Menu

Mode Gelap
Kanker Paru Jadi Pembunuh Nomor Satu, PDPI Dorong 3 Pilar Diagnosis Berbasis Bukti Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan Gempa M7,7 Guncang NTT Dua Orang Tewas di Pelabuhan El Say, Warga Panik dan Berhamburan Keluar Rumah HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur SHARP Gebrak Pasar AC Premium, Luncurkan AIREST dengan Filter MERV 14 Pertama di Dunia, Usung Standar Baru Udara Sehat di Hunian Modern President AAMECC Global Mr. Godfrey Piter Mutinda Mengukuhkan King Of Nusantara Sultan Paser 18 Sebagai President AAMECC Indonesia Dukung Pendidikan Vokasi, United Tractors Semen Gresik Hibahkan Alat Praktik kepada Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI) Frans Yuwono: UMKM Tak Bisa Lagi Andalkan Harga Murah, Branding dan Kualitas Jadi Senjata Hadapi Produk Global Hotel Ciputra Jakarta Selenggarakan Mini Wedding Open House “Journey to Forever” Bersama Sky Wedding Bart Nureka: Saatnya Karakter dan Budaya Indonesia Jadi IP Bernilai Komersial Film Paket Santet Tayang 27 Agustus di Bioskop Indonesia, Antara Luka Lama Berubah Balas Dendam 

Nasional

Frans Yuwono: UMKM Tak Bisa Lagi Andalkan Harga Murah, Branding dan Kualitas Jadi Senjata Hadapi Produk Global

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 19 Agustus 2026 — Pelaku usaha nasional, khususnya produsen lokal dan UMKM, dinilai tidak bisa lagi hanya mengandalkan harga murah untuk memenangkan persaingan bisnis. Di tengah derasnya arus produk global ke pasar Indonesia, penguatan branding, kualitas, inovasi, sertifikasi, dan kemampuan menembus pasar ekspor menjadi kunci agar produk lokal tidak sekadar menjadi penonton di negeri sendiri.

Direktur Utama sekaligus CEO AsiaCommerce (PT Lintas Mitra Perkasa), Frans Setio Yuwono atau Frans Yuwono, menegaskan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam seminar “Branding & Import 2026: Escaping The Price War With Branding & Trade Show Opportunities”, bagian dari rangkaian Jakarta International Baby Products & Toys Expo and Indonesia Stationery Expo (IBTE), di Hall B & C, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurut Frans, masuknya produk global ke berbagai negara, termasuk Indonesia, merupakan bagian dari dinamika perdagangan yang tidak mungkin dihindari. Karena itu, pelaku industri nasional harus mengubah strategi agar tidak hanya menjadi pasar bagi produk asing, tetapi mampu menciptakan produk berkualitas yang kompetitif di pasar internasional.

“Pada prinsipnya kita tidak bisa melawan perkembangan zaman bahwa pasti banyak sekali produk global akan masuk ke semua negara, termasuk Indonesia. Itu sesuatu yang tidak bisa kita lawan,” ujar Frans seusai seminar.

Ia menilai, kondisi tersebut justru harus menjadi pemicu bagi pelaku usaha untuk terus belajar, bereksperimen, meningkatkan kualitas, dan mengembangkan produk yang memiliki keunggulan kompetitif.

“Jangan hanya bertahan dari perang harga. Kita harus naik kelas,” menjadi pesan penting yang disampaikan Frans kepada pelaku usaha.

Menurutnya, produk Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga menembus pasar ekspor apabila pelaku usaha berani meningkatkan standar dan membangun merek yang kuat.

Frans menjelaskan, AsiaCommerce tidak hanya bergerak dalam pengadaan atau sourcing produk dari luar negeri. Perusahaan tersebut juga menjalankan aktivitas ekspor dengan membantu mempromosikan produk-produk Indonesia melalui jaringan dan pusat promosi perdagangan di luar negeri.

“Di AsiaCommerce kita bukan cuma import, tapi juga melakukan promosi barang agar kita bisa menjual produk Indonesia ke luar negeri,” jelasnya.

