Menu ✖

Mode Gelap
All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D PESTAPORA 2026 Hadirkan “Musik yang Bisa Dicium”, Kolaborasi ATSIRI Luncurkan Dua Aroma Spesial BUMI dan BUGAR Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Musda XI Golkar Jakbar: Ryanald Jonathan Terpilih Aklamasi, Target Tambah Kursi DPRD DKI pada Pemilu 2029 World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau? Brimob Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta ASICS Kembali Gelar Jakarta : Speed : Race 2026, Tampilkan Beauty of Sunrise dengan SONICBLAST™ 2 RISE & SHINE™ Collection Pree Screening & Gala Premiere “Lobang Buaya”: Trailer Bikin Penonton Merasa Tahu Dalangnya, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist, Tayang 1 Oktober 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kemenperin Tampilkan Kesiapan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia Kang Didi dan Mpo Citra Launching Podcast Desil 1, Guru Gembul Bongkar Realitas di Balik Kemiskinan

Jakarta

Forum Transparansi 08 Laporkan Dugaan Pemborosan Proyek PLTU Siak ke KPK

Perbesar

JAKARTA, Detak Indonesia News – Dugaan pemborosan anggaran negara dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×3 MW di Kabupaten Siak, Riau, kembali menjadi sorotan publik. Forum Transparansi 08 Astacita (FT-08) secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 13 Juli 2025.

Laporan ini diajukan menyusul belum adanya kejelasan penyelesaian proyek yang disebut-sebut menelan anggaran hingga Rp 91 miliar sejak 2007, namun hingga kini belum difungsikan secara optimal. Proyek tersebut juga sebelumnya telah dilaporkan ke Kejaksaan Agung pada 12 Juni 2025.

“Kami melaporkan ke KPK bukan karena kecewa dengan Kejagung, tapi untuk mempercepat pengungkapan kebenaran. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu kejelasan soal proyek mangkrak ini,” ujar Koordinator Umum FT-08 Astacita, Rifky R.Z., S.H., dalam keterangan pers di Jakarta.

Rifky menyoroti ketimpangan data yang dinilai tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. Ia mempertanyakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebut tidak ditemukan kerugian negara, meski proyek senilai miliaran rupiah tersebut belum memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Logikanya sederhana, proyek terbengkalai selama hampir dua dekade, dana habis terserap, namun dikatakan tidak ada kerugian negara. Uang rakyat ke mana? Kami anggap ini sebagai kerugian nyata bagi publik,” tegas Rifky.

Forum Transparansi 08 juga mendesak pengusutan proyek yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan mantan Bupati Siak, Arwin AS. Mereka menduga terdapat indikasi kelalaian, penyimpangan prosedur, hingga potensi tindak pidana korupsi yang harus ditelusuri lebih dalam oleh aparat penegak hukum.

“Pertanyaan publik sederhana, bagaimana proyek vital bisa mangkrak begitu lama? Harus ada yang bertanggung jawab secara hukum,” tambahnya.

FT-08 Astacita turut menyampaikan permohonan secara terbuka kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk turut memantau kasus ini. “Kami berharap Bapak Presiden turut mengawal proses hukum ini sebagai komitmen nyata pemberantasan korupsi,” ujar Rifky.

Ancaman Aksi Unjuk Rasa

Selain melaporkan ke KPK, FT-08 Astacita juga mengultimatum akan menggelar aksi demonstrasi jika tidak ada progres signifikan dalam penanganan kasus ini dalam waktu dekat.

“Apabila Kejaksaan Agung maupun KPK tidak menunjukkan langkah konkret, kami siap turun ke jalan dengan dukungan masyarakat yang semakin gerah dengan pemborosan uang negara,” pungkas Rifky.

Forum Transparansi 08 berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional dan transparan, serta memberikan kejelasan bagi masyarakat Kabupaten Siak yang selama ini berharap proyek PLTU tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan, bukan justru menjadi simbol pemborosan anggaran publik. (Teuku Reyza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soroti Ribuan Kasus Kekerasan Anak, Teuku Reyza Dorong Riau Buktikan Diri sebagai Provinsi Layak Anak

14 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Learning Zone: Buku Pembelajaran Bahasa Inggris Standar Internasional untuk SD di Era Global

11 November 2025 - 05:23 WIB

NIVEA Derma Control: Deodoran dengan Micro Hyaluron dan Vitamin untuk Menjaga Kulit Ketiak Tetap Wangi, Kering, dan Nyaman Seharian

29 Oktober 2025 - 19:06 WIB

Sukses Transformasi Bisnis, Xurya Paparkan Strategi Bisnis untuk Tahun 2026

14 Oktober 2025 - 06:36 WIB

Fenomena Cahaya di Langit Cirebon, Diduga Meteor Jatuh, Warga Dengar Dentuman Kencang

5 Oktober 2025 - 22:56 WIB

Trending di Berita