Detakindonesianews.com, Jakarta – Komitmen generasi muda terhadap isu lingkungan kembali mendapat sorotan melalui ajang Putri Anak & Remaja Jakarta 2026. Afidenaya Myesha Bellvania Kaat, atau yang akrab disapa Myesha, berhasil meraih gelar Putri Anak Indonesia Jakarta Lingkungan 2026 (DKI 3) dalam grand final yang berlangsung di Sunlake Waterfront Resort Convention, Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi Myesha yang kini berusia 13 tahun. Gelar yang diraihnya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan dalam kompetisi, tetapi juga amanah untuk mengedukasi dan menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan serta aktif menciptakan perubahan positif di masyarakat.
“Rasanya sudah naik level dari lomba menjadi misi. Saya ingin memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia,” ujar Myesha usai penobatan.
Keberhasilan Myesha tidak datang secara instan. Siswi SMPI Al Azhar ini telah mengukir berbagai prestasi di bidang akademik, seni, kepemimpinan, dan kegiatan sosial. Di antaranya Juara Umum 1 Lomba Tari Nusantara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Juara 1 Tari Tradisional tingkat Wali Kota, Gold Medal Olimpiade Bahasa Inggris tingkat nasional, Duta Anti Bullying dan Perubahan SMPI Al Azhar 22, Putri Terbaik MPLS 2025, Juara Umum Fashion Show 2022, Best Catwalk PAR 2023, serta Juara 1 Tari Papua Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam ajang Putri Anak & Remaja Jakarta 2026, Myesha dinilai mampu menunjukkan kombinasi kemampuan public speaking, wawasan lingkungan, kepemimpinan, dan kepercayaan diri yang kuat. Ia juga membawa kampanye mengenai pentingnya keterlibatan anak-anak dan remaja dalam menjaga lingkungan sejak usia dini.
Menurut Myesha, generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, termasuk isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, anak-anak Indonesia perlu didorong untuk berani tampil, mengembangkan potensi, serta menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
“Saya ingin anak Indonesia cerdas dan berani tampil percaya diri,” katanya.
Lebih lanjut, Myesha menegaskan bahwa prestasi harus menjadi sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Filosofi tersebut tercermin dalam pesan yang terus ia pegang selama menjalani berbagai kegiatan pendidikan maupun kompetisi.
“Jadilah solusi, bukan slogan. Karena kita menang bareng, bukan menang sendirian. Dan prestasi tidak berhenti saat mahkota turun,” tegasnya.
Pencapaian Myesha menjadi bukti bahwa usia muda bukan hambatan untuk berkontribusi bagi bangsa. Melalui gelar Putri Anak Indonesia Jakarta Lingkungan 2026, ia bertekad memperluas kampanye edukasi lingkungan sekaligus mendorong lahirnya generasi Indonesia yang berprestasi, peduli, dan berkarakter kuat.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan dapat berjalan beriringan dengan prestasi akademik maupun nonakademik, menjadikan generasi muda sebagai aset penting dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
