Menu

Mode Gelap
4 Pameran Industri Internasional Resmi Dibuka di JIExpo, 405 Perusahaan dari 14 Negara Ramaikan Jakarta ASICS Ajak Generasi Urban Eksplorasi Gaya, Gerak, dan Pengalaman Baru Lewat GEL-STRATUS MC™ Pop Up Experience Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Jadi Momentum Dorong UU Perekonomian Nasional Demi Indonesia Emas 2045 MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win” ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel Debut Manis Sound Rhythm, Sukses Gelar Laga Bersejarah Aston Villa vs Indonesia All Stars di Jakarta Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

Nasional

Debat Panas Menanti: Germas PPA vs Kadis P3AP2KB, Riau Layak Anak atau Tidak?

Perbesar

PEKANBARU, Detak Indonesia News – Isu penanganan kasus bullying dan kekerasan terhadap anak di Riau kembali mencuat. Aliansi Peduli Korban Bullying melalui Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) menantang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Riau, Hj. Fariza, SH, MH untuk melakukan debat terbuka.

Debat yang akan digelar pada Kamis, 4 September 2025 pukul 14.00 WIB,  ini mengangkat tema: “Apakah Riau Patut Disebut sebagai Provinsi Layak Anak?”

Wakil Ketua Umum DPP Germas PPA, Rika Parlina, SH, menegaskan bahwa status “Provinsi Layak Anak” patut dipertanyakan ketika kasus bullying dan kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di Riau.

“Ketika korban bullying dan kekerasan terhadap anak masih banyak, pantaskah Riau diberi predikat Provinsi Layak Anak?” ujar Rika Parlina.

Debat terbuka ini diharapkan menjadi ruang dialog kritis antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menilai sejauh mana kebijakan, program, serta implementasi perlindungan anak berjalan di Bumi Lancang Kuning.

Publik pun menaruh perhatian besar terhadap agenda ini, mengingat Riau kerap mendapat sorotan atas kasus kekerasan terhadap anak yang terus berulang. Acara ini diyakini dapat membuka jalan menuju evaluasi menyeluruh, sekaligus memberikan tekanan agar pemerintah lebih serius dalam upaya perlindungan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Jadi Momentum Dorong UU Perekonomian Nasional Demi Indonesia Emas 2045

4 Agustus 2026 - 09:47 WIB

MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win”

3 Agustus 2026 - 15:05 WIB

ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel

3 Agustus 2026 - 14:46 WIB

4 Pameran Industri Internasional Resmi Dibuka di JIExpo, 405 Perusahaan dari 14 Negara Ramaikan Jakarta

3 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Maxim Gelar “Let’s Move & Glow” di Kota Tua Jakarta, Ajak Masyarakat Hidup Sehat dengan Zumba dan Cardio Dance Berhadiah Sepeda Lipat hingga Smart TV

2 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Trending di Nasional