Detakindonesianews.com, TULANG BAWANG – Komitmen Aero Astra Akademia dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) kompeten di bidang perhotelan terus mendapat pengakuan. Sejak Desember 2025, lembaga pelatihan vokasi tersebut resmi ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang Perhotelan dan menjadi satu-satunya TUK perhotelan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.
Penunjukan tersebut semakin memperkuat kepercayaan pemerintah kepada Aero Astra Akademia, yang juga dipercaya Kementerian Pendidikan untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bagi 20 peserta dari kalangan keluarga kurang mampu.
Melalui program ini, para peserta memperoleh pelatihan kompetensi bidang housekeeping (tata graha), salah satu profesi yang saat ini memiliki permintaan tinggi seiring pertumbuhan industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia.
Peserta berasal dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, di antaranya Kabupaten Tulang Bawang, Mesuji, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Selatan, hingga Kota Metro. Mereka mengikuti pelatihan secara gratis dengan antusias tinggi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Program PKK merupakan pelatihan vokasi yang ditujukan bagi masyarakat berusia 17–25 tahun yang tidak sedang menempuh pendidikan formal, belum bekerja, atau sedang mencari pekerjaan. Seluruh proses pembelajaran, modul, perlengkapan praktik, hingga sertifikasi diberikan tanpa dipungut biaya melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Tidak hanya itu, Aero Astra Akademia juga menyediakan asrama putra dan putri serta makan bergizi dua kali sehari bagi seluruh peserta PKK. Fasilitas tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas tenaga kerja muda yang siap bersaing di industri.
Keunggulan Aero Astra Akademia terletak pada fasilitas pembelajaran berbasis industri yang dimilikinya. Sebagai TUK, asesmen kompetensi dapat dilaksanakan di kampus Aero Astra Akademia maupun di Aero Hotel Branti Lampung yang berada di kawasan Bandara Radin Inten II.
Berbeda dengan lembaga pelatihan pada umumnya, Aero Astra Akademia memiliki teaching factory berupa hotel operasional sesungguhnya sehingga peserta tidak hanya belajar di laboratorium praktik, tetapi langsung merasakan suasana kerja nyata di industri perhotelan.
Selain Aero Hotel, lembaga ini juga memiliki Aero Cafe sebagai sarana praktik bidang food and beverage serta produk Aero Coffee yang menggunakan biji kopi Arabika dan Robusta pilihan asal Lampung. Produk tersebut bahkan pernah ditampilkan dalam ajang Bunex Expo di Jakarta Convention Center dan kini mulai dipasarkan ke jaringan kafe internasional di Bali dengan target menembus pasar ekspor.
Setelah menyelesaikan pelatihan selama 150 jam pelajaran dan dinyatakan kompeten melalui uji sertifikasi, para peserta mengikuti program magang selama enam bulan di berbagai hotel berbintang empat dan lima yang telah menjadi mitra Aero Astra Akademia.
Jaringan kerja sama tersebut mencakup berbagai grup hotel nasional maupun internasional, seperti Swiss-Belhotel International, Accor Group, Archipelago International, Sheraton, Horison, hingga Kagum Hotels Group.
Keberhasilan program ini mulai terlihat dari hasil penempatan peserta magang. Pada awal Juli 2026, seluruh peserta magang Aero Astra Akademia yang ditempatkan di Swiss-Belinn Cilegon diterima sebagai karyawan daily worker (DW).
“Prestasi siswa magang dari Aero kompetensinya sangat mengesankan, memiliki attitude yang baik dan sangat disiplin,” ujar Yanti, HRD Manager Swiss-Belinn Cilegon.
Apresiasi serupa juga datang dari Ibis Trans Studio Bandung. Hampir seluruh peserta magang dari Aero Astra Akademia diterima sebagai karyawan daily worker karena dinilai memiliki semangat tinggi, pola pikir yang baik, serta kompetensi kerja di atas rata-rata peserta magang.
“Semangat tinggi, mindset yang baik, dan kompetensi kerja mereka lebih baik dibanding rata-rata siswa magang,” kata Kiki, HRD Manager Ibis Trans Studio Bandung.
Sementara itu, General Manager Ibis Trans Studio Bandung, Hilman, mengaku selalu meminta peserta magang dari Aero Astra Akademia di setiap hotel yang dipimpinnya.
“Saya selalu meminta siswa magang dari Aero Astra Akademia karena disiplin mereka sangat tinggi. Sejak saya bertugas di Novotel Lampung, Mercure Garut, hingga sekarang di Ibis Trans Studio Bandung, kualitas mereka selalu konsisten,” ujarnya.
Selain memiliki jejaring luas dengan industri perhotelan, Aero Astra Akademia melalui Aero Hotel juga tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
General Manager Aero Hotel, Denny Primawan Lo., SE., MM., CPA., CHM., C.Me., juga aktif di berbagai organisasi profesi, di antaranya Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Aliansi Kuliner Indonesia (Kul-In), serta berpengalaman sebagai Auditor Hotel dan Auditor CHSE. Pengalaman profesional tersebut menjadi salah satu kekuatan Aero Astra Akademia dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan status sebagai Tempat Uji Kompetensi, dukungan fasilitas teaching factory, serta tingkat penyerapan lulusan yang tinggi di hotel-hotel berbintang, Aero Astra Akademia optimistis dapat terus melahirkan tenaga kerja perhotelan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
