Menu

Mode Gelap
Kanker Paru Jadi Pembunuh Nomor Satu, PDPI Dorong 3 Pilar Diagnosis Berbasis Bukti Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan Gempa M7,7 Guncang NTT Dua Orang Tewas di Pelabuhan El Say, Warga Panik dan Berhamburan Keluar Rumah HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur SHARP Gebrak Pasar AC Premium, Luncurkan AIREST dengan Filter MERV 14 Pertama di Dunia, Usung Standar Baru Udara Sehat di Hunian Modern Gudang Diduga Jadi Lokasi Penimbunan Solar Subsidi di Pekanbaru, Disebut Dikendalikan Oknum Ferdi AURI President AAMECC Global Mr. Godfrey Piter Mutinda Mengukuhkan King Of Nusantara Sultan Paser 18 Sebagai President AAMECC Indonesia Dukung Pendidikan Vokasi, United Tractors Semen Gresik Hibahkan Alat Praktik kepada Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI) Frans Yuwono: UMKM Tak Bisa Lagi Andalkan Harga Murah, Branding dan Kualitas Jadi Senjata Hadapi Produk Global Hotel Ciputra Jakarta Selenggarakan Mini Wedding Open House “Journey to Forever” Bersama Sky Wedding Bart Nureka: Saatnya Karakter dan Budaya Indonesia Jadi IP Bernilai Komersial

Internasional

Presiden Trump Menunda Serangan ke Iran lagi, Diplomasi Kembali Dibuka 

Perbesar

Detakindonesianews.com, Gedung Putih Ameria Serikat, 18 Mei 2026 – Presiden Donald Trump mengatakan dirinya menunda rencana serangan terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa, setelah adanya permintaan dari sejumlah negara sekutu di kawasan Teluk Persia agar Washington memberikan waktu tambahan untuk jalur diplomasi.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam acara di Gedung Putih pada Senin malam, beberapa jam setelah ia mengunggah pernyataan serupa di media sosial.

“Saya menundanya untuk sementara waktu, mudah-mudahan mungkin selamanya, tetapi mungkin juga hanya sementara,” kata Trump.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah adanya komunikasi intensif dengan beberapa negara di kawasan Timur Tengah yang menilai peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka.

Trump menyebut Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab termasuk di antara negara yang meminta Amerika Serikat menunda aksi militer selama beberapa hari.

“Mereka meminta apakah serangan dapat ditunda dua atau tiga hari karena mereka merasa hampir mencapai kesepakatan,” ujar Trump.

Ia kembali menegaskan bahwa tujuan utama Washington tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Menurut Trump, apabila kesepakatan yang memuaskan semua pihak dapat dicapai, maka aksi militer mungkin tidak perlu dilakukan.

Meski demikian, Trump juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat tetap siap melancarkan serangan apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang dianggap memadai.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan dengan Washington.

Situasi tersebut menunjukkan dilema yang dihadapi pemerintahan Trump. Di satu sisi, Gedung Putih ingin mempertahankan tekanan keras terhadap Iran. Namun di sisi lain, eskalasi perang berisiko memperburuk krisis energi global dan mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Pasar keuangan pun langsung bereaksi terhadap perkembangan terbaru tersebut. Harga minyak dan saham global bergerak fluktuatif setelah pelaku pasar mencoba membaca arah kebijakan Washington dan peluang tercapainya perdamaian.

Minyak mentah West Texas Intermediate dilaporkan turun sekitar 1,4 persen, sementara indeks saham S&P 500 sempat memangkas kerugian setelah pernyataan Trump.

Sebelumnya pada hari yang sama, kedua pihak saling menyatakan menolak proposal terbaru yang diajukan untuk mengakhiri konflik.

Menurut laporan Axios, Gedung Putih menilai proposal Iran yang disampaikan melalui mediator Pakistan belum menunjukkan kemajuan berarti. Proposal itu disebut belum memberikan komitmen jelas mengenai penyerahan cadangan uranium yang diperkaya tingkat tinggi maupun penghentian program pengayaan uranium lebih lanjut.

Di sisi lain, Iran juga menganggap tuntutan Amerika Serikat masih terlalu berat dan tidak dapat diterima.

Teheran tetap bersikeras meminta pengembalian aset-aset Iran yang dibekukan serta pembayaran kompensasi atas kerugian perang.

Ketegangan semakin meningkat karena jalur distribusi energi di kawasan Teluk Persia masih terganggu akibat konflik yang berlangsung. Washington terus menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan, sementara Teheran menegaskan siap memberikan perlawanan apabila serangan militer kembali dilanjutkan.

Pada Senin sebelumnya, Uni Emirat Arab bahkan melaporkan adanya serangan drone di dekat fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir utama mereka.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga sempat melaporkan bahwa Amerika Serikat menawarkan pencabutan sementara sanksi terhadap penjualan minyak Iran hingga tercapai kesepakatan akhir. Namun seorang pejabat AS membantah laporan tersebut tanpa memberikan penjelasan rinci.

Menurut Tasnim, Iran tetap menilai tuntutan Washington berlebihan dan menegaskan bahwa mereka tidak akan mengakhiri konflik dengan mengorbankan program nuklir nasionalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Horison Hotels Group Hadirkan ” Holiyeay, Holicamp, Playcation Time!” Promo Spesial Liburan Sekolah 2026

6 Juli 2026 - 07:14 WIB

Aero Astra Akademia Resmi Jadi Tempat Uji Kompetensi Perhotelan, Cetak Lulusan Siap Kerja hingga Terserap di Hotel Berbintang

5 Juli 2026 - 14:44 WIB

Jelang Puncak Haji, Wakapolri Perkuat Perlindungan Jemaah dengan Arab Saudi

24 Mei 2026 - 15:45 WIB

Adakan Wedding Open House Bersama Kara Brides, Hotel Ciputra Jakarta Hadirkan Berbagai Penawaran Menarik

13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Trending di Internasional