Detakindonesianews.com, Jakarta – Kasus kesalahpahaman antara selebgram Ade Ratnasari dengan Budiman Tiang berakhir damai. Keduanya mendatangi Komnas Perempuan guna melakukan kesepakatan damai, dan Ade sekaligus mencabut laporan ke Komisi tersebut, Senin (03/11).
Mengenakan kemeja coklat muda dan celana jean hitam, Ade datang ke Komnas Perempuan di jalan Latuharhari, Jakarta Pusat. Ia segera memasuki gedung, sambil menyapa awak media yang menanti kedatangannya.
Hanya beberapa menit masuk, lalu Ade bersama Budiman keluar bersamaan, ia mengatakan, kedatangannya ke Komnas Perempuan membuktikan bahwa kedua sudah tak lagi berseteru. Selain itu Ade juga mencabut laporan atas perbuatan tak menyenangkan yang pernah dilakukan Budiman terhadapnya.
Dikatakan, selama ini Komnas Perempuan membamtunya, apalagi semenjak dirinya melaporkan peristiwa yang tak mengenakan itu. Kedatangan Ade ke Komnas untuk menjelaskan alasan dirinya berdamai dengan pihak yang dilaporkan.
Menurutnya, setelah bertemu akhirnya keduanya menyadari, bila peristiwa yang terjadi di malam akhir tahun 2024 merupakan kesalahpahaman. Dan keduanya pun sepakat melupakan peristiwa tak mengenakan itu dan berdamai.
“Jadi ini murni kesalahpahaman, memang banyak orang bila melihat penampilan, saya, saya dianggap pria. Pertama kali pak Budiman melihat saya, saya dkira laki-laki. Maka dengan ramahnya dia merangkul saya, padahal saya wanita loh”, ungkapnya.
Ade menegaskan, keputusan berdamai bukan karena tekanan dari pihak mana pun, melainkan bentuk kesadaran pribadi. “Yang penting semua urusan selesai dengan baik. Dari kedewasaan Pak Budiman, saya belajar untuk lebih menjunjung nilai sopan santun dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan,” tambahnya.
Selain klarifikasi soal kesalahpahaman tersebut, Ade juga mengungkap bahwa dirinya tengah menghadapi permasalahan lain dengan dua oknum warga negara Rusia yang berutang sekitar Rp300 miliar kepada perusahaannya. Namun, ia menegaskan persoalan itu sama sekali tidak berkaitan dengan Budiman Tiang.
“Saya tidak ingin kasus ini ditunggangi pihak lain untuk menjatuhkan Pak Budiman. Saya sadar, lalu memutuskan menarik laporan saya. Saat ini, saya tidak lagi menjadi kuasa hukum pihak Umalas. Saya berdiri di sisi Pak Budiman sebagai kawan, sebagai orang yang dulu sempat berseberangan tapi kini memilih berdamai,” tegas Ade.
Ia juga menyampaikan pesan kepada aparat penegak hukum di Bali untuk memperhatikan proses hukum yang sedang dijalani Budiman Tiang. “Beliau orang baik, dan saya mendukung beliau untuk memperjuangkan keadilan,” ujarnya.
