Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026 Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

Infotainment

Film ‘Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel’ Bongkar Ketidakadilan di Balik Kasus Bullying yang Mengguncang Indonesia

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta 28 November 2025 — Indonesia tidak pernah lupa kasus David Ozora. Ia bukan sekadar nama, tetapi simbol luka, kemarahan publik, dan pertanyaan besar tentang
keadilan, kekuasaan, serta budaya diam terhadap kekerasan. Dari kisah nyata tersebut, lahirlah sebuah film berjudul Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel yang secara berani menempatkan tragedi itu dalam konteks lebih luas, yakni soal gugatan dan suara rakyat, serta menyoroti ketimpangan hukum hingga perjalanan spiritual dan psikologis dari sudut pandang keluarga korban.

Disutradarai oleh Umbara Brothers—Anggy Umbara dan Bounty Umbara—film ini
diproduksi oleh Umbara Brothers Film berkolaborasi dengan VMS Studio, 786
Entertainment, Rumpi Entertainment, Makara Production, A&Z Films, dan Dbay Film Factory. Film ini juga menjadi ajang reuni bagi Anggy dan Bounty setelah sekian lama tidak menggarap film bersama sebagai sutradara.

“Ide awal film ini memang lahir dari Bounty, namun ketika pertama kali merencanakan Proyek ini, kami sudah sangat memiliki ceritanya dan sepakat untuk menyutradarainya
bersama-sama,” jelas Anggy dan Bounty.

Dibintangi aktor dan aktris ternama seperti Chicco Jerikho, Muzakki Ramdhan, Erdin
Werdrayana, Tika Bravani, Donny Damara, Annisa Kaila, serta Mathias Muchus, film ini
akan tayang mulai 4 Desember 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel menceritakan perjuangan Jonathan
menghadapi mimpi terburuknya ketika putranya, David Ozora, masuk koma akibat
penganiayaan brutal oleh anak seorang pejabat tinggi negara. Saat kasus ini viral,
Jonathan bersama dua sahabat setianya, Melissa dan Rustam, terus berjuang.

menegakkan keadilan di tengah sistem hukum yang terasa timpang, sementara sang pelaku justru mendapat keringanan karena kekuasaan ayahnya.

Film ini dipastikan bukan rekonstruksi kriminal, melainkan interpretasi yang
memperlihatkan bagaimana bullying dan kekerasan meninggalkan dampak mendalam Pada seseorang serta orang di sekitarnya. Ceritanya mengikuti perjalanan psikologis dan spiritual seorang ayah dalam menghadapi ketidakadilan saat anak kandungnya koma selama puluhan hari dan berusaha kembali bangkit, sekaligus menunjukkan bagaimana dukungan publik menjadi bagian dari proses pemulihannya.
“Kisah David ini memang mengguncang Indonesia, viral di mana-mana. Tapi banyak
masyarakat yang tidak tahu bagaimana perjalanan psikologis bahkan spiritual seorang ayah yang melihat anaknya menjadi korban bullying dari seorang anak pejabat negara sampai harapan hidupnya hanya 2 persen.

Jadi dalam film ini juga akan mengangkat
soal harapan dan mujizat Tuhan” jelas Anggy Umbara, sutradara sekaligus produser film ini.

Selain menyoroti perihal hukum dan keadilan, film ini membawa penonton masuk ke perjalanan emosional Jonathan, sosok ayah yang dimainkan oleh Chicco Jerikho. Ia mengaku bahwa karakter ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan sangat menguras energi.

“Meski bukan film action yang berantem-berantem, rasanya bermain di film ini dan
memerankan karakter Jonathan sangat melelahkan. Selain karena saya memiliki
kedekatan dengan kasusnya, saya rasa manusia mana pun pasti akan merasa berat
menghadapi cobaan hidup seperti ini. Perasaan emosional itulah yang membuat saya harus benar-benar mengatur emosi agar tetap berada di frekuensi Jonathan pada kejadian aslinya” papar Chicco Jerikho.

Selain menjadi pengingat atas kasus perundungan yang mengguncang Indonesia, film Ini juga menyoroti bagaimana solidaritas masyarakat dapat tumbuh menjadi kekuatannyata ketika ketidakadilan terjadi. Di tengah situasi ketika penyalahgunaan kekuasaan
kerap mengemuka, Ozora mengajak publik untuk memanfaatkan berbagai ruang seperti Halnya ruang-ruang digital untuk melawan ketidakadilan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hotel Ciputra Jakarta Selenggarakan Mini Wedding Open House “Journey to Forever” Bersama Sky Wedding

19 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Film Paket Santet Tayang 27 Agustus di Bioskop Indonesia, Antara Luka Lama Berubah Balas Dendam 

19 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026

18 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Rayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Cita Rasa Nusantara di Hotel Ciputra Jakarta

13 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Kenal Hipdut, Junior Roberts Menemukan Sisi Lain Popularitas lewat Garam Muda

13 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Trending di Infotainment