Detakindonesianews.com, Jakarta 7 Januari 2026 — Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat upaya penanganan dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya dalam aspek pemulihan kesehatan masyarakat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (7/1).
Dalam keterangannya, Menkes menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah pascabencana, mengingat tingginya risiko penyakit menular, gangguan kesehatan lingkungan, serta dampak psikososial yang dialami masyarakat terdampak. “Fokus kami adalah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, baik di fasilitas permanen maupun melalui layanan kesehatan darurat di lokasi pengungsian,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Kementerian Kesehatan, lanjut Menkes, telah mengerahkan tim medis gabungan, termasuk tenaga kesehatan dari pusat dan daerah, relawan medis, serta dukungan rumah sakit rujukan. Selain itu, Kemenkes juga memastikan ketersediaan obat-obatan esensial, alat kesehatan, vaksinasi darurat, serta layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
“Pencegahan wabah menjadi perhatian serius. Kami memperkuat surveilans epidemiologi, sanitasi lingkungan, penyediaan air bersih, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit pascabencana,” tegas Menkes.
Dalam kesempatan yang sama, Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti pentingnya pemulihan kesehatan mental bagi para penyintas, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Pemerintah telah menyiapkan layanan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJPS) melalui tenaga profesional yang diturunkan langsung ke lapangan.
Kepala BNPB yang turut mendampingi konferensi pers menyampaikan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat untuk memastikan penanganan bencana berjalan terpadu, cepat, dan tepat sasaran. BNPB bersama pemerintah daerah juga terus melakukan pemutakhiran data kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk di sektor kesehatan.
Menutup konferensi pers, Menteri Kesehatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pemulihan pascabencana. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat sangat penting agar pemulihan kesehatan masyarakat di Sumatra dapat berlangsung optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
