Menu

Mode Gelap
SCTV Hadirkan “The Icon Indonesia”, Ajang Pencarian Bintang Pop Siap Tayang 13 April 2026 Green SM (GSM) Tandatangani Perjanjian Pinjaman Investasi Senilai Rp 600 Miliar dengan BCA Zee Asadel & Emir Mahira Sah Sebagai Pasutri di Official Trailer Film “Kupilih Jalur Langit”: Saat Akad Sudah Diucap, Namun Hati Suami Masih Milik Wanita Lain GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan Polda Metro Jaya Gelar Jumat Peduli, Bagikan Sembako kepada Masyarakat myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya Krista Exhibitions Paparkan Agenda Strategis 2026 dan Pastikan KRISTA INTERFOOD Digelar di NICE PIK 2, Fokus Perkuat Industri F&B dan HoReCa Nasional Satgas Damai Cartenz Hadir di Tengah Masyarakat, Pastikan Ibadah Berjalan Aman di Distrik Kiwirok RPJMN 2025–2029 Berbasis NTA, Bappenas Prioritaskan Keadilan Antar Usia dan Produktivitas Riil Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler, Polda Metro Jaya Pastikan Seleksi Transparan dan Humanis Loud Budgeting ala Shopee: Jurus Jitu Smart Spending untuk Gaya Hidup Hemat di Era Digital

Nasional

RPJMN 2025–2029 Berbasis NTA, Bappenas Prioritaskan Keadilan Antar Usia dan Produktivitas Riil

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas telah rampung menyusun dokumen strategis berbasis analisis National Transfer Accounts (NTA) yang dirancang untuk memahami dinamika kependudukan sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang lebih adil lintas generasi.Referensi Geografis

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta sejumlah pejabat terkait meluncurkan Buku Investasi Antargenerasi

Peluncuran buku tersebut sebagai arah baru Kebijakan Indonesia di Akhir Transisi Demografi yang berlangsung di Kantor Bappenas, Taman Suropati, Menteng, Jakarta pada Senin, 6 April 2026.

NTA merupakan metode internasional untuk mengukur aliran sumber daya ekonomi antar kelompok usia, sehingga memungkinkan pemerintah merancang kebijakan berbasis siklus hidup dan keadilan antargenerasi.

Melalui pendekatan tersebut, analisis NTA diharapkan menjadi kompas baru bagi pemerintah dalam memetakan aliran sumber daya ekonomi lintas usia.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Maliki, menegaskan bahwa buku ini hadir sebagai alat analisis yang lebih mendalam.

“Jika selama ini kita berbicara tentang bonus demografi hanya berdasarkan jumlah anak, usia produktif, dan lansia melalui batasan usia yang sederhana (cut-off), maka melalui NTA kita dapat mengetahui produktivitas riil dari kelompok usia tersebut,” ungkap Deputi Maliki.

Pemerintah mencatat bahwa Indonesia kini memasuki fase penurunan laju pertumbuhan penduduk, dengan proporsi lansia yang terus meningkat.

Alih-alih memandang lansia sebagai beban, pemerintah mulai mengoptimalkan potensi silver dividend melalui penguatan silver economy, termasuk pengembangan layanan kesehatan, hunian ramah lansia, serta teknologi pendukung.

Di sisi lain, isu care economy (ekonomi perawatan) juga mendapat perhatian serius, mengingat beban perawatan anak dan lansia selama ini belum terbagi secara proporsional dan cenderung ditanggung oleh perempuan, yang berujung pada time poverty (kemiskinan waktu).

Buku ini digunakan sebagai landasan strategis dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dengan menekankan enam arah transformasi, yakni:

  • Investasi sumber daya manusia sejak dini melalui penguatan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak
  • Reformasi pasar kerja melalui transformasi pendidikan vokasi dan sistem pengupahan berbasis kompetensi
  • Peningkatan produktivitas perempuan melalui penyediaan fasilitas pengasuhan anak dan sistem kerja fleksibel
  • Penguatan jaring pengaman sosial melalui reformasi sistem pensiun yang berkelanjutan bagi lansia
  • Pengembangan care economy sebagai sumber lapangan kerja formal baru
  • Pemerataan wilayah melalui sinkronisasi pembangunan inklusif antara Indonesia Barat dan Timur.

Acara ini turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta Regional Director ad interim UNFPA Asia and the Pacific Aleksandar (Sasha) Bodiroza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SCTV Hadirkan “The Icon Indonesia”, Ajang Pencarian Bintang Pop Siap Tayang 13 April 2026

6 April 2026 - 15:31 WIB

Loud Budgeting ala Shopee: Jurus Jitu Smart Spending untuk Gaya Hidup Hemat di Era Digital

3 April 2026 - 08:57 WIB

Green SM (GSM) Tandatangani Perjanjian Pinjaman Investasi Senilai Rp 600 Miliar dengan BCA

3 April 2026 - 08:47 WIB

Hyundai Motor Luncurkan Kampanye “Next Starts Now”, Siap Tampilkan Teknologi Robotika di FIFA World Cup 2026™

2 April 2026 - 12:16 WIB

#WeRideAsOne 2026: Satu Parade Global pada 9 Mei untuk Merayakan Semangat Satu Abad

2 April 2026 - 11:59 WIB

Trending di Nasional