Menu

Mode Gelap
PESTAPORA 2026 Hadirkan “Musik yang Bisa Dicium”, Kolaborasi ATSIRI Luncurkan Dua Aroma Spesial BUMI dan BUGAR Musda XI Golkar Jakbar: Ryanald Jonathan Terpilih Aklamasi, Target Tambah Kursi DPRD DKI pada Pemilu 2029 World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Sempat Dikuasai Pihak Lain, Tanah Ahli Waris Sukamdani Sahid Kembali Setelah BPN Batalkan SHM Tumpang Tindih Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Feel Koplo Guncang CFD Bekasi di Extrajoss Ultimate Takeover Menciptakan Generasi Unggul Berstandar Internasional, UT School Siapkan Talenta untuk Industri Global Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Jangan Lihat!” VISION+ Hadirkan “POTE”, Horor dengan Kutukan Mematikan: Saksi Kematian Jadi Target Berikutnya

Nasional

United Tractors Membukukan Pendapatan Bersih Sebesar Rp58,3 Triliun di Semester Pertama Tahun 2026

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 29 Juli 2026 – *PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UT”) pada hari ini mengumumkan laporan keuangan konsolidasian sampai semester pertama tahun 2026. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun* , turun sebesar 15% dari Rp68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025, terutama dikarenakan penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs USD.

Laba bersih Perseroan tidak termasuk nonrecurring items turun 48% menjadi Rp4,3 triliun, terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal kedua.

Selama semester pertama tahun 2026, Perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp3,3 triliun, terutama terdiri dari (i) penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan (ii) pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.

Per 30 Juni 2026, Perseroan mencatat utang bersih sebesar Rp9,4 triliun , dengan rasio gearing sebesar 8,5%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025. Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Feel Koplo Guncang CFD Bekasi di Extrajoss Ultimate Takeover

21 September 2026 - 14:01 WIB

Menciptakan Generasi Unggul Berstandar Internasional, UT School Siapkan Talenta untuk Industri Global

21 September 2026 - 05:19 WIB

Musda XI Golkar Jakbar: Ryanald Jonathan Terpilih Aklamasi, Target Tambah Kursi DPRD DKI pada Pemilu 2029

20 September 2026 - 03:00 WIB

Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia

18 September 2026 - 14:29 WIB

Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam

18 September 2026 - 02:19 WIB

Trending di Nasional