Menu ✖

Mode Gelap
KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun

Nasional

Debat Panas Menanti: Germas PPA vs Kadis P3AP2KB, Riau Layak Anak atau Tidak?

Perbesar

PEKANBARU, Detak Indonesia News – Isu penanganan kasus bullying dan kekerasan terhadap anak di Riau kembali mencuat. Aliansi Peduli Korban Bullying melalui Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) menantang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Riau, Hj. Fariza, SH, MH untuk melakukan debat terbuka.

Debat yang akan digelar pada Kamis, 4 September 2025 pukul 14.00 WIB,  ini mengangkat tema: “Apakah Riau Patut Disebut sebagai Provinsi Layak Anak?”

Wakil Ketua Umum DPP Germas PPA, Rika Parlina, SH, menegaskan bahwa status “Provinsi Layak Anak” patut dipertanyakan ketika kasus bullying dan kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di Riau.

“Ketika korban bullying dan kekerasan terhadap anak masih banyak, pantaskah Riau diberi predikat Provinsi Layak Anak?” ujar Rika Parlina.

Debat terbuka ini diharapkan menjadi ruang dialog kritis antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menilai sejauh mana kebijakan, program, serta implementasi perlindungan anak berjalan di Bumi Lancang Kuning.

Publik pun menaruh perhatian besar terhadap agenda ini, mengingat Riau kerap mendapat sorotan atas kasus kekerasan terhadap anak yang terus berulang. Acara ini diyakini dapat membuka jalan menuju evaluasi menyeluruh, sekaligus memberikan tekanan agar pemerintah lebih serius dalam upaya perlindungan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional

4 November 2026 - 12:42 WIB

Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan

3 November 2026 - 14:19 WIB

Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global

3 November 2026 - 13:20 WIB

Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang

3 November 2026 - 12:58 WIB

Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun

2 November 2026 - 07:39 WIB

Trending di Nasional