Detakindonesianews.com, Jakarta -Pengacara Deolipa Yumara menanggapi gugatan cerai yang diajukan Cinta terhadap Ridwan Kamil Saat bertemu Awak Media Online di Bares krim Mabes Polri Jakarta ( 15/12 ).
Menurut Deolipa, gugatan tersebut merupakan bentuk nyata dari perasaan seorang perempuan yang sudah tidak lagi percaya akibat kekecewaan mendalam.
“Kalau seorang wanita sampai mengajukan gugatan cerai, itu artinya perasaannya sudah terluka. Biasanya cinta itu sudah hilang atau kepercayaan sudah tidak ada lagi,” kata Deolipa.
Ia menilai, persoalan ini berawal dari kekhilafan yang dilakukan Ridwan Kamil di masa lalu. Namun demikian, Deolipa berharap permasalahan rumah tangga tersebut tidak berakhir pada perceraian.
“Kita berharap jangan sampai cerai. Usia mereka sudah matang, anak-anak juga sudah dewasa. Harusnya bisa tetap bersama sampai akhir,” ujarnya.
Deolipa juga menyinggung adanya berbagai faktor yang saling terkait, mulai dari persoalan hukum, kekurangan dokumen, hingga isu-isu lain yang ikut memperkeruh keadaan. Menurutnya, semua itu berkontribusi pada hilangnya rasa cinta dalam rumah tangga.
“Ketika cinta dikhianati, itu pecah dan hancur. Siapa pun akan merasakan hal yang sama. Ini bukan soal mudah,” ungkapnya.
Terkait Ridwan Kamil, Deolipa menyarankan agar yang bersangkutan lebih banyak melakukan introspeksi diri.
“Saran saya, lebih banyak berdoa dan memperkuat ibadah. Biasanya orang yang hidupnya ‘belok’ itu karena kurang kuat secara spiritual,” tuturnya.
Deolipa menegaskan, dirinya hanya bisa mendoakan agar semua pihak yang terlibat, termasuk Cinta dan pihak lain yang terseret dalam isu tersebut, diberikan jalan terbaik.
“Pada akhirnya kita hanya bisa berdoa, semoga semuanya baik-baik saja,” pungkasnya.
