Menu

Mode Gelap
Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Ekosistem Industri Audio Visual Nasional TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa OPPO Resmi Hadirkan Enco Air5s dan Enco Air5 di Indonesia, Dua Pilihan TWS Premium untuk Berbagai Kebutuhan Ini Cara Naik TransJakarta dan KRL Gratis Pakai QRIS Tap Aplikasi ShopeePay Inchcape GWM Indonesia Menghadirkan Pembaruan pada Lini GWM Tank dan Debut ORA 5 di Pasar Indonesia Lewat Ajang GIIAS 2026 Viral! FORMAPPI Soroti Tren Kepuasan Publik Merosot, Narasi “Londo Ireng” Dinilai Berpotensi Tekan Ruang Kritik Bar Takeover by Gayatri Moerlie Resmi Hadir di Mercure Jakarta Sabang Menjaga Kehidupan Laut, United Tractors Bersama dengan Yayasan Ori Ma Fala Lepasliarkan Tukik Penyu di Ternate

Nasional

United Tractors Membukukan Pendapatan Bersih Sebesar Rp58,3 Triliun di Semester Pertama Tahun 2026

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 29 Juli 2026 – *PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UT”) pada hari ini mengumumkan laporan keuangan konsolidasian sampai semester pertama tahun 2026. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun* , turun sebesar 15% dari Rp68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025, terutama dikarenakan penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs USD.

Laba bersih Perseroan tidak termasuk nonrecurring items turun 48% menjadi Rp4,3 triliun, terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal kedua.

Selama semester pertama tahun 2026, Perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp3,3 triliun, terutama terdiri dari (i) penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan (ii) pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.

Per 30 Juni 2026, Perseroan mencatat utang bersih sebesar Rp9,4 triliun , dengan rasio gearing sebesar 8,5%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025. Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ini Cara Naik TransJakarta dan KRL Gratis Pakai QRIS Tap Aplikasi ShopeePay

30 Juli 2026 - 11:53 WIB

Inchcape GWM Indonesia Menghadirkan Pembaruan pada Lini GWM Tank dan Debut ORA 5 di Pasar Indonesia Lewat Ajang GIIAS 2026

30 Juli 2026 - 11:19 WIB

Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup

30 Juli 2026 - 10:47 WIB

Viral! FORMAPPI Soroti Tren Kepuasan Publik Merosot, Narasi “Londo Ireng” Dinilai Berpotensi Tekan Ruang Kritik

30 Juli 2026 - 09:24 WIB

Menjaga Kehidupan Laut, United Tractors Bersama dengan Yayasan Ori Ma Fala Lepasliarkan Tukik Penyu di Ternate

30 Juli 2026 - 05:16 WIB

Trending di Nasional