Memerankan siswa paling populer di sekolah, Junior Roberts justru membawa pesan agar anak muda tidak hidup berdasarkan penilaian orang lain.
Detakindonesianews.com, Jakarta, 10 Agustus 2026 – Junior Roberts mengaku belum banyak mengenal hipdut ketika dipercaya memerankan Kaizen dalam Viu Original Garam Muda. Musik yang awalnya terasa asing itu kemudian menjadi pintu masuk baginya untuk memahami karakter seorang remaja populer yang masih mencari keberanian untuk menentukan hidupnya sendiri.
“Jujur, pada awalnya saya tidak tahu banyak tentang hipdut,” ujar Junior dalam konferensi pers Garam Muda di Jakarta, Jumat 7/8/2026.
Situasinya berubah selama proses produksi. Musik hipdut terus diputar menjelang pengambilan gambar dan menjadi bagian dari suasana di lokasi syuting. Semakin sering mendengarnya, Junior mulai menemukan daya tarik musik tersebut.
“Setiap kali adegan dimulai, musiknya terus diputar. Lama-lama saya berpikir, ‘Kok asyik juga, ya? Hipdut ternyata enak juga untuk joget.’ Lama-lama saya ikut joget dan menyukainya,” katanya.
Namun, eksplorasi Junior dalam Garam Muda tidak berhenti pada musik dan koreografi. Hipdut menjadi bagian dari perjalanan Kaizen untuk keluar dari citra yang selama ini membatasinya.
Kaizen diperkenalkan sebagai siswa paling populer di sekolah. Ia terbiasa memikirkan pandangan orang lain dan menjaga bagaimana dirinya terlihat di depan publik. Di balik kepopuleran tersebut, Kaizen justru belum sepenuhnya bebas menentukan apa yang benar-benar ia inginkan.
Menurut Junior, pencarian kebebasan itulah yang menjadi salah satu pesan penting dalam serial ini.
“Hal yang sangat ditekankan dalam serial tentang hipdut ini adalah bahwa kita bebas memiliki cita-cita, bebas mengekspresikan diri, dan bebas menentukan apa yang ingin kita tuju dalam hidup,” ujarnya. Konflik Kaizen semakin terlihat ketika ia bertemu Annet, karakter yang diperankan Aisyah Aqilah. Keduanya memandang popularitas dengan cara yang bertolak belakang. Kaizen sangat Memikirkan penilaian orang lain, sedangkan Annet tidak tertarik pada sesuatu yang terlalu heboh maupun pada status populer di sekolah.
Perbedaan tersebut bukan hanya menjadi sumber dinamika romantis, tetapi juga mendorong Kaizen mempertanyakan cara hidupnya selama ini.
“Pada awal cerita, Kaizen adalah anak paling populer. Pesan yang ingin disampaikan adalah kita tidak perlu terlalu mementingkan pandangan publik. Yang lebih penting adalah perasaan, hati, dan keinginan kita sendiri dalam hidup. Jadi, kita tidak perlu terlalu memedulikan omongan orang lain,” kata Junior.
Kembali ke Masa SMA
Karakter Kaizen juga membawa Junior kembali ke masa SMA. Meski pernah menjadi anak sekolah, ia tetap harus menyesuaikan cara bergerak dan berbicara agar karakternya terasa sebagai remaja masa kini.
Dalam keseharian, Junior merasa dirinya berjalan lebih santai dan berbicara lebih tenang. Saat memainkan Kaizen, ia membuat ritme bicaranya lebih cepat dan gerak-geriknya lebih spontan.
“Kalau kita ingat-ingat, anak muda kadang-kadang berbicara lebih cepat dan tiba-tiba berbicara banyak. Hal-hal seperti itu yang harus diperhatikan. Jadi, tinggal mengingat kembali masa muda,” tuturnya.
Melalui Kaizen, Garam Muda tidak hanya menampilkan kehidupan siswa populer dari sisi yang gemerlap. Serial ini juga memperlihatkan tekanan untuk terus menjaga citra serta kebimbangan yang muncul ketika keinginan pribadi bertentangan dengan ekspektasi lingkungan.
Perjalanan itu dibalut dengan romansa remaja dan musik hipdut yang menjadi identitas cerita. bagi Junior, musik tersebut akhirnya tidak hanya membantunya masuk ke dunia Kaizen, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Viu Original Garam Muda dibintangi Junior Roberts, Aisyah Aqilah, Zoe Levana, Catherine Alicia, dan sejumlah talenta muda lainnya. Serial romantis komedi remaja sebanyak 12 episode ini telah tayang secara eksklusif di Viu sejak 7 Agustus 2026.
