Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026 Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

Nasional

*KSPI Kampanye Bahaya Asbes: “Ancaman Nyata bagi Kesehatan Pekerja dan Publik”

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya asbes, material yang hingga kini masih banyak digunakan di Indonesia dan menyimpan risiko serius bagi kesehatan pekerja serta masyarakat umum.

Aktivis senior KSPI, Sofyan Abdul Latief, menegaskan bahwa bahaya asbes sering kali tidak disadari karena dampaknya tidak muncul secara langsung.

“Asbes adalah ancaman yang tidak terlihat dan tidak berbau, tetapi dampaknya sangat serius. Banyak pekerja dan warga tidak tahu bahwa mereka terpapar asbes setiap hari, baik di tempat kerja maupun di rumah,” ujar Sofyan dalam Konferensi Pers KSPI, Sabtu (13/2025).

Menurutnya, kampanye ini penting untuk memastikan pekerja dan masyarakat memahami risiko jangka panjang paparan asbes dan tidak lagi menganggapnya sebagai material biasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan asbes sebagai salah satu karsinogen terpenting di tempat kerja. Paparan terhadap seluruh jenis asbes, termasuk krisotil, diketahui dapat menyebabkan mesotelioma, kanker paru-paru, kanker laring dan ovarium, asbestosis, serta penyakit pleura. WHO juga menegaskan bahwa tidak ada ambang batas aman untuk paparan asbes.

Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari KSPI, Ridwan Panjaitan, menekankan bahwa aspek pencegahan dan informasi merupakan kunci perlindungan.

“Dari perspektif K3, asbes adalah bahaya laten. Sekali seratnya terhirup, ia bisa menetap di paru-paru dan menimbulkan penyakit puluhan tahun kemudian. Karena itu, pekerja dan masyarakat harus diberi informasi yang jelas tentang risiko ini,” jelas Ridwan.

Ia menambahkan bahwa penguatan edukasi K3 dan kewaspadaan terhadap material yang mengandung asbes harus menjadi bagian dari budaya keselamatan kerja.

Di Indonesia, asbes masih ditemukan pada berbagai produk dan material, seperti atap dan pipa semen asbes, ubin lantai dan langit-langit, isolasi boiler dan pipa, rem dan kopling otomotif, tangki air, serta material konstruksi lainnya. Data menunjukkan 12,85% rumah tangga di Indonesia masih menggunakan atap berbahan asbes (2023), sehingga potensi paparan tidak hanya dialami pekerja industri, tetapi juga masyarakat luas.

Sejumlah temuan medis juga mencatat adanya penyakit terkait asbes pada warga non-industri yang tinggal lama di rumah beratap asbes, serta pada pekerja konstruksi dengan paparan jangka panjang. Fakta ini menegaskan bahwa bahaya asbes merupakan isu kesehatan publik yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui kampanye ini, KSPI mendorong peningkatan literasi publik tentang bahaya asbes, pentingnya penerapan standar K3, serta hak pekerja dan konsumen untuk mendapatkan informasi yang benar dan transparan mengenai risiko kesehatan dari material yang digunakan di tempat kerja maupun lingkungan permukiman.

“Keselamatan dan kesehatan pekerja harus dimulai dari pengetahuan. Tanpa informasi yang jujur dan terbuka, risiko akan terus diwariskan,” tegas Ridwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026

24 Agustus 2026 - 11:01 WIB

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global

23 Agustus 2026 - 12:45 WIB

IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung

22 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan

22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

21 Agustus 2026 - 03:27 WIB

Trending di Nasional