Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

Daerah

Perusahaan Sepi Order Dari PHR, Ratusan Pekerja Adukan Nasibnya Ke Tameng Adat LAMR Bathin Solapan

Perbesar

Detakindonesianews.com, Duri Bengkalis 2 Februari 2026 — Minimnya Work Order (WO) dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memicu krisis operasional di sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kondisi ini berdampak langsung pada pengurangan jam kerja karyawan dan menurunnya pendapatan ratusan pekerja di sektor penunjang industri migas.

Sejumlah perusahaan, termasuk perusahaan rig pengeboran migas dan perusahaan pendukung lainnya, mengaku kesulitan mempertahankan pola kerja normal akibat terbatasnya pekerjaan dari PHR. Dari sebelumnya menerapkan sistem kerja 12 jam, kini banyak perusahaan terpaksa memangkas jam kerja menjadi 8 jam sebagai langkah efisiensi menekan biaya operasional.

Dampaknya, kesejahteraan karyawan pun tergerus. Pemangkasan jam kerja berimbas langsung pada berkurangnya penghasilan, tunjangan, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi ini memicu keresahan luas di kalangan pekerja, terutama karyawan di kawasan DWI A&I, rig pengeboran, serta sejumlah perusahaan pendukung yang selama ini mengandalkan sistem kerja 12 jam.

Keterangan Foto : Protes Karyawan KSO PT CEP – PT SMI (Catur Elang Perkasa – Sentra Multikarya Infrastrukfur) kepada PHR

“Kami bukan hanya kehilangan jam kerja, tapi juga kehilangan kepastian hidup,” ujar salah satu karyawan perusahaan PT KSO yang mengadu ke Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan.

Menurutnya, minimnya WO dari PHR membuat perusahaan tempatnya bekerja kesulitan membayar gaji karyawan, biaya operasional, hingga kewajiban lainnya. “Ini berdampak ke semua karyawan, bukan satu dua orang,” tambahnya.

Keluhan tersebut akhirnya disampaikan kepada Tameng Adat LAMR Bathin Solapan sebagai representasi masyarakat dan tenaga kerja tempatan. Lembaga adat ini menilai kondisi yang terjadi sebagai persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Tameng Adat LAMR Bathin Solapan menegaskan bahwa perusahaan lokal dan tenaga kerja tempatan merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem industri migas di wilayah Duri Bengkalis. Jika aktivitas perusahaan lokal melemah, maka efek domino terhadap perekonomian daerah dan stabilitas sosial tidak dapat dihindari.

Masyarakat dan pekerja mendesak PHR segera memberikan kepastian pekerjaan melalui penyaluran WO kepada perusahaan lokal, guna menjaga keberlangsungan usaha serta melindungi kesejahteraan tenaga kerja tempatan.

Tameng Adat juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan musyawarah antara PHR, perusahaan rekanan, dan masyarakat adat. Namun, jika tidak ada respons dan solusi konkret dalam waktu dekat, Tameng Adat bersama perwakilan pekerja menyatakan siap mengambil langkah penyampaian aspirasi secara terbuka.

“Jika tidak ada perubahan, kami siap melakukan orasi besar-besaran di PHR,” tegas perwakilan Tameng Adat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

United Tractors Group Kembali Torehkan Prestasi di PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026

16 Februari 2026 - 11:30 WIB

Mafia Tanah dan Premanisme: Ancaman Sistemik di Balik Ledakan Properti Labuan Bajo

10 Januari 2026 - 14:47 WIB

“Global Art Indonesia Gelar National Art Competition 2025 dengan Tema ‘My World of AI'”

12 Oktober 2025 - 04:36 WIB

POCARI SWEAT Run Lombok 2025 Sambut 9.000 Pelari, Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata NTB

22 Agustus 2025 - 12:42 WIB

Munas Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke-XVIII di Kota Padang dihadiri 14 Korwil Berjalan Lancar

28 Juli 2025 - 04:51 WIB

Trending di Daerah