Di sisi lain, Frans mengakui Indonesia masih membutuhkan sejumlah produk yang belum sepenuhnya dapat diproduksi di dalam negeri. Berbagai kategori consumer goods, seperti mainan, kosmetik, elektronik, dan kebutuhan lainnya masih memiliki ruang bagi aktivitas impor.

Namun, proses perdagangan lintas negara juga tidak lepas dari berbagai regulasi dan ketentuan yang harus dipenuhi. Karena itu, AsiaCommerce berupaya membantu pelaku usaha dalam proses sourcing dari luar negeri agar berlangsung lebih mudah, legal, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kualitas Harus Naik, UMKM Tak Boleh Terlalu Nyaman

Frans juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak terlena dengan kualitas produk yang sudah dimiliki saat ini. Persaingan global menuntut standar yang terus meningkat.

“Harus berani belajar dan harus bisa menerima kolaborasi. Kadang-kadang kita cukup nyaman dengan keadaan kita, tetapi sekarang kita tidak bisa lagi seperti itu. Kualitas harus kita naikkan lebih tinggi,” tegasnya.

Menurut Frans, penerapan standar dan sertifikasi internasional, seperti GMP maupun ISO, dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas sekaligus membangun kepercayaan konsumen dan mitra bisnis.

Standar tersebut juga dapat menjadi modal penting bagi pelaku usaha ketika hendak memperluas pasar ke mancanegara.

Pameran Bukan Sekadar Jualan, Tapi Tempat Membaca Tren Global

Frans turut menyoroti pentingnya pameran perdagangan seperti IBTE bagi produsen lokal. Menurutnya, pameran bukan semata-mata tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempelajari tren, desain, teknologi, kebutuhan konsumen, hingga peluang kolaborasi bisnis.

“Banyak sekali produsen lokal yang harus datang ke sini untuk belajar dan melihat apa yang bisa dikembangkan. Untuk membeli sampel sebenarnya tidak mahal. Bisa beli sampel, dilihat, kemudian ditiru dalam arti dikembangkan menjadi produk yang lebih baik,” katanya.

Ia menilai, produsen lokal perlu lebih aktif mengamati perkembangan industri global. Produk yang sudah ada dapat menjadi referensi untuk dikembangkan menjadi inovasi baru yang memiliki karakter dan nilai tambah tersendiri.

Menurut Frans, keberhasilan sebuah pameran pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari seberapa banyak peluang bisnis konkret yang tercipta.

Meski kondisi pasar menghadapi berbagai tantangan, pameran tetap memiliki posisi strategis sebagai sarana memperluas jaringan, menemukan calon mitra, membaca tren, sekaligus membuka akses terhadap pasar baru.

IBTE 2026 berlangsung pada 19–22 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini menghadirkan berbagai kategori produk, mulai dari mainan anak, mainan tren, perlengkapan bayi, alat tulis, hingga lisensi kekayaan intelektual. Ajang tersebut mempertemukan produsen, distributor, importir, buyer, dan pelaku industri dari berbagai pasar.

Frans berharap pelaku usaha Indonesia tidak berhenti pada kemampuan memenuhi kebutuhan pasar domestik. Dengan branding yang kuat, kualitas yang lebih tinggi, inovasi, kolaborasi, sertifikasi, dan keberanian memasuki perdagangan internasional, produk lokal diharapkan mampu naik kelas dan memiliki posisi yang lebih kuat dalam rantai perdagangan global.

Pesannya jelas: ketika perang harga semakin sengit, merek dan kualitas menjadi senjata untuk memenangkan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

President AAMECC Global Mr. Godfrey Piter Mutinda Mengukuhkan King Of Nusantara Sultan Paser 18 Sebagai President AAMECC Indonesia

20 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Dukung Pendidikan Vokasi, United Tractors Semen Gresik Hibahkan Alat Praktik kepada Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI)

20 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Bart Nureka: Saatnya Karakter dan Budaya Indonesia Jadi IP Bernilai Komersial

19 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Rayakan Semangat Kemerdekaan: Intip Tren Lomba yang Makin Kreatif dan Seru bersama Shopee

19 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Kanker Paru Jadi Pembunuh Nomor Satu, PDPI Dorong 3 Pilar Diagnosis Berbasis Bukti

18 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Trending di Nasional