Detakindonesianews.com, Jakarta — VISION+ kembali menghadirkan original series terbaru bagi pencinta horor Tanah Air. Bertajuk “POTE”, serial bergenre horor, drama, dan thriller ini menawarkan mitologi supernatural baru dengan sebuah aturan sederhana namun mematikan: jangan melihat kematian.
Terdiri dari 8 episode, “POTE” membawa penonton ke Pulau Marunda, lokasi sebuah misi medis yang justru berubah menjadi teror di luar nalar. Lima dokter muda datang ke pulau tersebut untuk membantu warga yang terserang wabah misterius. Namun, kedatangan mereka justru membuka kembali rahasia kelam yang selama ini tersembunyi di balik kehidupan masyarakat Pulau Marunda.
Situasi berubah mencekam ketika sosok Cornelius bangkit sebagai POTE, entitas pendendam yang membawa kutukan mematikan. Dalam mitologi POTE, siapa pun yang menyaksikan kematian seseorang akan menjadi target berikutnya. Aturan tersebut kemudian memicu rantai kematian yang semakin panjang dan sulit dihentikan.
Di tengah teror tersebut, Sarah, seorang dokter muda yang awalnya skeptis terhadap hal-hal mistis, dipaksa menghadapi fenomena yang tidak dapat dijelaskan melalui ilmu medis. Bersama Keira, dokter yang memiliki kemampuan indigo, Sarah berusaha mengungkap misteri POTE sekaligus mencari cara untuk memutus rantai kutukan sebelum semakin banyak korban berjatuhan.
“Melalui POTE, kami ingin memperkenalkan IP baru VISION4# dengan konsep horor yang memiliki mitologi dan aturan tersendiri. Berkolaborasi dengan Unlimited Production, kami menghadirkan cerita yang tidak hanya mengandalkan sosok supranatural, tetapi juga membangun ketegangan melalui sebuah aturan sederhana yang membuat penonton ikut merasa terlibat. Kami berharap POTE dapat menjadi IP baru yang kuat dan memberikan warna berbeda bagi genre horor Indonesia, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang seru, menegangkan, dan penuh rasa penasaran bagi penonton VISION4,” ujar Clarissa Tanoesoedibjo, Deputy CEO VISION-# dan CEO V#Short.
Jika cerita horor pada umumnya membuat penonton penasaran dan ingin melihat apa yang tersembunyi di balik kegelapan, “POTE” justru menghadirkan paradoks. Penonton diperingatkan untuk tidak melihat. Sebab, dalam dunia POTE, melihat kematian bukan sekadar menyaksikan sebuah kejadian, tetapi dapat menjadi awal dari kutukan.
Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik utama serial ini. Teror tidak hanya dibangun melalui kemunculan entitas supernatural, tetapi juga melalui sebuah aturan yang membuat setiap karakter harus berhati-hati terhadap apa yang mereka lihat. Ketegangan pun berkembang seiring munculnya korban demi korban dan semakin terbukanya misteri Pulau Marunda.
Untuk memperkuat cerita, “POTE” menghadirkan jajaran pemain dengan karakter dan konflik yang beragam, di antaranya Audi Marissa, Dito Darmawan, Fandy Christian, Kiara Mckenna, Fergie Brittany, dan Meisya Amira.
Para pemain tersebut akan membawa penonton mengikuti perjalanan tim medis di Pulau Marunda, mulai dari kedatangan mereka untuk menangani wabah misterius, munculnya korban pertama, terbongkarnya keberadaan POTE, hingga perjuangan untuk menghentikan rantai kutukan yang mengancam nyawa mereka.
Dengan memadukan horor supernatural, drama karakter, thriller, serta mitologi dengan aturan yang khas, “POTE” hadir sebagai IP baru VISION+ yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton. Pertanyaan besarnya bukan lagi sekadar siapa sosok di balik teror, tetapi siapa yang akan menjadi korban berikutnya ketika aturan POTE mulai berlaku?
Serial original “POTE” menjadi salah satu sajian terbaru VISION+ bagi penikmat genre horor yang menyukai cerita penuh misteri, ketegangan, dan kejutan.Kalau targetnya lebih “meledak” untuk portal berita, saya juga bisa buatkan versi judul yang lebih clickbait/FOMO tetapi tetap hard news, misalnya dengan pola “Sekali Lihat Kematian, Nyawa Melayang!”.
