Detakindonesianews.com, Jakarta 14 Maret 2025 Gramedia Grand Indonesia akan menjadi tuan rumah peluncuran Doppaland, sebuah buku anak yang mengangkat kisah petualangan Eldar dan Elnur ke negeri Uighur. Ditulis oleh Guzelya Marisova, diilustrasikan oleh Agia Putri, dan diterjemahkan oleh Zaskia Mecca, buku ini memperkenalkan budaya Uighur dengan cara yang penuh imajinasi dan edukatif. Dengan ilustrasi yang kaya warna dan cerita yang menggugah rasa ingin tahu, Doppaland menjadi bacaan yang cocok bagi anak-anak berusia 5 – 12 tahun.
Latar Belakang Buku Doppaland
Doppaland lahir dari keinginan penulisnya, Guzelya Marisova, untuk menghadirkan kisah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan kepada anak-anak tentang budaya dan identitas Uighur, yang jarang terepresentasi dalam literatur anak. Sebagai keturunan UighurPrancis yang besar di Kazakhstan, Guzelya ingin menghadirkan cerita yang menggambarkan
kekayaan sejarah dan keindahan tanah leluhurnya. Ia terinspirasi oleh perjalanan pribadinya dalam mengenali kembali akar budayanya dan ingin membagikan kisah ini kepada generasi muda melalui kisah petualangan penuh fantasi.
Melalui karakter Eldar dan Elnur, anak-anak tidak hanya diajak berpetualang ke negeri Uighur yang penuh keajaiban, tetapi juga diajak untuk memahami nilai-nilai keluarga, solidaritas, dan keberagaman. Dengan sentuhan ilustrasi dari Agia Putri yang menampilkan pemandangan indah negeri Uighur—mulai dari pegunungan bersalju hingga pasar tradisional yang ramai—buku ini menjadi jendela yang menarik bagi anak-anak untuk mengenal budaya yang mungkin belum
pernah mereka ketahui sebelumnya.
Acara peluncuran ini berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025, pukul 14.00—16.00 WIB di Gramedia Grand Indonesia. Hadir dalam acara ini adalah para narasumber yang akan berbagi pengalaman serta wawasan mereka tentang buku ini:
Guzelya Marisova — Penulis Doppaland, keturunan Uighur-Prancis yang lahir dan besar di Kazakhstan. Ia memiliki latar belakang akademik di bidang International Business dan telah lama berkecimpung dalam Muslim and Halal Economy. Melalui kisah Eldar dan Elnur, ia ingin berbagi cerita yang dapat menumbuhkan solidaritas dan kepedulian terhadap budaya Uighur.
Agia Putri — Ilustrator berbakat asal Bandung yang telah mengerjakan lebih dari tiga puluh buku anak, diterbitkan dalam berbagai bahasa di dunia. Dalam Doppaland, ia menghadirkan ilustrasi yang memikat, menggambarkan keindahan negeri Uighur dengan detail yang kaya warna dan ekspresif.
Zaskia Mecca — Penerjemah Doppaland, seorang aktris, influencer, dan pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan dan budaya Islam. Dengan keterlibatannya dalam proyek ini, ia berharap dapat membawa kisah Doppaland lebih dekat kepada pembaca anak-anak di Indonesia.
Diskusi ini akan dipandu oleh Tiw u bidang literasi dan dunia anak. M R ayie, Seorang moderator yang berpengalaman dalam maha mi lebih dal ” elalui acara Ini, para pembicara akan mengajak peserta untuk me am proses kreatif di balik buku Doppaland serta pentingnya mengenalkan keberagaman budaya kepada anak sejak dini.
