Menu ✖

Mode Gelap
BPDP dan AKPSI Dorong UMKM Manfaatkan Limbah Sawit Pertalite dari Gudang Kandis Disebut Mengalir ke Tapung Hilir, Penyalur Akui Beli 25–30 Jerigen Sekali Transaksi BMLN Gandeng TNI AL Kembangkan Budidaya Jagung di Cariu, Libatkan KDMP dan Masyarakat ALLPrint Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 400 Peserta dari 10 Negara Pamerkan Teknologi Percetakan Terkini Indonesia Juara! Elkan Baggott Paksa Thailand Adu Penalti, Garuda Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Edisi Perdana All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D Tebarkan Kemanusiaan Sempena HUT KORPASGAT ( TNI ) ke-79, Komandan KOTI Mahatidana MPC PP Kota Pekanbaru Ikuti Aksi Donor Darah Hotel Ciputra Jakarta Hadirkan Oktoberfest Delight dengan Beragam Menu Spesial  DARI COURTESY CALL HINGGA ENTRY MEETING, KODAERAL III SIAP HADAPI AUDIT KINERJA 2026

Nasional

BPDP dan AKPSI Dorong UMKM Manfaatkan Limbah Sawit

Perbesar

Detakindonesianews.com – Limbah kelapa sawit ternyata bisa menjadi bahan baku berbagai produk yang bernilai jual. Peluang itu dibahas dalam Workshop Hilirisasi Sawit Skala UMKM Melalui Pengolahan Limbah Sawit di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dilaksanakan Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI). Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini, mulai dari pelaku UMKM, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani, penyuluh pertanian, hingga petugas teknis perkebunan.

Bupati Luwu Utara sekaligus Sekretaris Jenderal AKPSI, Andi Abdullah Rahim, mengatakan luas perkebunan kelapa sawit di daerahnya mencapai 32.067 hektare pada 2025. Produksinya mencapai 496.033 ton.

“Dengan angka produksi mendekati setengah juta ton tersebut, volume limbah sawit yang dihasilkan, baik limbah padat berupa tandan kosong, pelepah sawit, cangkang, maupun limbah cair juga tergolong sangat masif,” ujar Andi Rahim.

Limbah tersebut, kata Andi Rahim, bisa diolah menjadi produk lain. Tandan kosong dapat dijadikan pupuk organik, cangkang sebagai

sumber energi biomassa, sedangkan limbah cair dapat diolah menjadi biogas. Pelepah sawit juga bisa dimanfaatkan menjadi lidi dan berbagai kerajinan.

Luwu Utara memiliki empat pabrik kelapa sawit (PKS). Andi Rahim meminta pemerintah daerah, pengelola PKS, asosiasi petani, akademisi, penyuluh, serta petani dan pekerja sawit bekerja sama untuk mengembangkan usaha dari limbah tersebut.

“Kita ingin memastikan bahwa nilai tambah dari industri kelapa sawit tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, melainkan mengalir langsung ke dompet para petani, pemuda, dan pelaku usaha kecil di desa-desa kita, termasuk di wilayah Kabupaten Luwu Utara ini,” katanya.

Limbah Sawit Bisa Jadi Banyak Produk

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan kelapa sawit tidak hanya menghasilkan CPO. Bagian lain dari tanaman dan proses produksinya juga bisa dimanfaatkan.

“Kelapa sawit bukan hanya sekadar menghasilkan minyak mentah (CPO). Lebih dari itu, ekosistem sawit menghasilkan berbagai produk turunan, hasil sampingan, hingga limbah yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan baku industri skala UMKM,” ujar Helmi.

Indonesia memiliki perkebunan sawit seluas 16,3 juta hektare. Dari perkebunan tersebut, tersedia berbagai bahan baku dan limbah yang bisa dimanfaatkan untuk usaha.

Salah satunya tandan kosong kelapa sawit (TKKS). BPDP mencatat volume TKKS dari pabrik CPO mencapai sekitar 45 juta ton per tahun. Bahan tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik, pakan ternak, serat kain, biochar hingga biopellet.

Lidi dari pelepah sawit juga dapat dibuat menjadi piring, keranjang, tas dan dekorasi rumah. Helmi menyebut nilai jual produk tersebut bisa meningkat hingga 500 persen dibandingkan lidi mentah.

Produk lain yang dibahas adalah minyak jelantah. Limbah minyak goreng tersebut dapat diolah menjadi sabun cuci, lilin aromaterapi hingga biodiesel. Ada pula stearin, salah satu turunan sawit yang dapat digunakan sebagai bahan perintang warna batik.

Menurut Helmi, produk-produk ramah lingkungan semakin diminati pasar. Pengolahan limbah sawit di daerah juga bisa menjadi salah satu cara masyarakat mendapatkan nilai tambah dari komoditas tersebut.

“Pengolahan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah di tingkat lokal merupakan langkah nyata dalam membangun ekonomi sirkular masyarakat,” katanya.

BPDP Bantu Pengembangan UMKM

BPDP memberikan sejumlah dukungan bagi UMKM dan koperasi yang mengembangkan produk berbasis sawit. Dukungan tersebut meliputi riset dan pengembangan produk, program inkubasi, pelatihan, promosi serta jaringan pemasaran.

“Dukungan BPDP mencakup riset dan pengembangan produk, program inkubasi, pelatihan kapasitas melalui workshop, hingga fasilitasi promosi dan jaringan pemasaran (networking),” jelas Helmi.

Helmi juga menjelaskan soal sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Menurut dia, sertifikasi tersebut dapat membantu memastikan keaslian dan keterlacakan bahan baku hingga tingkat kebun.

Hal itu dapat menjadi nilai tambah bagi produk UMKM berbasis sawit yang menyasar pasar lokal maupun ekspor.

Sementara itu, Andi Rahim berharap peserta workshop bisa melihat limbah sawit sebagai peluang usaha. Ia mencontohkan lidi sawit

yang dapat dibuat menjadi kerajinan, tempurung menjadi briket arang, dan tandan kosong menjadi pupuk organik. Pemkab Luwu Utara juga akan membantu UMKM melalui kemudahan perizinan, kemitraan dan akses pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tebarkan Kemanusiaan Sempena HUT KORPASGAT ( TNI ) ke-79, Komandan KOTI Mahatidana MPC PP Kota Pekanbaru Ikuti Aksi Donor Darah

9 Oktober 2026 - 03:01 WIB

BMLN Gandeng TNI AL Kembangkan Budidaya Jagung di Cariu, Libatkan KDMP dan Masyarakat

8 Oktober 2026 - 08:09 WIB

SIAL FOOD & DRINKS INDONESIA 2026 BIDIK PASAR GLOBAL, 500 MEREK DARI 13 NEGARA BUKA PELUANG BISNIS F&B INDONESIA

7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Physiorehab Buka Cabang Baru di Meruya, Perluas Layanan Fisioterapi di Jakarta Barat dengan Pendekatan Evidence-Based Physiotherapy and Rehabilitation

7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

ALLPrint Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 400 Peserta dari 10 Negara Pamerkan Teknologi Percetakan Terkini

7 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Trending di Nasional