tinggal, belajar, bekerja, maupun bepergian ke negara-negara dengan populasi Muslim minoritas.

Selain peluncuran buku, acara juga menghadirkan sesi diskusi bersama bersama Budhi Dharma, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, serta Vikra Ijas, CEO KitaBisa, yang dimoderatori oleh Reda Samudera. Bagaimana Muslim Indonesia dapat menjaga identitas keislamannya sekaligus berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat global yang beragam.

“Di TAZA, kami percaya bahwa sebuah dampak tidak selalu dimulai dari langkah yang besar, tetapi dari ruang-ruang yang mempertemukan orang, ilmu, dan nilai. Melalui TAZA IMPACT, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang relevan dengan tantangan umat hari ini. ‘Becoming Muslim in Borderless World’ menjadi salah satu ikhtiar kami untuk mendukung lahirnya lebih banyak karya yang membekali Muslim Indonesia agar tetap percaya diri menjalankan nilai-nilai Islam, di mana pun mereka berada.”
Ashila Ramadhani, Founder TAZA

Mengangkat isu kehidupan Muslim di negara minoritas, TAZA IMPACT memfasilitasi peluncuran buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas Mobilitas masyarakat Indonesia yang terus meningkat membuat semakin banyak warga negara Indonesia menjalani kehidupan di berbagai belahan dunia dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Di tengah terbukanya peluang untuk menempuh pendidikan, membangun karier, maupun mengembangkan jejaring global, banyak Muslim Indonesia juga dihadapkan pada tantangan baru dalam menjalankan kehidupan beragama.

Bagaimana menemukan masjid ketika adzan tidak terdengar? Bagaimana memastikan makanan halal di lingkungan yang belum familiar dengan kebutuhan Muslim? Hingga bagaimana menjaga identitas keislaman sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat? Berbagai pertanyaan tersebut menjadi bagian dari realitas yang dihadapi Muslim Indonesia di negara-negara dengan populasi Muslim minoritas.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas hadir sebagai panduan praktis yang menggabungkan perspektif fikih dan spiritualitas untuk membantu Muslim Indonesia menjalani kehidupan di lingkungan multikultural. Tidak hanya membahas aspek ibadah, buku ini juga mengajak pembaca untuk memahami bagaimana tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, sekaligus menjadi pribadi yang adaptif, terbuka, dan mampu memberikan kontribusi positif di mana pun berada.

Menjadi Muslim di negeri minoritas bukan berarti menjadi Muslim yang lebih sedikit, melainkan belajar menghadirkan Islam dengan hikmah, akhlak, dan kebijaksanaan. Saya berharap buku ini dapat menjadi teman perjalanan yang membantu setiap Muslim tetap menjaga prinsip agamanya, sekaligus mampu hidup berdampingan, memberi manfaat, dan menjadi representasi Islam yang membawa rahmat bagi siapa pun di sekitarnya.”
Ustadz Abdurrahman Zahier, Penulis Kompas Muslim di Negeri Minoritas

Sebagai inisiatif sosial dari TAZA, TAZA IMPACT hadir dengan keyakinan bahwa setiap langkah yang dilakukan hari ini dapat menciptakan dampak yang bermakna bagi masa depan. Melalui empat pilar utama, yaitu Spiritual, Educational, Social, dan Environmental, TAZA IMPACT secara konsisten menghadirkan berbagai program yang mendorong pembelajaran, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pemberdayaan masyarakat. Acara “Becoming Muslim in Borderless World” menjadi salah satu implementasi dari pilar Spiritual, dengan menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai kehidupan Muslim di dunia yang semakin terhubung.

Melalui kolaborasi bersama Fitya Center Indonesia, TAZA IMPACT berharap peluncuran buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dapat menjadi bekal yang relevan bagi semakin banyak Muslim Indonesia yang menjalani kehidupan lintas negara. Lebih dari sekadar panduan praktis, buku ini diharapkan mampu menjadi kompas yang menguatkan keyakinan, memperluas perspektif, dan mendorong lahirnya Muslim yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga terus membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seru Bermain di Dufan, Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Penuh Keceriaan

25 Juli 2026 - 08:58 WIB

PRO AVL Indonesia 2026 Hadirkan 60 Brand Global dari 12 Negara, Perkuat Peluang Bisnis dan Inovasi Industri Audio Visual Indonesia

24 Juli 2026 - 12:57 WIB

DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia

24 Juli 2026 - 12:33 WIB

JIPS 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 120 Peserta dan 20 Lebih Program Bagi Para Pecinta Hewan

4 Juli 2026 - 13:25 WIB

Penghulu Kampung Dibekali Ilmu Paralegal, Pemkab Siak Perkuat Tata Kelola Agraria

18 Juni 2026 - 19:38 WIB

Trending di Berita