Menu ✖

Mode Gelap
Jokowi Hadir Bawa Ijazah ke PN Jaktim, Tim Roy Suryo Siapkan 500 Pertanyaan! KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Ancol Gratiskan Tiket Masuk 1–12 November 2026, Warga Bisa Nikmati Wisata Pantai Tanpa Bayar Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global

Nasional

Pemerintah Resmi Umumkan Pemberlakuan KUHP dan KUHAP Baru

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta 5 Januari 2026 — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengumumkan pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru dalam konferensi pers yang disampaikan oleh Menteri Hukum bersama Wakil Menteri Hukum, Senin (5/1), di Jakarta.

Menteri Hukum menyampaikan bahwa pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru merupakan tonggak penting dalam reformasi sistem hukum nasional. Pembaruan ini dilakukan untuk menggantikan regulasi warisan kolonial yang dinilai tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan masyarakat, demokrasi, serta nilai-nilai keadilan sosial di Indonesia.

“KUHP dan KUHAP baru dirancang dengan semangat keadilan restoratif, perlindungan hak asasi manusia, serta kepastian hukum yang lebih berimbang antara negara, korban, dan pelaku. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan hukum yang lebih manusiawi dan kontekstual,” ujar Menteri Hukum.

Wakil Menteri Hukum menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan implementasi berjalan efektif. Langkah tersebut meliputi sosialisasi nasional kepada aparat penegak hukum, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat luas, termasuk penyusunan peraturan pelaksana dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor penegakan hukum.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menegaskan bahwa pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan transisi yang terukur, guna mencegah kesalahpahaman serta memastikan perlindungan hak warga negara tetap terjaga.

Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memahami substansi KUHP dan KUHAP baru, serta mendukung implementasinya sebagai bagian dari upaya membangun sistem hukum nasional yang modern, adil, dan berkeadaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ancol Gratiskan Tiket Masuk 1–12 November 2026, Warga Bisa Nikmati Wisata Pantai Tanpa Bayar

5 November 2026 - 08:24 WIB

KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional

4 November 2026 - 12:42 WIB

Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan

3 November 2026 - 14:19 WIB

Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global

3 November 2026 - 13:20 WIB

Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang

3 November 2026 - 12:58 WIB

Trending di Nasional