Detakindonesianews.com, Jakarta, 24 Maret 2026 XPENG Inc. (“XPENG”), perusahaan teknologi kendaraan listrik global, mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun 2025 sekaligus menegaskan langkah strategisnya dalam mempercepat transformasi menjadi pemimpin global dalam physical Al agents pada tahun 2026.
Sepanjang 2025, XPENG membukukan pengiriman kendaraan sebanyak 429.449 unit, meningkat 126X secara tahunan. Perusahaan juga berhasil mencatatkan laba bersih kuartalan pertamanya pada kuartal keempat 2025, dengan nilai melebihi RMB 380 juta.
Keberhasilan ini turut didorong oleh performa kuat produk produk unggulan, di mana MONA MO3 dan P7t berhasil menjadi pemimpin penjualan di segmen masing masing. Selain itu, dimulainya produksi massal X9 menandai era baru “one vehicle, dual-energy” bagi XPENG.
Ekspansi global juga menunjukkan perkembangan signifikan, dengan pengiriman kendaraan ke pasar luar negeri mencapai 45.000 unit dan berkontribusi lebih dari 15X terhadap total pendapatan perusahaan.
“Kami tidak hanya mencapai pertumbuhan skala yang tinggi, tetapi juga peningkatan signifikan dalam kapabilitas operasional. Hal ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan kami menuju profitabilitas yang didorong oleh kepemimpinan teknologi,” ujar He Xiaopeng, CEO XPENG,
Fokus pada Physical Al dan Autonomaous Driving
XPENG semakin mempertegas posisinya sebagai perusahaan teknologi dengan investasi besar pada physica! Al. Perusahaan telah mengembangkan sistem teknologi terintegrasi secara in house, mulai dari chip (SoC), model Al, hingga infrastruktur komputasi. Salah satu terobosan utama adalah sistem autonornous driving VLA 2.0, yang telah menunjukkan performa mendekati kemampuan pengemudi manusia.
“Saat ini, pengalaman berkendara sudah semakin mendekati kemampuan manusia, hingga perbedaannya nyaris tidak terasa bagi penumpang. Kendaraan pun berevolusi menjadi agen physical Al,” jelas He Xiaopeng.
XPENG menargetkan teknologi fully autonomous driving dapat terwujud dalam 1 hingga 3 tahun ke depan, sekaligus menjadikannya fitur mass market yang dapat digunakan secara luas.
“Setelah mencoba VLA 2.0, pengalaman berkendara terasa sangat berbeda. Kehalusan dan rasa aman yang dihadirkan menetapkan standar baru dalam teknologi autonomous driving,” tambahnya.
Ekspansi Produk dan Globalisasi Agresif di 2026
Memasuki 2026, XPENG menyiapkan ekspansi besar dengan peluncuran empat model baru yang dirancang untuk pasar global, termasuk SUV flagship enam penumpang XPENG GX yang dilengkapi teknologi L4 autonomous driving. Selain memperluas portofolio produk, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar internasional.
Perusahaan menargetkan kontribusi pasar global meningkat menjadi lebih dari 209 dari total pendapatan, seiring dengan upaya menggandakan pengiriman luar negeri serta memperluas jaringan hingga 680 outlet secara global.
Vice Chairman dan President XPENG, Brian Gu, menekankan pentingnya pasar internasional dalam strategi pertumbuhan perusahaan.
“Eropa tetap menjadi pasar utama kami, disusul Asia Tenggara yang menunjukkan pertumbuhan sangat kuat, termasuk Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Pasar pasar ini akan menjadi pendorang utama ekspansi global XPENG,” jelas Brian Gu.
XPENG juga memperkuat strategi global melalui berbagai inisiatif, termasuk pengembangan produksi lokal, perluasan jaringan pengisian daya, serta peluncuran teknologi autonomous driving di pasar internasional guna meningkatkan daya saing dan relevansi produk di berbagai wilayah.
Robotaxi dan Humanoid Robot Jadi Pilar Masa Depan
XPENG tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mengembangkan ekosistem physical Al yang lebih luas, termasuk robotaxi dan huumanoid robot. Saat ini, XPENG telah mengantongi izin uji jalan untuk robotaxi berbasis VLA 2.0 di Guangzhou dan menargetkan pilot layanan penumpang pada paruh kedua 2026. Di sisi lain, humanoid rabot “Iron” ditargetkan masuk tahap produksi massal pada akhir 2026, dengan kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit per bulan.
“Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, pasar physical Al diperkirakan akan melampaul industri otomotif. Robotaxi dan humanoid robot masing masing berpotensi menjadi pasar bernilai triliunan dolar,” ungkap He Xiaopeng.
Investasi Al sebagai Kunci Keunggulan Kompetitif
XPENG terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan teknologi melalui investasi berkelanjutan di bidang riset dan pengembangan (R&D). Sepanjang 2025, XPENG mengalokasikan RMB 9,5 miliar untuk R&D, termasuk RMB 4,5 miliar yang difokuskan pada pengembangan Al.
Memasuki 2026, perusahaan akan meningkatkan investasi di bidang physical Al menjadi RMB 7 miliar, seiring dengan percepatan pengembangan teknologi autonomous driving, robotaxi, dan humanoid robot.
XPENG meyakini bahwa keunggulan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh skala produksi, tetapi juga oleh kepemirnpinan dalam teknologi Al serta kemampuan untuk mengkomersialkannya secara efektif.
“Skala memungkinkan kami untuk tetap kompetitif, namun kepemimpinan dalam teknologi dan komersialisasi Al akan menjadi faktor penentu keunggulan kami di masa depan,” ujar He Xiaopeng.