Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

Nasional

53 Tokoh Nasional Desak Dunia Hentikan Agresi AS–Israel, Serukan Persatuan Umat Islam untuk Tata Dunia Baru yang Adil dan Damai

Perbesar

Detakindonesianews.com ,Jakarta, 13 April 2026 — Sebanyak 53 tokoh ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim Indonesia menyuarakan sikap tegas atas eskalasi konflik global yang kian memanas, khususnya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai memicu tragedi kemanusiaan baru, di tengah belum usainya krisis kemanusiaan di Gaza.

Seruan ini disampaikan dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations dan Global Fulcrum of Wasatiyyat Islam di Hotel Ambhara, Senin (13/4/2026).

Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Din Syamsuddin selaku Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam, Zaitun Rasmin selaku Ketua Umum Wahdah Islamiyah, K.H Agil Siroj Mantan Ketua PBNU, Dr. Syarfi Hutauruk Ketua Umum DPP Tarbiyah Indonesia dan Lainnya.

Termasuk didalam 53 tokoh terdapat Jusuf Kalla ,Mantan Wakil Presiden dan juga menjabat Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia.

Desakan Tegas ke Dunia Internasional

Dalam pernyataan resminya, para tokoh menilai bahwa serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan berpotensi memperluas konflik global.

Mereka secara tegas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga internasional terkait untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk:

Menjatuhkan sanksi tegas dan berat terhadap pihak-pihak yang memicu konflik

  • Menghentikan segala bentuk agresi militer terhadap negara berdaulat
  • Menjamin tidak terulangnya penjajahan dan pendudukan, khususnya di Palestina
  • Selain PBB, lembaga internasional lain seperti International Criminal Court dan forum kerja sama global juga diminta untuk bertindak cepat dan adil dalam merespons krisis ini.

Sorotan: Gaza Belum Usai, Konflik Baru Muncul

Para tokoh menegaskan bahwa dunia internasional belum sepenuhnya menyelesaikan tragedi kemanusiaan di Gaza. Namun kini, konflik baru kembali pecah yang berpotensi memperburuk situasi global dan memperluas penderitaan sipil.

“Dunia tidak boleh diam. Ketidakadilan yang dibiarkan akan melahirkan konflik yang lebih besar,” menjadi salah satu poin utama dalam seruan tersebut.

Seruan Persatuan Dunia Islam

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, para ulama dan cendekiawan juga menyerukan pentingnya persatuan umat Islam di seluruh dunia.

Mereka menekankan bahwa perbedaan mazhab seperti Sunni dan Syiah, maupun latar belakang etnis seperti Arab dan Persia, tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

Sebaliknya, umat Islam diingatkan untuk kembali pada nilai persaudaraan sebagai satu umat yang memiliki:

  • Satu kitab suci, Al-Qur’an
  • Satu kiblat

Satu tujuan untuk menciptakan perdamaian dan keadilan global

Seruan ini juga menjadi peringatan agar umat Islam tidak terjebak dalam politik adu domba yang dapat melemahkan solidaritas internal.

Menuju Tata Dunia Baru yang Berkeadaban

Konferensi pers ini menghasilkan satu pesan utama: perlunya membangun tata dunia baru yang lebih adil, damai, sejahtera, dan beradab.

Para tokoh menilai bahwa dominasi kekuatan global yang tidak berimbang telah menciptakan ketidakadilan struktural. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif negara-negara dan masyarakat sipil dunia, termasuk umat Islam, untuk mendorong perubahan arah geopolitik global.

Melalui forum ini, para tokoh berharap suara moral dari Indonesia dapat menjadi bagian dari gerakan global untuk menghentikan konflik, menegakkan keadilan, dan memperkuat perdamaian dunia.

Konferensi pers ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk kembali memainkan peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai moderasi dan perdamaian di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global

23 Agustus 2026 - 12:45 WIB

IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung

22 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan

22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

21 Agustus 2026 - 03:27 WIB

Jakarta Jadi Puncak Rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Kompetisi hingga Coffee Rave Party

21 Agustus 2026 - 03:09 WIB

Trending di Nasional