Detakindonesianews.com – Indonesian Chef Association ( ICA ) Menggelar Rapat Kerja Nasional 2025 ,Organisasi non-profit yang didirikan pada 25 Januari 2007 di Bandung untuk mewadahi para profesional dan wirausahawan kuliner Indonesia untuk membangkitkan industri kuliner ini, menggelar acara tahunan Rakernas.
Slamet Jarwanto, Vice President ICA, menjelaskan, Rakernas membahas perjalanan organisasi, mengevaluasi program kerja yang sudah berjalan, serta merumuskan strategi baru. Tanggal 23–24 November 2025, di Santika Teras Kota dan Mal Teras Kota BSD City Tangerang Selatan.

Dihadiri oleh anggota ICA yang diwakili oleh utusan Badan Pengurus Daerah dan Badan Pengurus Cabang. Rakernas tahun ini mengambil tema, “Melalui Rakernas 2025, Indonesian Chef Association (ICA) memperkuat komitmen pada mutu dan keamanan pangan, bersinergi dengan berbagai stakeholder demi suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”.
Selain dihadiri anggotanya, acara ini juga melibatkan pejabat pemerintah, narasumber pakar kuliner, dan celebrity chef sebagai pembicara. Slamet menjelaskan, Rakernas ini momentum penting sebagai wadah silaturahmi dan saluran komunikasi bagi para chef, pelaku kuliner, dan penggiat industri makanan di Indonesia.
Dengan agenda, konsolidasi internal hingga penyelarasan kebijakan dan penyusunan program kerja untuk tahun-tahun mendatang. Salah satunya adalah soal MBG yang jadi issue Rakernas tahun ini.
“ICA siap mendukung keberlangsungan dan kelancaran program unggulan pemerintah dan berkomitmen penuh terlibat dan kawal kelancaran program MBG,” tegasnya
Memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. ICA berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) yaitu dalam pendampingan mutu dan keamanan pangan. ICA akan mendampingi, melatih, dan mengajarkan cara memasak yang baik , higienis, dan profesional ke dapur-dapur MBG.
Hal ini merupakan strategi sebagai tindak lanjut usai pertemuan antara BGN dan ICA yang digelar sebelumnya.
“Tujuannya, memastikan seluruh menu MBG tidak hanya bergizi seimbang, tetapi juga higienis, aman, dan lezat bagi anak-anak sekolah penerima MBG,” ujarnya.
Rakernas yang berlangsung dua hari ini juga disi beragam kegiatan seperti Cooking Demo Celebrity Chef ICA, Seminar Manajemen Keamanan Pangan dan Cooking Charity 53 olahan berbahan Mi Burung Dara.
Rakernas ICA juga didukung sepenuhnya oleh PT Surya Pratista Hutama (Suprama) yang merupakan produsen Mi Burung Dara.
Silvester Yansen Perera, Public Relation PT Suprama, menilai keterlibatan chef profesional dalam program MBG berdampak positif luas terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi bagi anak sekolah.
“Dengan keterlibatan para chef profesional dalam program MBG, maka setiap hidangan yang disajikan kepada anak-anak memenuhi standar gizi dan keamanan yang tinggi,” tegasnya.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menjawab berbagai isu terkait keamanan pangan yang sempat mencuat dalam pelaksanaan program makan bergizi.
Dan PT Suprama sebagai produsen makanan olahan terkemuka di Indonesia, khususnya mi dan makanan juga siap mendukung program MBG yang membutuhkan rantai pasok yang mampu menjamin kesinambungan dan siap menyediakan suplai dengan jumlah dan standar yang memadai.
“Melalui Rakernas ICA, bersama-sama memajukan dan melestarikan kuliner Nusantara, meningkatkan kualitas chef lokal dan mampu memberikan kontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas,” harapnya.

















