Menu

Mode Gelap
DVI POLRI BERHASIL IDENTIFIKASI 9 KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8, SELURUHNYA TELAH DISERAHKAN KEPADA KELUARGA World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Sempat Dikuasai Pihak Lain, Tanah Ahli Waris Sukamdani Sahid Kembali Setelah BPN Batalkan SHM Tumpang Tindih Buru Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Tebar Bonus Menginap hingga BBQ Gratis di Wedding Showcase Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia Rayakan 33 Tahun Perjalanan, Hotel Ciputra Jakarta Sajikan “33 Years of Flavors” Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam Beautiful Pain Ungkap Luka Pengkhianatan dan Fitnah, Raihaanun Perankan Perempuan yang Bangkit Demi Anak

Nasional

Tumbang Dalam Serangan Gabungan AS–ISRAEL: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas di Kediamannya, Dunia di Ambang Konflik Besar

Perbesar

Detakiindonesianews.com, Teheran, 1 Maret 2026 — Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas setelah kediaman resminya di Teheran menjadi target operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan presisi tinggi tersebut menghantam pusat lingkar kekuasaan tertinggi Republik Islam Iran dan langsung memicu guncangan geopolitik global.

Sumber keamanan regional menyebut serangan terjadi pada malam hari waktu setempat, saat kompleks yang menjadi lokasi pertemuan elit strategis Iran dihantam rudal presisi. Ledakan besar dilaporkan menghancurkan sebagian struktur utama bangunan dan menewaskan sejumlah pejabat senior, termasuk Ali Khamenei yang berada di lokasi saat serangan berlangsung.

Kematian Khamenei mengakhiri kekuasaan tokoh paling berpengaruh di Iran selama lebih dari tiga dekade. Sejak menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989, Khamenei memegang kendali penuh atas militer, Garda Revolusi, dan seluruh arah kebijakan strategis negara.

Operasi Militer Paling Berani dalam Sejarah Konflik Iran–Barat

Serangan ini disebut sebagai operasi militer paling berani dan paling sensitif secara geopolitik dalam sejarah konflik modern antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Target utama operasi mencakup pusat komando strategis dan lokasi yang diyakini menjadi pusat koordinasi elite keamanan Iran.

Seorang pejabat keamanan regional yang mengetahui operasi tersebut menyatakan serangan dirancang untuk melumpuhkan struktur komando tertinggi Iran dalam satu pukulan strategis.

“Ini bukan sekadar serangan militer biasa. Ini adalah operasi yang menargetkan inti kekuasaan Iran,” kata sumber tersebut.

Pemerintah Israel sebelumnya mengindikasikan adanya operasi militer besar terhadap target strategis Iran, sementara Amerika Serikat menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menetralisir ancaman keamanan regional.

Kekosongan Kekuasaan dan Risiko Eskalasi Perang Regional

Kematian Ali Khamenei langsung menciptakan kekosongan kekuasaan paling kritis sejak berdirinya Republik Islam Iran pada 1979. Sebagai otoritas tertinggi negara, posisi Khamenei berada di atas presiden dan seluruh institusi pemerintahan.

Analis geopolitik menilai kondisi ini berpotensi memicu:

  • Perebutan kekuasaan internal elite Iran
  • Mobilisasi militer besar-besaran oleh Garda Revolusi Iran
  • Serangan balasan terhadap kepentingan AS dan Israel
  • Eskalasi konflik regional yang dapat meluas menjadi perang terbuka
  • Situasi keamanan di berbagai negara Timur Tengah dilaporkan langsung ditingkatkan ke level siaga tinggi.
  • Gelombang Kemarahan dan Ketegangan Global

Pasca laporan kematian Khamenei, gelombang protes dan reaksi keras muncul di berbagai negara. Kedutaan besar dan fasilitas milik Amerika Serikat serta Israel di sejumlah wilayah dilaporkan meningkatkan pengamanan maksimum.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menggelar pertemuan darurat untuk membahas dampak serangan yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan global.

Pengamat hubungan internasional menyebut peristiwa ini sebagai salah satu titik paling berbahaya dalam geopolitik abad ke-21.

“Kematian Pemimpin Tertinggi Iran akibat serangan militer asing adalah peristiwa luar biasa yang dapat memicu konflik berskala besar,” ujar seorang analis keamanan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia

18 September 2026 - 14:29 WIB

Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam

18 September 2026 - 02:19 WIB

TAZA Tutup Perjalanan 26° Rhapsody Lewat Summer Marché Vol. II

17 September 2026 - 11:55 WIB

ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM

17 September 2026 - 11:36 WIB

DRAMATIS! Persija Tekuk Persib 2-1 di SUGBK, Ivan Mamut Jadi Pahlawan di Menit Akhir, Macan Kemayoran Naik ke Posisi 2

12 September 2026 - 14:20 WIB

Trending di Nasional